Adiva memandang Romeo bingung, sebenarnya apa yang akan ia bicarakan padanya sehingga harus bicara disini.
Sementara Romeo masih duduk termenung disamping Adiva, dia masih enggan bicara, Dia masih berpikir untuk merangkai kata kata yang tepat untuk Menembak Adiva. Meski hatinya berat namun ini permintaan Hanna, ia tidak bisa menolak.
Adiva gw suka sama lo. damn! Salah bukan itu!
Adiva gw disuruh hanna buat jadi pacar lo. Dasar tolol mana boleh dia bicara seperti itu!
Adiva kita pacaran! Sial bukan itu.
Romeo mengacak Rambutnya prustasi dari tadi dia Merangkai kata yang tepat namun tak menemukannya.
"Romeo, katanya lo mau ngomong, ngomong aja sih kok tegang gitu mukanya" ucap Adiva yang sedari tadi memperhatikan Romeo
"Em div" ucap bima sambil menggenggam kedua tangan Adiva, adiva terkejut dan menatap Mata romeo, mata merekapun bertemu jantung Adiva berdetak hebat, wajahnya merah menahan Malu saat ditatap oleh Romeo.
"Lo mau gak jadi pacar gw" ucap Romeo dengan nada Gemetar dan pelan.
Mata Adiva seketika membelalak melotot sambil terus menatap Romeo, Bibirnya Gemetar Bingung apa yang akan ia jawab. Jantungnya sekarang sudah berdetak lebih kencang daro tadi mungkin sebentar lagi loncat untuk kabur menghindari Romeo.
"Lo.... Lo see...serius roo.. Roo meo" ucap adiva gugup setengah mati
"Iyah, gw serius" ucap Romeo
"Bukannya lo sukanya sama Hanna" ucap Adiva yang membuat romeo Diam sejenak.
Sial! Apa yang harus ia katakan lagi, iq sudah Lelah merangkai kata sedari tadi, dan kini ia harus merangkai kata baru lagi. Benar benar membosankan!
"Kata siapa, gw cuma becanda, biar si bima itu gak Sakitin si Hanna lagi" ucap Romeo dengan ekspresi Susah ditebak
Satu senyuman terlukis dibibir Tipis adiva, ia sangat bahagia, Lelaki yang ia Harapkan kini ada dihadapannya dan mengutarakan perasaannya. Sungguh ini keajaiban tuhan yang tak ternilai harganya.
"Gw mau meo, gw mau jadi pacar lo" ucap Adiva semangat
Romeo mengangguk dan tersenyum kearah Adiva, lalu memeluk wanita itu dengan erat, akan tetapi dia membayangkan Wajah hanna, ia berkhayal kalo wanita yang sedang ia peluk adalah hanna. Senyum Bahagia terus terlukis diwajah adiva, ia benar benar bahagia, seandainya Ada hanna mungkin Dia sudah menjerit histeris kearah telinga sahabatnya itu.
"Ke kantin yuk" pekik Romeo sembari melepaskan Pelukannya.
Adiva hanya mengangguk lalu berdiri sambil menggandeng tangan Romeo berjalan menuju arah kantin.
"Romeo, pulang sekolah kita jenguk Hanna ya" ucap Adiva sembari memasukkan makanannya kedalam mulut
Romeo tersedak, adiva pun langsung memberikan air putih kepada Romeo, tepatnya kekasih barunya itu.
"Pelan pelan" ucap Adiva
Romeo mengangguk lalu mengiyakan Ajakan Adiva.
*******
Romeo dan adiva pun telah sampai dirumah Hanna, adiva menjinjing Kresek yang berisi buah buahan segar yang ia beli saat menuju Rumah hanna.
"Hanaaaaaaaaa Im miss you" pekik Wanita itu didepan pintu kamar Hanna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hanna Ariestella [COMPLETED]
Short StoryA tragic love life a girl named Hanna's Ariestella to cause herlself have an illness and end in death
![Hanna Ariestella [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/202236655-64-k163855.jpg)