Sudah dua hari berlalu semenjak kejadian para iblis yang menyerang desa penyihir. Dan selama dua hari Snow, Al dan Ramiel berada di desa ini. Lebih tepatnya mereka memulihkan diri sebelum pergi lagi mencari para kebajikan lainnya.
Selama dua hari terakhir Snow selalu berlatih cara menggunakan kekuatannya dan cara menggunakan pedang. Saat ini juga Snow sedang berlatih pedang bersama Ramiel.
SHRINGG
Snow berusaha menebas tubuh musuh di depannya namun berhasil dihindari dengan mudah.
"Snow seranganmu terlalu pelan seranganmu bisa dilihat oleh musuh. Percepat lagi seranganmu!" Teriak Ramiel tidak jauh dari Snow.
Saat ini Snow sedang berlatih bersama Ramiel tepatnya dia berlatih bersama golem air yang menyerupai manusia yang dibuat oleh Ramiel.
Ramiel mengendalikan gerakan manusia air itu dari jauh sambil memperhatikan gerakan Snow. Sedangkan Al dan Flare duduk manis di dekat Ramiel memperhatikan Snow berlatih.
Snow mendekati golem air itu dan mempercepat gerakan tangannya dan menebas tubuh golem air itu menjadi dua. Namun tubuh golem itu kembali menyatu menjadi satu tubuh.
"Snow incar titik lemahnya, cari kelemahan musuh" kata Al yang sedari tadi duduk bersama dengan Flare.
'Benda ini adalah air bagaimana bisa aku mencari kelemahan dari air?' batin Snow sedikit kesal.
Golem air itu mengeluarkan sesuatu dari tangannya. Sebuah gelembung air yang besar muncul keluar dari tangan golem itu.
'Gelembung?'
Gelembung air itu berterbangan di sekeliling Snow. Gelembung air yang terkena sinar matahari membuat warnanya menjadi berwarna-warni.
Satu hal yang terlintas di pikiran Snow setelah melihat gelembung air yang terkena sinar matahari itu 'cantik'
Salah satu gelembung air itu pecah di dekat Snow dan tetesan gelembung air itu mengenai tubuh Snow.
"Akhh...panas!"ternyata air di dalam gelembung itu sangat panas seperti uap air yang mendidih.
Snow segera menjauhi gelembung air itu kebelakang. Gelembung air itu terbang di sekeliling golem air dan melindunginya dari Snow.
'Baiklah sekarang tidak ada celah untuk menyerang golem ini' Gerutu Snow. 'Kenapa Rani membuat musuh yang sulit dikalahkan?'
'Baiklah aku akan mengikuti perkataan Al. Incar kelemahan musuh, tapi apa kelemahan yang dimiliki oleh air?' Snow memperhatikan golem air di depannya itu. Wujud air itu berbentuk gadis kecil yang memiliki rambut tergerai panjang.
'Benar juga...air tidak memiliki bentuk. Jika aku membayangkan di depanku hanya sebuah air yang diletakan di dalam guci. Aku hanya perlu menghancurkan guci itu saja agar air itu kembali ke bentuk asalnya. Ya sebaiknya seperti itu...tapi bagian mana yang aku harus serang darinya?' Snow semakin bingung dengan kondisi perlawanan sekarang dia paling tidak suka jika harus berlawan menggunakan otak.
'Apa aku serang bagian jantungnya saja? Jantung adalah inti dari kehidupan seseorang, mungkin saja jika aku menghancurkan jantungnya bentuk tubuhnya akan hilang...ya itu pantas di coba'
Snow berlari ke arah golem itu. Golem air itu menggerakan gelembung di sekelilingnya berputar untuk melindungi dirinya.
Tidak ada celah untuk masuk dan menyerang golem itu. Snow mencari cara agar bisa menyerangnya. Snow melihat ke atas golem itu dan ternyata ada ruang yang terbuka untuk Snow masuk.
Snow melompat ke atas golem itu dan melewati gelembung air itu. Satu dua gelembung air pecah di kaki Snow dan rasanya sangtlah panas.
Snow mendarat di belakang tubuh golem itu dengan kaki yang melepuh karena terkena gelembung itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Chosen One
FantasySemenjak kejadian itu Snow harus menjalani kehidupannya sehari-harinya berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Bersama dengan Al, Snow berkeliling di dunia yang berbeda mencari orang yang mau membantunya mengalahkan Ratu Kegelapan. Di dalam perjalanny...
