Chapter 16: Revenge From Amon

11 1 1
                                        

Snow membuka matanya dan mendapati dirinya sekarang berada di ruangan putih kosong tanpa makhluk hidup.

'Dimana ini? Apa kali ini aku benar-benar telah mati?' Batin Snow mengamati tempat dimana dia sekarang.

"Tidak...kau belum mati. Tempat ini hanyalah alam bawah sadarmu saja" kata seorang wanita tiba-tiba dari belakang Snow.

Snow langsung berdiri dan menjauh dari tempat asalnya dan langsung membuat kuda-kuda jika wanita di depannya itu tiba-tiba menyerang.

"Reaksimu terlalu berlebihan Snow. Apa kau sudah melupakan ku?" Kata wanita itu dengan nada yang sangat lembut.

Snow mengamati dengan benar wanita di depannya itu. Rambut panjang berwarna pirang menyentuh pinggang, mata berwarna hijau emerald, dan nada suara yang rendah yang terkesan sangat lembut. Semua itu sangatlah tidak asing bagi Snow.

Perlahan Snow meneteskan air mata yang langsung membasahi pipinya dan berlari ke arah wanita itu langsung memeluknya erat.

"Kakak!" Teriak Snow dicampur dengan isak tangis.

Wanita itu adalah Lourifa yang sering dipanggil Rifa oleh orang-orang. Wanita yang dulunya adalah seorang ksatria yang melindungi kerajaan orangtua Snow dan sekarang menjadi kakak dari anak seorang raja dan ratu yang sangat dihormatinya.

"Ternyata kau sudah sangat besar ya Snow. Terakhir kita bertemu kau sangat kecil dan juga pendek tidak kusangka kau menjadi gadis yang sangat kuat...aku bangga padamu" Rifa dengan lembut mengelus rambut Snow dengan lembut.

"Kakak jahat pada Snow! Kenapa kakak meninggalkanku seorang diri...selama 11 tahun ini aku selalu menunggu kepulangan kakak...tapi selama apapun aku menunggu kakak, kakak tidak pernah kembali...!" Tangis Snow semakin nyaring.

"Sudahlah jangan menangis lagi. Kau itu sudah besar loh tidak mungkin kau menangis masih sama seperti saat kau berumur 4 tahun. Maaf karena kakak meninggalkanmu sendiri selama 11 tahun ini. Kakak selalu berusaha untuk menemuimu lagi tapi usaha kakak selalu gagal dan pada akhirnya kakak terkurung lagi di tempat ini" kata Rifa dengan nada bicara yang sedih.

Snow melepaskan pelukannya dari Rifa. Dia sempat mendengar kata terkurung lagi di tempat ini dari Rifa dan itu membuatnya bingung. Snow menatap wajah Rifa dengan wajah yang sedih, Snow seketika menjadi panik karena tubuh Rifa yang mulai menghilang.

"Kakak apa yang terjadi padamu? Apa kau akan menghilang? Apa kau akan pergi lagi...?" Kata Snow dengan panik ditambah rasa sedih.

Rifa melihat ke arah tangannya yang mulai menghilang. "Mungkin kekuatanku hanya sebatas ini saja. Maaf karena aku tidak bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu"

"Tidak...kumohon kakak jangan tinggalkan aku lagi!" Kata Snow dengan nada yang sedih.

"Maaf ya Snow aku harus pergi. Mungkin suatu hari nanti kau bisa membebaskanku dari penjara ini dan mungkin saat itu kita bisa menjadi selayaknya kakak dan adik yang bahagia"

Tubuh Rifa menghilang tepat di depan mata Snow. Snow menatapnya dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Kakak..."

****

Snow terbangun dari mimpinya, air matanya membasahi pipinya ketika dia bangun dari tidurnya.

'Kakak...kenapa nada bicaramu sangat sedih...apa kau begitu tersiksa di suatu tempat...aku...aku...akan membebaskan dirimu kak tunggu saja...aku akan datang...'

Snow metekadkan dirinya agar suatu hari nanti dia bisa menemukan kakaknya yang berada di suatu tempat.

Snow menatap tajam ke depan dan setelah beberapa lama dia baru menyadari satu hal sekarang dia berada di sebuah kamar seseorang.

The Chosen OneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang