Gue berdiri di depan ICU, nunggu dokter yang meriksa (Namakamu) keluar .
"Duduk dulu ih.. tenang jangan terlalu khawatir" mana bisa gue gak khawatir coba??? Orang yang gue sayang sekarang gak tau gimana keadaanya.
"Gak bang " dan gue liat bang coy hanya menggeleng geleng kan kepalanya.
"Astagfirullah Saaih ini kenapa sih??" Tanya umi yang baru datang bersama Abi, kakak dan adik gue .
"Gak tau mi.. tadi Saaih lagi ambil makanan terus ada cewe yang suka gangguin (Namakamu) ketawa ketawa pas aih cari (Namakamu) udah tenggelam.. dia gak bisa renang mi" ucap gue dengan nafas yang memburu . Taukan khawatir gimana.
"Astagfirullah.. Terus sekarang bagaimana keadaannya ih?" Tanya Abi gue hanya menggelengkan kepala. Gue gak tau gimana keadaan dia .
"Kamu ganti baju dulu nih umi udah bawain kamu baju.. kata bang Bani kamu pergi gitu aja ninggalin mereka di water park dengan kamu masih pake baju gini" Umi memberikan tas yang ia bawa . Gue pun berjalan cepat ke arah kamar mandi .
"Kenapa gue bodoh banget sih?? Kenapa gue gak bisa jagain (Namakamu)" ucap gue tepat di depan kaca di kamar mandi . Gue memukul wastafel kencang hingga mungkin sekarang tangan gue sedikit berdarah .
Setelah selesai gue kembali ke depan ruang ICU . Sudah tidak ada orang . Kemana umi dan yang lain?
"Saaih .. (Namakamu) udah di pindahin ke ruang rawat .." ucap kak Sohwa sambil meraih pergelangan tangan gue .
"Tangan kamu kenapa ih?"
"Gpp kok kak.. cuman mukul wastafel" kak Sohwa menggeleng gelengkan kepalanya .
Kita berjalan ke ruangan yang di maksud kak Sohwa . Udah ada bang Nicko di sana .
"Lu kenapa sih gak bisa jagain adek gue???" Ucap bang Nicko terdengar prustasi.
"Maap bang.. tadi gue gak tau gimana kejadiannya gitu aja .. maap bang" ucap gue dan dia hanya mengacak rambut nya kasar .
"Udah nak.. kita doakan yang terbaik buat (Namakamu) .." ucap umi sambil mengelus punggung bang Nicko .
_________
Author POV
Sampai saat ini (Namakamu) masih belum sadarkan diri . Semua yang ada di rumah sakit terlihat khawatir .
"Mi kita cari makan dulu ya.. kasian adek adek" ucap Sohwa dan Sajidah dan umi hanya mengangguk setuju .
"Nicko .. Saaih makan dulu nak nanti kalian bisa nungguin (Namakamu) lagi" ucap Umi dan mereka hanya menghela nafas.
"Enggak ah mi.. Saaih gak nafsu makan" jawab Saaih dan umi hanya bisa pasrah .
"Dok apa kita boleh masuk?" Tanya Saaih saat dokter keluar dari ruangan (Namakamu) .
"Silahkan.. tapi hanya boleh berdua aja" ucap dokter itu sambil pergi berlalu .
"Yaudah kalo gitu Nicko sama Saaih aja yang ke dalem.. umi sama Abi mau cari anak anak dulu ya" ucap Abi dan di balas anggukan oleh kedua pemuda itu .
Saaih dan Nicko berjalan dengan terburu ke dalam. Saat masuk mereka langsung di suguhkan pemandangan (Namakamu) yang terbaring lemah di tambah jarum infus yang menancap di tangan dan selang oksigen di hidung nya .
Saaih mendesah, ia sangat menyesal karena tidak bisa menjaga (Namakamu) dengan baik .
"Biadab banget cewe cewe itu .. gue harus kasih mereka pelajaran" ucap Saaih membuat Nicko menatapnya .
"Kita gak punya bukti yang kuat.. apalagi mereka masih remaja susah buat masuk penjara" ucap Nicko dan Saaih hanya berdecak .
"Argg.. Kenapa sih harus kaya gini.. gue nyesel (nam) .. gue nyesel kenapa gue tinggalin lu sendiri.. gue nyesel (nam)" Saaih menggenggam tangan (Namakamu) .

KAMU SEDANG MEMBACA
Pangeran Sasquad × (Namakamu)
Fanfiction"Sorry boleh minta nomor telponnya? kita lagi challenge nih" ucap seorang pria botak yang di temani oleh seorang anak laki laki dan satu orang yang memegang kamera. "Nomor gue gak di sebar ke sembarang orang" ucap gue karna memang seperti itu kenyat...