Mereka semua berlari sekencang mungkin menuju ke desa wanita itu.
Mereka semua berlari dengan Al yang berada di punggung Flare yang sekarang ukurannya menjadi besar.
Awalnya mereka semua terkejut karena Flere yang bisa merubah ukuran tubuhnya.
Snow berusaha untuk berlari secepat yang dia bisa, keadaan Al sangat gawat tersisa beberapa jam saja sampai racun itu memenuhi tubuhnya.
'Al kumohon bertahanlah' Batin Snow.
Mereka berlari mengikuti kemana wanita di depannya itu pergi.
Jalan yang mereka tempuh sangat sulit. Banyak batu dan dahan pohon yang menghalangi jalan mereka. Walau seperti itu tidak membuat semangat mereka memudar.
Mereka dengan gesit mengikuti langkah kaki wanita itu. Mungkin karena sulitnya menuju ke desa penyihir banyak orang yang tidak bisa menemukan keberadaanya.
"Oh ya boleh aku bertanya sesuatu, bagaimana bisa kau mengenal Azrael?" Tanya Ramiel membuat suasana yang hening menjadi sedikit bersuara.
"Ehm...5 tahun yang lalu kak Azrael datang ke desaku. Kak Azrael membagi semua pengetahuan yang dia punya ke desaku. Kak Azrael sangat baik dia dengan sabar mau melajari semua tentang ilmu pertarungan padaku. Jika bukan karena nya pasti aku tidak bisa apa-apa sekarang. Awalnya kak Ramiel mengira aku adalah kak Azrael pasti karena kekutan untuk mengendalikan alam yang tadi" Kata wanita itu tanpa berhenti berlari.
"Ya...yang aku tau satu-satunya orang yang bisa mengendalikan alam hanyalah Azrael. Tapi bagaimana bisa kau mempunyai kekuatan yang sama dengannya?" Kata Ramiel.
"Itu karena kekuatan ini adalah milik kak Azrael. 2 bulan yang lalu sebelum kak Azrael pergi dia memberikan setengah kekuatan alam miliknya kepadaku karena itu sekarang aku bisa mengendalikan alam" Kata wanita itu sambil tersenyum.
Ramiel mendengar baik-baik kata-kata wanita itu. "Tunggu dulu maksudmu 2 bulan yang lalu Azrael sudah meninggalkan desamu?"
"Ya memang benar sekarang dia sudah pergi. Tapi sebelum kak Azrael pergi dia memberitahu sebuah ramalan padaku" Wanita itu menatap Snow seperti memastikan sesuatu.
Snow tidak tau kenapa wanita itu menatapnya dengan ekspresi seperti itu.
Wanita itu menatap ke depan dan mengatakan berhenti secara tiba-tiba membuat mereka semua terkejut dan langsung menghentikan langkah mereka. Snow yang juga kaget hampir terjatuh karena berhenti secara mendadak.
"Ada apa kenapa kita berhenti?" Tanya Snow yang masih kaget karena hampir terjatuh.
Wanita itu tersenyum kepada mereka semua. "Kita sudah sampai!" Kata wanita itu senang.
'Sampai? Apa tempat ini adalah desa penyihir?' Batin Snow.
Sejauh mata memandang mereka tidak melihat adanya sebuah desa yang berdiri atau adanya kehidupan di sekitar sini. Yang mereka lihat hanyalah kumpulan batu-batu yang besar dan sebuah pilar batu yang menyerupai sebuah gerbang pintu.
"Apa kau yakin kita sudah sampai?" Tanya Ramiel memastikan apa tempat ini benar-benar desa penyihir yang dikatakan desa yang tidak pernah ada.
"Ya...sekarang ikuti aku" Wanita itu berjalan menuju ke arah pilar batu yang menyerupai gerbang pintu itu.
Snow, Ramiel, dan Flare mengikuti kemana perginya wanita itu.
"Sebenarnya kau ingin kemana?" Tanya Ramiel dia sangat bingung, tidak tau apa yang akan di lakukan oleh wanita itu.
"Ikuti saja aku!" Wanita itu berjalan masuk ke dalam pilar batu itu dan seketika wanita itu menghilang ke dalamnya membuat Snow dan Ramiel terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Chosen One
FantasySemenjak kejadian itu Snow harus menjalani kehidupannya sehari-harinya berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Bersama dengan Al, Snow berkeliling di dunia yang berbeda mencari orang yang mau membantunya mengalahkan Ratu Kegelapan. Di dalam perjalanny...
