Berdua

60 11 0
                                    

Sudah puas memandangi keindahan alam tersebut, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Tidak terasa waktu sangat cepat berjalan, dan hari pun mulai sore.

Ela mengajak Ferdi untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang kerumah.

"Di, kita makan dulu ya. Gue udah laper soalnya," ajak Ela.

"Iya." Seperti biasa jawaban yang diberikan Ferdi akan sangat jelas.

Ela mendengus karena balasan yang diberikan oleh Ferdi, setelah itu dia memandang keluar lewat kaca mobil. Tidak berapa lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka. Mereka memilih makanan yang berada di pinggir jalan. Karena makanan disitu sangat enak.

Ela turun dari mobil dan Ferdi mengikutinya dari belakang. Saat ini mereka akan memakan nasi goreng tempat biasa Ferdi saat sedang keluar.

Saat sedang menunggu, mereka sibuk dengan ponsel masing-masing. Mereka berdua menghentikan aktivitas nya karena suara penjual nasi goreng itu.

"Silahkan dimakan dek," ucap penjual itu lalu pergi kembali.

Ela pun memakan nasi goreng itu dengan lahap, kalau dilihat dia seperti tidak makan setahun. Ferdi yang melihat itu geleng-geleng kepala, karena melihat tingkah gadis didepannya ini.

"Pelan-pelan aja makannya, ntar keselek," ucapnya dengan memerhatikan Ela lekat.

"Enak banget makanannya. Gue mau tambah satu porsi lagi boleh ngak?" Ela tidak mengindahkan ucapan lelaki yang ada didepannya itu, melainkan Ela meminta untuk tambah.

"Rakus amat lo," tukasnya.

"Suka-suka gue dong, kenapa jadi lo yang sewot. Kalo ngak mau beliin ya udah gue bisa beli sendiri!" Ela sudah sangat kesal melihat nya.

"Emang lo punya duit?"

Ela yang ditanya seperti itu langsung berpikir apakah dia ada membawa uang tadi. Dengan segera Ela melihat isi tasnya dan ya ternyata dompetnya sudah tertinggal dirumah.

Ela kembali menatap Ferdi dengan cengiran lebar sehingga menampilkan deretan gigi putihnya.

"Uang gue ketinggalan. Gimana dong?"

"Mana gue tau." Ferdi menghendikkan bahunya.

"Lo bayarin ya nasi goreng gue ini. Tapi janji deh gue ngak tambah," ucapnya memelas.

"Uang gue pas-pasan."

"Serius lo?! "

"Iya. Jadi gue hanya bisa bayar nasi goreng gue sendiri."

"Terus gue gimana dong." Ela terlihat seperti orang yang putus asa karena tidak bisa membayar makanannya. Ferdi yang melihat itu hanya bisa menahan tawa, dia berpikir sebaiknya dia mengerjai Ela sampai dia merasa puas.

"Ya gampang aja sih. Lo tinggal cuci piring aja ntar kan lo ga perlu bayar," sahutnya enteng. Terlihat sekali Ferdi ingin tertawa, tetapi ditahan dulu.

"Ela ngak mau," balas Ela dengan suara pelan, seperti bisikan.

Ferdi sudah tidak tahan menahan tawanya dan akhirnya dia pun tertawa sangat keras, sampai-sampai sudut matanya mengeluarkan air mata. Ela yang melihat itu hanya melongo dengan mata membesar dan mulut sedikit terbuka.

Ferdi yang sadar akan apa yang dilakukan nya barusan langsung menghentikan tawanya, dia berdehem untuk menetralkan keadaan. Lihat saja Ela sangat nyaman dengan posisi mulut terbuka.

"Kenapa lo lihatin gue sampai segitunya?" tanyanya.

"Lo tadi ketawa?" Ela masih tidak percaya akan apa yang dilihatnya tadi.

"Nggak."

"Halah, ngeles ae lu nyet."

"Lo bilang gue monyet?" Ferdi tidak terima dong akan ejekan Ela tadi.

"Iya kenapa? Lo ngak suka?" Ela mengangkat dagunya ke atas seolah-olah ingin menantang.

"Ya iya lah gue ngak terima lo bilang monyet. Orang ganteng gini dibilang monyet. Mata lo sehat?"

"Lo bilang lo ganteng?"

"Ya iya lah."

"Haha, eh sini gue kasih tau. Iya sih lo itu gan–" ucapan Ela terpotong oleh Ferdi.

"Kan udah gue bilang gue itu ganteng. Mata lo aja yang sakit."

"Eh kuda nil. Gue belum selesai ngomong lo langsung main potong aja," ucap Ela kesal.

"Yaudah lanjutin ucapan lo."

"Lo itu ganteng kalo dilihat dari...." Ela sengaja mengantungkan ucapannya dan menatap Ferdi dengan mata memicing, "Dari lubang pipet," lanjutnya sambil tertawa dengan keras.

"Makasih pujiannya." Dan sekarang Ferdi yang dibuat kesal oleh Ela. Ela senang karena bisa membalas Ferdi.

"Satu sama ok, kita seimbang. Udah ah gue udah ngantuk. Kita pulang yuk." Ela berdiri dari kursi yang dia duduki tadi.

"Emang lo ada duit mau bayar?"

"Serius lo ngak bawa duit lebih?"

"Hmm. "

Setelah itu Ferdi meninggalkan Ela dan akan membayar makanan mereka berdua. Sementara saat Ferdi sudah selesai membayar Ela masih setia berdiri di tempatnya tadi.

"Mampus gue. Bodoh banget sih gue, kenapa coba gue bisa lupa bawa duit tadi. Gue ngak mau ntar disuruh cuci piring karena ngak bisa bayar," gerutunya.

Ferdi sudah berdiri dihadapan Ela dia hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan Ela barusan.

"Kebanyakan nonton sinetron lo. Udah ah ayo pulang, udah malem," ucapnya sambil menarik tangan Ela keluar.

"Udah lo bayar kan?" tanya Ela memastikan.

"Hmm," balasnya sambil membuka pintu mobil.

Setelah itu mereka pun meninggalkan tempat itu, dan Ferdi akan mengantar Ela pulang kerumahnya. Selama dua  perjalanan Ela menguap berulang kali. Sudah sangat jelas bahwa Ela sudah dilanda kantuk yang berat.

"Tidur aja," suruhnya.

"Ngak mau ah, ntar lo ngak nganter gue kerumah gue lagi," balas Ela.

"Terserah." Setelah itu terjadi keheningan didalam mobil tersebut. Tidak terasa mereka pun sampai didepan rumah Ela. Ferdi memarkirkan mobilnya dan turun disusul oleh Ela.

"Thanks udah mau nganterin gue pulang," ucap Ela.

"Sama-sama. Yaudah sana masuk," ucapnya sambil mendorong tubuh Ela perlahan.

"Iya-iya, lo juga hati-hati dijalan jangan ngebut bawak mobilnya," peringat Ela.

"Hmm, besok pagi gue jemput gak terima penolokan!" tegasnya.

"Terserah."

"Yaudah sana masuk jangan lupa kunci pintunya."

"Iya." Setelah itu Ela pun masuk kedalam rumah dan mengunci pintu.

Ferdi yang melihat itu langsung tersenyum di kegelapan malam. Dia pun kembali kedalam mobil dan pergi menuju rumahnya karena hari sudah cukup larut.

Ela yang mendengar suara mobil sudah pergi akhirnya beranjak naik keatas kamarnya. Saat sudah sampai di kamar Ela langsung menghempaskan tubuhnya di kasur. Dia sudah cukup lelah untuk hari ini, dan tidak perlu waktu yang lama Ela sudah tenggelam dalam tidur nyenyaknya.

Tbc...

Huaaa😥Kita ketemu lagi:)
Part 15 akhirnya tuntas juga
Monmaap semua author tidak bisa update tiap hari 😂
Up nya seminggu sekali. Ok

Votemen nya kuy..

FELA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang