Chapter 5: Desa terkutuk

19 1 0
                                        

Namaku adalah Snow seorang gadis remaja biasa yang sering diejek karena memiliki rambut yang berwarna putih tapi sekarang itu hanyalah masa lalu dan sekarang kehidupanku penuh dengan petualangan dan pertarungan.

Laki-laki di samping kananku adalah Al. Dulu dia adalah seorang ksatria yang melindungi kerajaan orang tuaku tapi sekarang dia adalah ksatria yang akan melindungiku sampai akhir hidupnya. Aku sedikit kesal karena selalu dia yang melindungiku, aku ingin sekali melindunginya walau pun itu hanya sekali.

Wanita di samping kiriku adalah Rani tapi itu hanya nama samaran saja, nama aslinya adalah Ramiel dan dia adalah salah satu tujuh kebajikan terkuat kedua. Walau Rani baru saja ku temui kemarin dia sangatlah baik dia selalu menolong orang lain dan hewan-hewan dan dia bersedia menolongku mengalahkan Ratu Kegelapan.

"Sekarang kita mau pergi ke mana?" Tanya Al.

"Sekarang kita akan mencari kakak dan adik-adikku" Yang dimaksud Ramiel adalah kebajikan lainnya.

"Memangnya kau tau dimana mereka berada?" Kata Al kepada Ramiel.

Ramiel berpikir sebentar. "Ehm...memang aku tidak dimana mereka berada tapi aku yakin kita pasti bisa bertemu dengan mereka" Ramiel kembali berjalan dengan senang, memang di pikirannya tidak ada yang namanya pikiran negatif hanya ada pikiran positif semua.

"Boleh aku bertanya" Kata Snow membuat Al dan Ramiel berhenti berjalan.

"Boleh aku tau sejak kapan kalian pertama kali bertemu?"

"Mungkin anda akan terkejut ketika mendengarnya" Kata Al, dia tidak yakin apa dia harus memberitahukannya apa tidak.

"Memangnya ada apa?" Tanya Snow kebingungan.

"Sebenarnya aku dan Ramiel pertama kali bertemu 16 tahun yang lalu tepat ketika kerajaan orang tua anda di serang oleh Ratu Kegelapan" Jelas Al.

"Ya...itu memang benar. Ketika itu aku menemukan Aldian sekarat, dan keadaan kerajaan saat itu benar-benar hancur. Tidak ada satu pun yang masih hidup kecuali Aldian" jelas Ramiel dengan nada sedih.

"Itu artinya orang tuaku sudah meninggal dan semua orang yang ada di sana sudah meninggal" Mata Snow terlihat memerah, menahan air mata.

Ramiel yang melihat Snow perlahan menangis sedikit khawatir dan dia berusaha menenangkan Snow.

"Snow jangan bersedih. Aku yakin kedua orang tuamu pasti senang melihatmu tumbuh besar menjadi seorang wanita yang cantik" Ramiel merangkul pundak Snow sambil tersenyum lebar.

"Sekarang kita akan melanjutkan misi kita. Dan aku akan mengajarimu semua pengetahuan yang aku miliki kepadamu" Ramiel kembali berjalan dengan langkah yang senang.

'Dia memang baik sekali, tentu saja dia baik dia kan Ramiel sang kebaikan hati pastilah baik' Snow menghapus air matanya dan mulai berjalan mengikuti langkah Ramiel. Al yang melihat mereka berdua hanya bisa tersenyum dan mengikuti mereka dari belakang.

Mereka bertiga berjalan bersama-sama tanpa tau arah tujuan namun dengan satu misi yaitu mencari para Kebajikan lainnya dan mengalahkan Ratu Kegelapan.

Mereka bertiga tepatnya Snow dan Ramiel berbicara tentang banyak hal menceritakan tentang diri mereka sendiri.

"Ehm...Rani boleh kau jelaskan asal usul Ratu Kegelapan dan kenapa dia ingin menghancurkan dunia ini?" Tanya Snow.

"Ehm mulai dari mana ya?" Ramiel berpikir sebentar memikirkan mulai dari mana dia ingin bercerita. "Baiklah aku akan bercerita namun sepertinya akan sangat panjang" Kata Ramiel  melanjutkan perjalanan mereka.

"Sebenarnya Ratu Kegelapan sudah lama mati" Ramiel memulai ceritanya.

"Tunggu apa? Mati? Kalau begitu siapa yang sudah menghancurkan kerajaan orang tuaku?" Snow bingung dengan perkataan Ramiel.

The Chosen OneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang