Flashback on
Ela berlari dengan sekuat tenaganya untuk menghindari laki-laki tersebut. Saat itu Ela sangat ketakutan sehingga dia memutuskan harus segera sampai kerumahnya.
Akan tetapi, semua usahanya itu sia-sia. Laki-laki tersebut berhasil mengejar Ela, dan tidak akan membiarkan Ela pergi begitu saja.
Tangan Ela dicekal sangat kuat oleh laki-laki tersebut Ela berusaha untuk melepaskannya. Tetapi mau bagaimana pun caranya tangan itu tidak akan lepas, karena tenaga Ela tidak sebanding dengan lelaki itu akhirnya Ela hanya bisa pasrah dan langsung menangis.
"Ela, kamu tidak usah takut. Aku tidak akan berbuat jahat kepadamu," lelaki tersebut memberi ketenangan.
"Lepasin tangan gue! " teriaknya lantang.
"Ngak, aku ngak mau lepasin kamu. Aku sayang sama Kamu La, aku mau kamu ngerti perasaan aku," terangnya dengan raut wajah yang sedih.
"Lo pikir gue percaya sama lo? Ngak gue ngak akan percaya sama apa yang barusan lo bilang. Jadi lo jangan pernah berharap perasaan lo itu akan terbalaskan. Lepasin tangan gue brengsek!!"
Ketakutan nya tadi hilang seketika dan yang terlihat sekarang hanya amarah yang meliputi Ela. Dia tidak peduli siapa lelaki di depannya ini, yang terpenting saat ini Ela harus bisa pergi dari tempat itu.
Ela terus memberontak agar tangannya terlepas. Tetapi itu tidak akan berhasil.
"Gue ngak mau lo pergi La, lo harus selalu ada buat gue." Lelaki tersebut berkata dengan suara rendahnya.
Ela tidak memperdulikan kata lelaki itu, yang ada di pikirannya saat ini hanya ingin menyelamatkan diri. Satu ide terlintas di benaknya yaitu mencari bantuan dengan cara berteriak ya berteriak pikirnya.
"TOLONGGG!!" Ela berteriak dengan sangat kuat berharap akan ada yang menolongnya.
"Lo cantik-cantik bodoh ternyata. Di sini ngak ada siapa-siapa Ela. Teriak lagi gih!"
Ela melihat sekelilingnya dan ternyata apa yang di katakan oleh lelaki itu benar bahwa tidak ada seorang pun di situ. Ela tidak menyangka bahwa dia telah salah memilih jalan.
"Gue bodoh banget sih," rutuknya dalam hati.
"Gimana gak mau teriak lagi?" suara lelaki itu menyadarkan Ela dari lamunan nya.
"Pliss!! gue mohon lepasin gue. Gue mau pulang." Ela memohon.
"Nope, gue gak akan lepasin lo," sahutnya enteng.
"MAU LO APA SIH?" tanpa sadar Ela membentaknya.
"Gue mau--" gantung nya.
"Apa?" Ela merasa was-was saat ini karena takut akan permintaan laki-laki itu.
"Gue mau lo jadi milik gue," lanjutnya dengan suara dingin yang membuat bulu kuduk Ela merinding.
"Cih,, jangan harap!" Ela berdecih dihadapan laki-laki itu.
Laki-laki tersebut merasa bahwa harga dirinya telah di injak-injak oleh wanita di depannya ini. Karena tidak terima dia melepaskan cekalan tangannya dan berahli mencekam kuat kedua pipi Ela. Ela meringis kesakitan karena ulah laki-laki tersebut.
"Berani banget lo nolak seorang Dani," matanya menajam melihat Ela.
Ela berusaha melepas tangan Dani dari pipinya tetapi selalu saja begitu tidak berhasil.
"Sepertinya main-main sama lo di sini seru kali ya. Aman ngak akan ada yang lihat." Dani menyerigai jahat dan tersenyum miring.
Takut! Itu yang di rasain Ela saat ini. Ela memikirkan caranya agar terlepas dari lelaki itu tetapi bagaimana? Oh, Ela yang malang:(
Dani melepaskan tanganya dari wajah Ela. Ela bersyukur karena rasa nya begitu nyeri di bagian pipinya, Ela yang menyadari bahwa Dani tidak mencekal nya lagi mengambil ancang-ancang untuk berlari dan ya satu,dua,tiga..
Dani kembali mencekal tangan nya. Ela tidak tau harus bagaimana lagi.
"Lo jangan coba-coba lari!!" peringatnya.
"Lo jahat banget Dan, gue gak nyangka ternyata sifat asli lo ternyata sangat bejat," air mata itu turun kembali.
"Bagus dong kalo lo tau. Tapi ah,, gue cuman M.A.U lo bukan yang lain," tekannya di kata-kata mau.
Setelah mengatakan itu Dani langsung mencium bibir Ela dengan kasar. Ela yang mendapat perlakuan tidak sopan itu hanya menangis dan pasrah karena tidak tau akan berbuat apa.
Ela tidak membalas ciuman itu, tetapi Ela menggigit bibir Dani dan alhasil ciumannya terlepas. Dani meringis kesakitan karena gigitan Ela cukup kuat dan mengeluarkan darah dari bibir nya.
Dani mengusap darahnya dengan kasar dan menatap Ela dengan mata yang tajam dan raut wajah yang dingin. Ela yang menyadari itu sudah sangat takut.
Dengan cepat Dani mendorong tubuh Ela hingga Ela terjatuh ketanah. Lihat saja siku Ela sudah tergores dan mengeluarkan darah yang tidak terlalu banyak.
Tanpa pikir panjang Dani langsung mendorong tubuh Ela untuk yang kedua kalinya sehingga saat ini Ela dalam keadaan jatuh telentang di atas tanah itu.
Dani yang melihat itu langsung menindih tubuh Ela dari atas, Ela yang mendapat perlakuan itu mencoba untuk memberontak tetapi dengan sigap Dani menahan kaki dan tangan Ela.
"Diem lo!"
"Le--lepasin gue," Ela memohon lagi.
"Ngak akan Ela, mulai hari ini lo akan resmi jadi milik gue!" jawabnya dengan senyum miring.
Tanpa aba-aba Dani merobek paksa baju seragam sekolah Ela dan usahanya tidak sia-sia. Ela sadar bahwa sekarang baju nya sudah tidak melekat di tubuhnya lagi. Dan sekarang yang tersisa hanya tanktop nya saja.
Ela menggigit bibir bawahnya ketakutan dan menangis dalam diam.
"Lo akan jadi milik gue Ela!!" seringai nya lagi.
Ela memberontak terus agar bisa terlepas, saat Ela berusaha suara Dani membuat Ela tidak dapat berkutik lagi.
"LO BISA DIAM GAK SIH?" bentaknya dengan suara kuat. Ela terus menangis bahwa dia sudah pasrah.
Saat Dani ingin mencium Ela lagi tiba-tiba seseorang memukul Dani dengan bertubi-tubi.
"MAKSUD LO APA?" tanya nya dengan amarah yang memuncak.
Orang yang memukul Dani tadi adalah Ozi. Ozi tidak terima adiknya di perlakukan seperti itu.
Kalian pasti bertanya mengapa bisa Ozi ada disitu? Ok jadi gini, sudah sedari tadi Ozi menunggu Ela didepan sekolah akan tetapi Ela tidak menampakkan diri akhirnya Ozi bertanya kepada salah satu siswi yang melintas di depannya untuk bertanya apakah bertemu dengan Ela? Dan ya Ozi mendapat jawaban kalau Ela sudah pulang sedari tadi dengan berlari sangat kencang, seperti itu jawaban nya.
Akhirnya Ozi pergi mencari Ela sudah cukup lama tetapi Ela tidak ketemu. Tidak tau kenapa Ozi melihat jalan kecil sempit dan gelap itu akhirnya Ozi memutuskan untuk memasukinya. Saat sudah mulai masuk kedalam Ozi mendengar suara wanita menangis dan suara lelaki berkata dengan kasar. Ozi semakin penasaran dan ya saat melihat siapa yang menangis Ozi langsung memukul laki-laki itu dengan bertubi-tubi.
Ozi tidak bisa diam saja karena adik nya telah di perlakukan kasar oleh pria di hadapannya ini. Ozi tidak memberi kesempatan untuk laki-laki tersebut sehingga tidak adanya perlawanan. Setelah dirasa sudah cukup Ozi berhenti memukulnya dan segera berahli memeluk adiknya.
Tbc...
Tunggu kelanjutannya teman-teman😁
Gimana seru ngak?😅
Jangan lupa Votmennya 🤗Maaf deh ngak bisa update tiap hari😢
Sampai jumpa di part lainnya🤗➡️

KAMU SEDANG MEMBACA
FELA [ON GOING]
Teen Fiction"Sejak engkau hadir di dalam kehidupan ini, aku tahu persis bahwa berbagai tantangan akan hadir di dalamnya. Namun itu bukanlah apa-apa dibandingkan saat engkau meninggalkan ku dan semua kenangan tentang kita yang sudah terajut bersama. Ada banyak k...