Mommy, makanannya lucu ya. Bentuknya ikan," kata Jinu sambil menatap kagum pada makanan di hadapannya.
Sekarang memang Jinu, Minju, dan Jaemin sedang makan malam di restoran yang masih berada di dalam hotel mereka.
Makanan yang berada di hadapan Jinu adalah Twin Fish Dumpling in Lotus Pond, semacam dim sum berisi fillet ikan segar dan potongan udang dan dibungkus dengan bentuk ikan. Bentuknya memang lucu. Terdapat dua buah sehingga disebut ikan kembar. Lalu di makanan itu juga terdapat garnis yang dibuat seperti bunga teratai. Semua itu membuat makanan itu benar-benar terlihat menarik. Minju juga memesan makanan yang sama dengan Jinu.
Berbeda dengan Jaemin yang memesan Wok-fried Sliced Veal Tenderloin in Pepper Garlic Sauce, yaitu semacam terderloin lada hitam dengan sayuran buncis.
"Iya, sayang. Ayo cepat dimakan," ucap Minju pada Jinu yang duduk di sebelahnya. Sementara Jaemin duduk di hadapan mereka.
"Jinu suka makanannya?" tanya Jaemin dengan ramah.
Jinu hanya mengerucutkan bibirnya sambil menatap tidak suka pada Jaemin.
"Jinu, tidak boleh begitu pada Jaemin-ahjusshi," kata Minju yang merasa tidak enak hati pada boss-nya karena anaknya selalu saja bersikap kurang sopan pada Jaemin.
"Mianhae, Jaemin-ahjusshi," ucap Jinu setengah hati.
"Iya, tidak apa-apa, Jinunie," kata Jaemin sambil mengambil ponsel di saku celananya karena dia merasa ponselnya berdering.
"Sebentar ya, aku terima telepon dulu," lanjut Jaemin untuk pamit meninggalkan meja makan pada Minju.
Minju hanya mengangguk dan kembali menatap makanan di hadapannya –yang belum sama sekali dia sentuh. Sejujurnya Minju tidak begitu lapar. Sepulang rapat tadi sore, Jaemin mengajaknya makan walaupun makanan tersebut masih bisa dibilang cemilan sambil minum secangkir kopi.
"Ah, Daddy!" Jinu sedikit berteriak senang saat melihat ayahnya juga datang ke restoran yang sama dengannya.
Yujin hanya tersenyum simpul dan berjalan menuju meja makan tempat anaknya berada. Tentu saja Yujin tidak sendirian. Ada Wonyoung yang selalu menempelnya kemana-mana. Dan itu juga membuat Jinu tidak begitu senang.
"Daddy, ayo sini... makan sama akuuu~" pinta Jinu.
Yujin hanya terdiam. Dia terlihat berpikir sambil melirik ke arah Minju yang kini bersikap begitu acuh padanya.
"Daddy, ayoooo duduk di sini~" sekali lagi Jinu agak merengek pada ayahnya.
Yujin menatap Wonyoung sekilas. Ada raut kecewa di wajah wanita itu. Sepertinya Wonyoung menginginkan makan malam berdua saja dengan calon suaminya itu.
"Baiklah, Daddy makan di sini," ucap Yujin akhirnya.
Hal itu membuat Wonyoung terlihat begitu tidak suka. Tetapi mau tidak mau akhirnya wanita itu ikut duduk di sebelah Yujin.
Tak lama kemudian, Jaemin kembali setelah dia selesai menerima telepon. Wajahnya terlihat panik. Dia bahkan tidak mempedulikan Yujin dan Wonyoung yang kini telah bergabung di meja makannya.
"Minju-yaa, ikut aku. Ada masalah penting," kata Jaemin sambil menyuruh Minju untuk mengikutinya.
Yujin hanya kembali menatap tidak suka melihat mantan istrinya itu berjalan pergi bersama boss-nya.
.
.
"Ada masalah di rumah. 'Istri'ku masuk rumah sakit. Aku akan pulang ke Korea besok pagi. Sekarang aku harus menyelesaikan semua urusanku di sini. Kau tidak apa-apa 'kan aku tinggal?" tanya Jaemin pada Minju saat mereka sudah berada di luar restoran.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHANCE (END)
RomanceAhn Yujin dan Kim Minju yang telah bercerai harus terlihat baik-baik saja di depan putra mereka...
