Chapter 5

190 8 0
                                        

"Dokter" ucap Hanna pelan Kepada dokter yang sedang Memeriksanya

"Iyah Mbak?" ucap dokter itu "sudah sadar?"ucapnya kembali

" dokter siapa yang sudah membawa saya Kesini?" ucap hanna

"Seorang laki laki muda, dia ada diluar apa mau saya panggilkan?" ucap Dokter sambil tersenyum

"Dokter Apa saya Baik baik saja?" ucap hanna Cemas.

"Mbak, Apa mbak mengindap penyakit Kanker? Apa mbak sudah tau?" ucap dokter Penasaran

"Sudah dok" ucap Hanna sambil Tersenyum terpaksa

"Saya sarankan Mbak untuk istirahat banyak dan Jangan kecapekan itu akan mengakibatkan Berbahaya kepada Kondisi mbak, Satu lagi jangan banyak pikiran" ucap Dokter mengingatkan

"Iyah dok" angguk Hanna. "Tolong jangan beritahu Laki laki yang membawa saya kesini soal ini ya dok" ucap Hanna

"Baik mbak saya permisi" ucap dokter lalu keluar

Bima Duduk sambil menunduk Dikursi depan Ruangan Hanna. Lalu Dokter keluar Dari ruangan itu, bima langsung Berdiri dan menghampiri Dokter tersebut.

"Bagaimana keadaan Pasien? Apa dia baik baik aja?" ucap bima

"Dia sudah sadar" ucap Dokter

Bima pun tidak menghiraukan dokter lagi, Lalu Bima segera masuk kedalam Ruangan tersebut dan melihat Hanna sedang terbaring sambil menatap kearah Bima.

"Gimana keadaan Lo?" ucap Bima Sambil Duduk disamping Hanna

"Gpp, Gw baik baik aja" ucap Hanna

"Oh syukur" ucap Bima cuek

Tiba tiba Ponsel Bima Berbunyi menandakan ada panggilan.

Kringgggggg.....

Bima langsung mengambil Ponsel yang ada disakunya Dan menjawab Telpon itu

"Hallo" ucap Bima

"Lo dimana?"

"Rumah sakit" ucap Bima

"Ngapain? Hanna dimana?!"

Bima tidak menjawab Pertanyaan seseorang itu, bima langsung mematikan Telpon Tersebut. Hanna yang memperhatikan Bima Pun kebingungan.

"Siapa?" tanya Hanna

"Adiva" ucap Bima

Hanna hanya memandang Kembali wajah Bima, Bima pun membalas Tatapan Itu lalu tersenyum tipis pada Hanna.

"Bim Gw laper" ucap Hanna

"Mau makan apa?" tanya Bima

"Terserah" ucap Hanna

"Ya udah gw beli makanan dulu" ucap Bima sambil beranjak dari duduknya

"Hati hati ya" ucap Hanna sambil tersenyum

Bimapun tersenyum, lalu mencium kening Hanna, Hati hanna Terkejut, jantungnya Berdetak, pasal nya itu baru pertama kali dia dicium oleh Bima. Pipi Hanna Merah seketika seperti kepiting rebus. Bima hanya tersenyum lalu Keluar untuk membeli makanan.

Saat Bima sudah Pergi, tiba tiba Datang Adiva Dan Romeo Membawa Sebuah bingkisan. Karna adiva sudah Yakin bahwa yang sakit itu Hanna.

"Hanna" ucap adiva didepan pintu

"Adiva" ucap Hanna terkejut

"Lo kenapa? Kok bisa ada disini? Lo diapain sama Bima?" ucap Adiva Cemas.

Hanna Ariestella [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang