Dua Sembilan (Flashback)

1.1K 84 26
                                    

Kita udah sampe di PIM, Saaih berjalan di depan dengan Annisa di pangkuannya. Pake gendongan bayi itu loh tau kan? Iya tau lah .

Haha aku masih nyebelin kan :v

"Mommy Azzam mau beli mobil" Azzam menunjuk mobil yang terpajang di mall ini . Haha gimana tuh .

"Yang anak kamu nih mau mobil" Saaih menengok lalu melirik mobil itu .

"Hahha kamu bisa dapet itu tapi nanti pake uang kamu sendiri nak" Saaih mengacak rambut Azzam gemas . Aku tersenyum melihat Azzam yang cemberut .

"Ayo sayang kita beli makanan .. kasian Annisa belum makan" ku tuntun Azzam supaya mengikuti Saaih . Kita berada di salah satu restoran yang memang memfasilitasi makanan untuk anak .

"Nih .. kamu tunggu ya aku sama Azzam mau pilih makanan" Saaih menyerahkan Annisa pada ku, lalu menuntut Azzam agar mengikuti nya .

"Mamy.. baaaa.. haaahha" Annisa sedang memukul mukul meja sambil menyebut nyebut mommy .

"Apa sayang.. laper ya? " Ku elus perutnya dan dia tertawa geli .

"Ini Saaih lama banget ya .." keluh ku . Ini udah hampir 20 menit tapi belum balik juga .

"Haduhh sayang kita abis di serbu" Saaih datang dengan satu nampan berisi makanan dan Azzam juga membawa nampan berisi beberapa buah buahan .

"Di serbu gimna maksudnya?" Tapi aku liat gak ada yang luka di badan mereka . Cuman pipi Azzam aja makin merah .

"Tadi ada ibu ibu mom, bilang Saaih halilintar terus Azzam halilintar terus kita di cubitin .. Azzam sakit" ahh anak mommy, dia mengeluh sambil mengusap pipinya .

"Sayang.. gapapa kok mereka cuman gemes sama kamu" aku mencium pipinya kiri dan kanan. Dan Azzam tersenyum manis. Senyuman yang di turunkan oleh Daddy nya .

"Makasih mommy.. sakitnya udah ilang" haha anak itu .

"Yang kok gak bawa nasi sih" aku liat cuman ada buah buahan, macaroni cheese untuk anak anak dan steak ayam kesukaan ku .

"Oh iya lupa" Saaih memperlihatkan baris giginya sambil menggaruk tengkuknya .

"Yaudah tunggu" Saaih berlari untuk mengambil nasi, kebiasaan udah tau aku lagi menyusui tapi gak pernah bawa nasi kan mommy butuh nasi . 

"Hira jangan ngeces.. jijik tau" haha anak itu selalu saja seperti itu . Tapi dengan baiknya ia mengelap bibir adiknya yang penuh liur mengunakan tissue .

"Iya kakak makasih" ucapku mewakili Annisa dan Azzam tersenyum .

"Mom kalo nanti Hira gede boleh ya main terus sama dia" Azzam memainkan lengan Annisa yang ingin menggapai rambut Azzam .

"Boleh dong sayang .. asal kamu jagain dia" ucap ku sambil mengelus rambut nya pelan.

"Oke mommy"

"Nih yang" Saaih datang dengan nafas berat . Siapa suruh lari lari.

"Makasih sayang"

Ku taruh Annisa di kursi bayi yang di sediakan oleh restoran ini . Lalu menaruh satu piring buah buahan dengan garpu plastik yang ku tusuk ke salah satu buah mangga.

"Mommy Azzam mau di suapin" haha anak ini masih sama seperti dulu .

"Azzam mau apa?" Mendengar itu Azzam tersenyum manis lalu menunjuk buah melon ke sukaan nya .

"Nih sayang" ku tusuk salah satu potongan buah melon lalu menyuapkan nya pada Azzam .

"Emmm enak mommy" Saaih mengacak rambut Azzam gemas .

Pangeran Sasquad × (Namakamu)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang