Utamakan membaca Al-Qur'an...
.
.
.
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman 55 )
Itulah yang Farel, Radit dan Reno ucapkan. Mereka saat ini diberi rezeki nomplok oleh Allah. Sungguh, mereka tak henti-henti nya bersyukur. Memang ya, rezeki anak soleh itu ada aja.
Saat ini, Farel, Radit dan Reno berada di pinggiran jalan. Mereka terlihat semangat sambil menatap yang ada dihadapan mata. Sesekali mereka meneguk air liur.
Setelah sadar dengan tingkah yang menurut mereka tak pantas dilihatkan pada publik, mereka langsung melihat ke arah pojok. Orang yang dipandang serempak oleh mereka pun menaikkan alisnya.
"Beneran ini, jang?" tanya Reno.
"Iyah, ini beneran, kan?" tanya Farel, sambil mengerjap-ngerjap kan matanya.
Radit yang menatap orang itu tanpa kedip pun mengangguk kan kepalanya, tanda setuju dengan pertanyaan kedua teman nya. Artinya, dia juga bertanya seperti itu!
Sedangkan orang itu terkekeh melihat reaksi mereka yang menurutnya lucu, "Iya. Beneran kok, makan aja. Habisin ya! Kan sayang, mubazir nanti kalo gak dihabisin," sahut orang itu mengulum senyumnya.
"Bener?" akhirnya, Radit pun mengeluarkan suara nya.
"Iya! Ish, kalian ya. Jangan sampai saya berubah pikiran nih!" ancam orang itu yang mulai gemas dengan kelakuan mereka.
"Eeeeehhhhhhh, jangan dong Akmal yang shooollleeehhhh,"
"Jangaaaaaaannnn, Ujang!"
"Tiiiiiddddaaaaakkkk, jangaan, Mal!"
Ucap Farel, Reno dan Radit serempak.
Yuhu! Mereka sedang berada di tempat makan pinggir jalan. Dan yang membayar semua makanan adalah Akmal!
"Ini a sih en ran an? Aam en uk aa ih?" tanya Radit dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Dimakan dulu makanannya, Radit!" tegur Farel.
"Iya tuh! Makan dulu napa sih. Nanti saya kasih tau kok," ucap Akmal terkekeh melihat Radit seperti itu. Sungguh, wajahnya konyol!
Sedangkan Reno, dengan khusyu' nya memakan makanan yang masih banyak tersaji di disitu.
💚💚💚
Aaaaargggghhh
(Anggap itu suara orang yang bersendawa ya, 😁)
"Alhamdulillah...," ucap Reno sambil menepuk-nepuk perutnya. Lalu ia tersenyum kikuk saat melihat ke arah teman-temannya.
"Aya naon?" tanya Reno cengengesan.
"Bisa gak, kalo bersendawa jangan gede-gede suaranya?! Kebiasaan! Malu tau, dilihat orang-orang tuh!" tunjuk Radit dengan wajah datarnya.
"Tau tuh!" celetuk Akmal.
"Ehehe, iya-iya, maaf atuh ya," ucap Reno dengan menundukkan kepalanya berkali-kali.
Akmal, Radit dan Farel geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabat yang satu ini. Memang, Reno jika selesai makan suka bersendawa dengan suara yang keras.
Sesaat suasana hening. Mereka sudah selesai memakan makanan mereka. Mereka sibuk dengan memejamkan mata, sambil menyandarkan punggung ke badan kursi. Sekedar ingin menurunkan nasi yang baru saja masuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jodoh Cerminan Diri
Romance"Udahlah bro. Gue percaya kok kata orang-orang yang gue sebut tadi, 'kalo jodoh gak akan kemana'. Optimis aja! Siapa tau pas lo kelar pesantren dianya udah nikah...," "JANGAN DONG!" potong Akmal berteriak. "Wadduuuhhhh, telinga gue Banggggg ... Sa...
