'Ah...dimana ini?' Snow perlahan membuka matanya dan sinar matahari langsung menyinari wajahnya.
Ramiel yang melihat Snow sudah sadar segera mendekatinya.
"Apa kau baik-baik saja? Apa kau masih mengenali siapa dirimu?" Tanya Ramiel khawatir.
"Uh...ya aku tau siapa aku. Tapi di mana ini?" Snow melihat di sekelilingnya,sekarang dia berada di sebuah kamar. Snow mengingat-ingat sesuatu. "Ah bagaimana dengan desa itu, monsternya, dan bagaimana dengan salah satu dosa itu!" Snow berkata panik setelah ingat apa kejadian yang menimpanya.
"Tenang dulu Snow" Ramiel berusaha menenangkan Snow yang panik. "Kejadian itu sudah seminggu berlalu"
"Maksudmu aku tidak sadarkan diri selama seminggu?" Snow memegang kepalanya yang terasa pusing. Snow mengingat saat itu ada seseorang yang telah menyelamatkannya. "Rani apa kau ingat ada seseorang yang telah menolongku. Apa kau ingat wajahnya?"
"Ehm...aku tidak melihat wajahnya tapi yang ku tau dia telah menyelamatkanmu. Dia menggendongmu sambil berlari ke arah desa ini dia bilang bahwa kau sudah terkena racun"
Snow yang mendengarnya kecewa karena tidak tau siapa yang telah menolongnya. Namun Snow menyadari salah satu kata-kata Ramiel.
"Rani apa maksudmu dengan desa ini? Maksudmu kita masih berada di desa yang penuh monster ini!" Snow mulai panik mengetahui sekarang dia berada di mana.
"Tenang dulu Snow jangan panik. Aku ingin memberitahumu satu hal" kata Ramiel.
Sebelum Ramiel ingin memberitahu sesuatu kepada Snow seorang wanita yang usianya kurang lebih 28 tahun masuk ke dalam kamar.
"Teman mu sudah sadar ya?" Kata wanita itu sambil membawa beberapa buah. "Maaf saya tadi mendengar perbincangan anda" kata wanita itu bersalah namun suaranya terkesan lembut. "Tapi saya ingin menjelaskan kenyataan tentang desa ini kepada anda"
****
"Jadi seperti itu ya" Snow menunduk bersalah. Dia sesaat sempat berprasangka buruk terhadap desa ini.
"Kau jangan bersedih itu bukan salahmu, itu semua salah Ratu Kegelapan. Selama 10 tahun desa kami dikutuk, warga di desa kami berubah menjadi monster bayangan dan menjadi boneka milik Ratu Kegelapan" wanita itu menunduk bersedih.
Wanita itu berdiri dari tempat duduknya dan membungkuk. "Terima kasih kepadamu dan teman-temanmu akhirnya desa kami bebas dari kutukan ini. Terutama padamu Rani saya selaku warga desa ini berterima kasih karena berhasil mencabut kutukan kami. Saya sangat berterima kasih" Wanita itu membungkuk terima kasih sambil meneteskan air mata.
"Jangan menangis. Kita masih satu kaum harus saling menolong dan menebar benih-benih kebaikan di sekitar kita" Ramiel berusaha menenangkan wanita itu.
Snow yang melihatnya hanya bisa tersenyum. Dia senang karena orang lain yang telah menderita akhirnya bisa tersenyum kembali selama bertahun-tahun. Namun di dalam hatinya dia juga bersedih karena saat itu dia tidak bisa berbuat apa-apa, dan pada akhirnya selalu dia yang di selamatkan.
Wanita itu menghapus air matanya. Wanita itu berjalan mendekati Snow dan menggenggam tangan Snow. "Anda sebagai yang terpilih. Saya mohon tolong kalahkan Ratu Kegelapan yang telah membuat desa ini menderita selama 10 tahun. Saya mohon!" Wanita berlutut memohon sambil menggenggam tangan Snow.
"Eh...kau tidak perlu berlutut seperti ini" Snow berusaha menenangkan wanita itu. Namun Snow yang melihat wanita itu terus menangis ikut bersedih. Desa ini telah dikutuk selama 10 tahun dan seharusnya orang yang mengutuk desa ini mendapat hukuman yang setimpal.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Chosen One
FantasíaSemenjak kejadian itu Snow harus menjalani kehidupannya sehari-harinya berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Bersama dengan Al, Snow berkeliling di dunia yang berbeda mencari orang yang mau membantunya mengalahkan Ratu Kegelapan. Di dalam perjalanny...
