_______happy reading guys__________
Tinggalkan jejak kalian dengan cara voting oke
Pintu apartemen Bima terbuka, seseorang berdiri Dengan tangan mengepal dan Tatapan wajah tajam kearah Bima. Bima terkejut saat Melihat seseorang sudah berdiri diambang pintunya.
"Punya sopan santun gak lo?" ucap Bima tegas sambil berdiri
"Ck! Buat apa gw sopan sama Bajingan kayak lo!" ucap Romeo sambil terkekeh
"Sialan! Ada perlu apa lo kesini?" ketus Bima
"Lo tau! Hanna sekarat sekarang! Dan lo tau itu gara2 siapa? Elo! Ucap romeo sambil Menunjuk Bima
Bima diam tak berkutik, pantas saja ponsel hanna tidak dapat dihubungi jadi ternyata hanna Sakit lagi. Oh shit bodoh sekali!
" Kurang puas lo nyakitin dia? Lo gak kasian dia bulak balik Rumah sakit! Lo tau kan dia punya penyakit! Kenapa____
"Antar gw kerumah sakit!" sergah Bima yang langsung beranjak Dari Apartemennya.
******
"Kanker otak sudah memasuki Stadium terakhir, ini keadaan bahaya, Kemungkinan kecil Untuk pasien bertahan hidup dalam jangka lama, pasien juga keadaannya sangat kritis dan bisa dikatakan sedang dalam kondisi koma." jelas Dokter yang Membuat Adiva menganga tak percaya.
"Dokter, tolong lakukan yang terbaik untuk pasien" ucap adiva dengan derai airmaranya
"Tentu, kami akan melakukan yang terbaik, baiklah saya permisi, selamat siang" ucap Dokter yang dibalas Anggukan oleh Adiva.
Adiva langsung mengambil Ponselnya dari saku celana miliknya, dia langsung mencari nama Seseorang disana. Setelah menemukannya dia langsung menghubungi Seseorang tersebut.
"Halo" ucap adiva gemetar
"Halo adiva, ada apa? Tumben sekali menelpon" ucap seseorang
"Tante, bisakah tante pulang sekarang? Hanna___ hanna"
"Ada apa dengan hanna adiva? Apa dia baik baik saja?" ucap Shopia momy Hanna
"Dia__ dia koma tante" lirih adiva pelan
Shopia tidak merespon ucapan Adiva, ia menangis dengan kencang, hingga adiva mendengar Tangisan wanita paruh baya itu.
"Tante, Bisa pulang?" ucap Adiva Kemudian
"Tante akan usahakan sekarang nak, baik tante tutup telponnya" ucap shopia dengan suara serak lalu mematikan sambungan telponnya secara sepihak
Adiva masih duduk menunggu romeo datang, Hatinya benar benar Cemas Disisi lain Hanna sedang dalam keadaan koma, disisi lain juga Romeo belum Kembali, ia takut Romeo Malah ribut dengan Bima.
"Adiva" ucap Romeo tiba tiba
Adiva terkejut saat melihat Romeo dan Bima sudah berdiri disampingnya, Sejak kapan mereka disana hingga Adiva tidak menyadari kehadiran mereka sama sekali. Adiva langsung memeluk tubuh romeo Dengan erat, Wajahnya ia tenggelamkan kedalam dada bidang romeo, Ia tumpahkan segala Tangisannya didada Romeo, romeo bingung entah apa yang terjadi pada adiva. Romeo membalas pelukan adiva tak kalah erat.
"Ada apa adiva? Kenapa nangis?" ucap Romeo cemas
"Hanna, hanna koma" ucap Adiva sambil menatap romeo
Deg
Jantung romeo begitupun jantung bima seketika Berdetak lebih kencang, Hati mereka sakit saat mendengar Pernyataan tersebut.
"Lo serius!" ucap Bima dengan gemetar yang dibalas anggukan Oleh Adiva.
"Ini gara gara lo!" bentak Romeo sambil menunjuk Bima
Bima tidak membela dirinya sendiri, memang benar ini semua salah dirinya, tidak seharusnya dia Menghianati Hanna.
Pikirannya kacau, Jiwanya hancur, memikirkan kondisi hanna sekarang.
********
Malam hari sekitar pukul 20:00 Mereka bertiga masih setia menunggu perkembangan hanna kali ini mereka menunggu didalam ruangan karna dokter sudah memperbolehkan Mereka masuk.
"Hanna, bangun maafkan aku" lirih Bima sambil menggenggam tangan Hanna "kalo kamu bangun, Aku janji Bakal jadi laki laki yang baik buat kamu, aku juga janji bakal jadi Pangeran yang selalu kamu Impikan" ucap Bima dengan airmata yang tak terasa mengalir membasahi pipinya.
"Sekarang lo nyesel setelah liat hanna begini kan?" ucap Romeo Dengan tegas namun tak diindahkan Oleh bima.
Pintu ruangan Terbuka, seorang wanita paruh baya dan Laki laki Seumurannya pun berdiri didepan pintu. Mata keduanya sayu dan sembab seperti akibat menangis.
"Hanna" lirih shopia sambil mengelus rambut Hanna lembut. "Bangun sayang, Momy dan dady disini" ucap Shopia sambil menangis tersedu sedu.
Adiva memeluk tubuh Romeo yang sedang duduk disampingnya, adiva tidak Tega melihat shopia menangis seperti itu sementara Albert ayah dari Hanna hanya diam mematung menahan tangisnya.
*******
Keesokan harinya, Diruangan Hanna hanya tinggal ada Shopia Albert dan Adiva, karna Bima dan Romeo izin untuk Pulang dan mengurus Kampus terlebih dahulu.
"Nak adiva, kau sudah makan nak?" ucap Shopia dengan suara serak bekas nangis semalaman
Adiva menggeleng lemas, memang dari kemarin dirinya tidak makan, entah kenapa mood makannya Tidak Selera, Rasanya dirinya Hanya ingin Menemani Hanna disini.
"Dad, belikan sarapan untuk kita" ucap Shopia yang dibalas anggukan oleh albert lalu berjalan Keluar meninggalkan Mereka.
"Adiva, Kenapa hanna bisa seperti ini" ucap Shopia sambil menatap Adiva
Adiva bingung, apa dia harus menceritakan yang sebenarnya, tapi tidak mungkin, kedua orang tua Hanna akan membenci Bima.
"Tante menemukan ini dikamar hanna" ucap Shopia sambil mengambil dan menyodorkan kertas kepada adiva.
Adiva melirik kertas itu, Lalu mengambilnya, Saat dia hendak membuka namun kegiatannya dihentikan oleh Shopia.
"Jangan dibuka, Itu seperti untuk Bima, kau bisa memberikan kertas itu saat Waktu yang tepat" ucap Shopia
Waktu yang tepat?
Apa maksudnya!
"Sebelum masuk ruangan ini, terlebih dahulu tante menemui dokter yang memeriksa hanna, dokter Bicara mengenai Penyakit hanna, Dia bilang umur hanna sudah Tidak lama lagi, kanker ganas itu sudah memenuhi sarap otak Hanna, kalaupun hanna bisa sembuh itu hanya kemungkinan kecil nak" ucap Shopia sambil menangis dipelukan Adiva
Adiva pun ikut menangis, hatinya sakit tidak bisa menompang ucapan dari Shopia "jangan bicara seperti itu tante, Kita serahkan pada Tuhan, karna hanya Tuhan yang tau tentang ini" ucap Adiva sambil mengelus punggung Shopia
Pintu ruangan pun terbuka, Albert sudah kembali dengan membawa kantong kresek berisi makanan pesanan Shopia untuk mereka.
"Sudah jangan menangis, kita makan dulu jangan sampai kita juga sakit. Kalo kita sakit siapa yang menjaga hanna" ucap Albert sembari mengusap Lembut rambut istrinya itu.
Merekapun Membuang airmatanya dengan cepat, lalu mulai memakan Makanan yang sudah ada dimeja tersebut.
Bersambung
Sorry ya gaes baru update, terus Maaf juga nih kalo banyak typo wkwk maklumin aja ok.
Jangan sad!
KAMU SEDANG MEMBACA
Hanna Ariestella [COMPLETED]
Short StoryA tragic love life a girl named Hanna's Ariestella to cause herlself have an illness and end in death
![Hanna Ariestella [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/202236655-64-k163855.jpg)