Selama sehari penuh mereka berada di Negeri Kristal. Setelah berbicara lama dengan Iniseta sang penguasa atau Ratu dari Negeri Kristal.
Satu informasi penting yang telah mereka dapat dari Iniesta adalah bahwa siapapun yang masuk ke dalam tempat ini tidak akan pernah bisa keluar, bahkan penduduk yang berada di sini tidak dapat keluar dari goa ini selama bertahun-tahun lamanya.
Iniesta juga memberi satu informasi penting bahwa 1 tahun yang lalu ada seseorang yang terjebak di sini dan pada akhirnya orang tersebut menetap dan tinggal di sini.
"Kejadian itu satu tahun yang lalu namanya adalah Rho. Dia adalah seorang pria tinggi memiliki rambut berwarna pirang dan seorang pemanah yang sangat handal. Jika kau ingin mencarinya dia biasanya berada di dekat ujung goa. Kalian tidak akan sulit mencarinya dia adalah orang yang sangat mencolok" Kata Iniesta saat itu.
Sekarang Ramiel dan Al mencari seseorang yang bernama Rho itu. Menurut perkataan Iniesta pria itu biasanya berada di ujung goa entah melakukan kegiatan apa.
Ramiel dan Al sengaja meninggalkan Flare di kerajaan Iniesta bermain dengan apapun yang ada di sana, tidak mungkin mereka mau membawa Flare bersama bisa jadi penduduk akan heboh melihat rubah raksasa berjalan-jalan bersama dua orang asing.
"Hey Ram. Apa kau tau Rho ini siapa? Apa yang akan kita tanyakan pada orang itu jika kita bertemu dengannya? Apa kita akan bertanya bagaimana cara keluar dari tempat ini bahkan kalau dia saja tidak tau?!" Entah kenapa akhir-akhir ini Al sering emosian. Karena dia mengetahui bahwa tidak ada yang tau cara keluar dari sini membuat Al marah bahkan Iniesta saja tidak tau caranya.
"Kau jadi sering marah Aldian..." Kata Ramiel dengan wajah yang masam, Al hanya membalasnya dengan tatapan tajam. "Mungkin jika kita bertemu dengannya kita bisa menanyai sesuatu seperti apa ada hal aneh selama dia berada di sini atau alasan kenapa tidak ada yang bisa keluar dari tempat ini contohnya"
"Ya ada sesuatu yang aneh di sini! Mendadak kita terjebak di tempat asing ini dan kita menjadi makhluk kecil bersayap dan aku sangat membenci memiliki rambut panjang seperti ini!" Kata Al mengeluh marah sambil mengibaskan rambutnya kebelakang yang terus-menerus menganggu pandangannya.
Ramiel tidak menanggapi perkataan Al. Jika saja Azrael berada di posisinya entah dia akan bersabar atau tidak karena pria satu ini sangat suka mengeluh dia tidak mau mensyukuri apa yang telah dia dapatkan.
Selama beberapa menit mereka mendaki bebatuan agar bisa sampai di ujung goa. Walau ini adalah sebuah goa namun ukuran tempat ini yang bisa dibilang sangatlah besar tidak bisa lagi dikatakan berada di dasar goa yang dari luar terlihat kecil.
Mereka terus mendaki ke atas melewati batuan yang besar. Walau sebenarnya ada cara yang lebih mudah dari pada memanjat seperti ini, akan lebih cepat jika mereka terbang namun Al mengeluh bahwa itu akan terasa sangat aneh dan bisa saja dia akan kehilangan keseimbangan dan berakibat menabrak batu besar.
"Akhirnya kita sampai!" Kata Al yang menghembuskan nafas pelan setelah akhirnya bisa beristirahat di puncak tujuan begitu juga dengan Ramiel yang sampai setelah Al.
Dari ketinggian di sini mereka bisa melihat seluruh kerajaan ini dengan megah berdiri begitu juga dengan kristal yang bersinar terang dengan sangat indah.
Terlihat dari ekspresi wajah mereka, mereka terlihat kagum begitu juga dengan sedih seolah memikirkan hal yang sama yaitu 'Andai Snow juga melihat pemandangan indah ini'
"Heya... Siapa kalian dan apa yang kalian berdua lakukan di sini!?" Seseorang berkata tepat di belakang mereka dan itu membuat mereka terkejut dan refleks Ramiel memukul wajah orang itu.
Sontak pria itu langsung memegang kepalanya yang merah akibat pukulan tersebut. Dan untuk yang kedua kalinya Ramiel benar-benar merasa bersalah karena memukul wajah orang lain tanpa alasan yang jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Chosen One
FantasySemenjak kejadian itu Snow harus menjalani kehidupannya sehari-harinya berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Bersama dengan Al, Snow berkeliling di dunia yang berbeda mencari orang yang mau membantunya mengalahkan Ratu Kegelapan. Di dalam perjalanny...
