Aku tidak tau sejak kapan perasaan ini ada kepadamu
Selamat membaca🌞
Bulan telah menyelesaikan tugasnya, dan sekarang di gantikan dengan matahari. Sinar matahari masuk melalui celah-celah kamar itu, tetapi Ela masih beegelut dalam selimut nya karena Nyaman.
"Bangun woii!!" teriaknya dengan sangat kuat.
"Lima menit lagi kak."
"Lima menit kata lo, noh lo lihat jam," ucapnya kesal.
"Jam berapa?" tanyanya masih dengan keadaan setengah tertidur.
"07.10" jawabnya enteng.
"Ooo," sahutnya "WHATT?? JAM 07.10 BERARTI LIMA MENIT LAGI GUE TELAT DONG!!AAA KAK OZI LO KENAPA GAK BANGUNI GUE?" tanya nya saat nyawanya sudah terkumpul semua.
"Salah lo, gue dari tadi sudah banguni lo. Jadi jangan salahkan gue kalau lo telat," jawabnya tenang.
"Terus gimana dong?" Ela terlihat sangat frustasi.
"Mending lo mandi cepatan. Biar gue anter," Ozi menyeret Ela dari tempat tidur nya menuju kamar mandi.
Ela mandi dengan terburu-buru, setelah selesai mandi Ela bergegas memakai pakainnya dengan gerekan yang sangat cepat. Saat semuanya selesai Ela turun menemui kakaknya.
"Udah, ayok kak gue gak mau telat!" ucapnya sambil menarik tangan Ozi keluar rumah.
"Dasar bocah!" ucapnya sambil menyetir mobil.
"Ih, cepetan dong kak bawak mobilnya!" serunya kesal.
Ozi menambah kecepatan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Ela sangat takut karena kakaknya membawa mobil dengan sangat kencang.
"Pelan-pelan dong kak! Gue masih sayang nyawa!"
Ozi tidak memperdulikan nya, tujuannya saat ini agar cepat sampai sekolah. Usahanya tidak sia-sia membawa mobil dengan laju yang sangat cepat.
Tetapi lain halnya dengan Ela, saat ini Ela menatap gerbang yang sudah tertutup rapat di depannya dengan tatapan nanar.
"Kak, gerbangnya udah di tutup!" ucapnya lesu.
"Terus?"
"Gue hari ini bolos ya?" ucapnya memelas.
"Ngak, masuk lo sekarang. Kalau lo hari ini bolos duit jajan lo gue potong dua bulan. Gimana?"
"Iya gue masuk. Puas lo!"
Ela keluar dari mobilnya dan menutup pintu dengan sangat kuat. Ozi hanya terkekeh di dalam mobil nya setelah itu dia pergi meninggalkan sekolah Ela.
"Dasar kakak laknat!" umpatnya kesal.
Ela menantap gerbang tersebut dengan tidak bersemangat. Dia tidak tau akan masuk darimana, dia memutuskan untuk duduk di depan gerbang dengan keadaan yang sangat ngenes.
"Entah apa yang merasukimu wahai kakak luknut!" kesalnya.
◼️◼️◼️
Telat. Satu kata yang sudah biasa di hadapinya sejak dulu, jadi tidak akan ada rasa takut. Ferdi menambah kecepatan laju motornya agar cepat sampai di sekolah, akan tetapi percuma saja karena gerbang sudah tertutup rapat.
"Sial" batinnya.
Tapi tunggu dulu. Ferdi melihat seseorang duduk di depan gerbang dengan keadaan yang sangat tidak sedap di pandang oleh mata.
Ferdi kenal sama orang itu. Akhirnya dia memutuskan untuk menghampiri orang tersebut, Ferdi menepuk pundak orang itu dengan gerakan pelan.
"Ela?"

KAMU SEDANG MEMBACA
FELA [ON GOING]
Novela Juvenil"Sejak engkau hadir di dalam kehidupan ini, aku tahu persis bahwa berbagai tantangan akan hadir di dalamnya. Namun itu bukanlah apa-apa dibandingkan saat engkau meninggalkan ku dan semua kenangan tentang kita yang sudah terajut bersama. Ada banyak k...