"Saat banyak orang sibuk untuk menjadi sempurna, sederhana jadi langka rasanya"-Ferdi Saputra
Bel pulang sekolah sedari tadi sudah berbunyi, tetapi gadis itu belum juga pulang kerumah karena sang kakak belum datang untuk menjemput.
Sekarang jam menunjukkan pukul 16.30 sudah satu jam lamanya dia menunggu tetapi tanda-tanda sang kakak untuk datang tidak ada.
Sekolah tersebut belum terlalu sepi karena masih banyak siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Karena kesal akhirnya dia berjalan menuju halte yang berada didekat sekolah itu.
Kalian pasti sudah tau siapa gadis itu, ya siapa lagi kalau bukan Ela gadis cantik bertubuh mungil.
Sedari tadi Ela tidak berhenti mengumpati kakaknya dalam hati. Ela hanya bisa menghela nafas terus membuangnya secara perlahan, duduk berdiri, hanya itu yang dapat dilakukannya saat ini.
"Ish! kak Ozi kemana sih lama banget. Dia gak tau apa kalo gue udah bosan disini," monolognya sendiri.
Sudah terlalu lama menunggu hingga tidak terasa sekolah sudah mulai sepi murid-murid yang mengikuti ekstrakurikuler sudah pulang sedari tadi. Ela sekarang merasa sangat takut.
Ela mendengar suara deru motor keluar dari daerah sekolah, seketika kepala Ela menoleh kebelakang untuk melihat siapa orang tersebut. Dan ternyata suara motor itu dihasilkan oleh cowok-cowok populer Sma Cakrawala siapa lagi kalo buka Ferdi and the genk.
"Loh, lo kok masih disini? Bukannya jam pulang udah dari tadi? lo ikut ekstrakurikuler?"tanya Raka beruntun.
Ela menghela nafas. "Gue nunggu kakak gue tapi kagak dateng-dateng."
"La gue anter pulang ya?" Gilang menawarkan diri.
"Wah wah wah, gercep amat lo Lang dekatin Ela." Dodi sangat antusias melihat reaksi Gilang yang menawarkan diri untuk mengantar Ela pulang.
"Woi Gilang lo gimana sih, hargai dong babang Ferdinya."
Ferdi yang merasa namanya dibawa dalam topik pembicaraan itu hanya menatap mereka datar.
"Lo gak ada niatan mau nganter Ela?" tanya Gilang memastikan.
"Ogah!"
"HE! KULKAS BERJALAN LO PIKIR GUE MAU DIANTAR PULANG SAMA LO? GUE JUGA OGAH KALI DIANTAR SAMA MANUSIA ES KAYAK LO!" ucap Ela mengebu-gebu.
Mereka yang mendengar suara Ela hanya bisa tutup telinga sambil geleng-geleng kepala.
"Aduh Ela cantik, gue tau suara lo bagus. Sangking bagusnya lo bisa kan gak usah teriak-teriak gitu." Raka berkata seperti itu karena merasa terganggu dengan suara Ela.
"Bodo amat gue gak peduli." Ela berujar ketus karena masih emosi.
"Hmm, La gimana mau kan gue anter." Gilang bertanya untuk yang kedua kalinya.
"Yaudah gue pulang bareng lo aja Lang," ujar Ela lembut sambil memberikan senyum terbaiknya.
"WHATT?! APA-APAAN LO LA WAKTU GUE NGOMONG LO BALASNYA KETUS AMAT! GILIRAN GILANG NGOMONG LO LEMBUT BANGET TERUS LO KASIH DIA SENYUM MANIS LO ITU LA! AAAA GUE KESEL SAMA LO LA. Sakitnya tuh disini La, disini!" tunjuk Raka didadanya sambil berkata dramatis.

KAMU SEDANG MEMBACA
FELA [ON GOING]
Teen Fiction"Sejak engkau hadir di dalam kehidupan ini, aku tahu persis bahwa berbagai tantangan akan hadir di dalamnya. Namun itu bukanlah apa-apa dibandingkan saat engkau meninggalkan ku dan semua kenangan tentang kita yang sudah terajut bersama. Ada banyak k...