Part 13

30.4K 556 10
                                    

"Untuk apa Kamu Mengajakku Bertemu Nita..?" Tanya devan Menarik kursi dan duduk di hadapan nita.

"Apa kamu mencintai Velo, devan?"

Devan Menaikan satu alisnya Menatap Nita. "Apa hubungannya dengan kamu yang mengajakku bertemu..."Jawab Devan langsung.

Nita Meremas tangan nya di bawah meja dengan gelisah, ia menatap devan dengan pandangan putus asa. "Aku akan membantumu untuk mendapatkan velo, Tapi aku mohon bantun aku untuk kembali mendapatkan azka. Aku tahu kamu sepupunya azka dev. jadi aku mohon bantu aku?" Ucap nita Sendu.

"Apa Hubungannya Velo dengan azka Memangnya..?" Tanya Devan Menautkan kedua tangan nya di atas meja. ia Menatap intens pada nita.

"Aku Tahu kamu sudah mengetahui hubungan Velo dengan azka, aku mohon, kalian jangan membohongiku lagi. cukup velo dan azka yang menghianatiku." Ucap nita dengan isakkan tertahan. jantungnya kembali nyeri mengingat kebenaran itu benar-benar nyata.

Devan Mengangguk. "Lantas Kalo kamu sudah tahu, kenapa tidak kamu labrak saja Velo! kenapa malah menyuruhku untuk mendapatkannya!".

Nita Mengusap sisa air Matanya dan mentap sendu kearah devan. "Karna aku tidak ingin kehilangan sahabatku, Tapi aku juga tidak ingin kehilangan orang yang aku cintai."

"Memang kamu pikir jika aku bisa mendapatkan velo dia dan kamu bisa tetap menjadi sahabat ?"

Nita terdiam tidak menjawab pertanyaan devan padanya. karna dia sendiri tidak tahu apa yang harus ia jawab.

Devan Menarik nafasnya dan Mengangguk. "Jika kamu ingin tahu kebenarannya kenapa mereka menghianati kamu. Kenapa tidak kamu tanyakan langsung pada mereka, kamu datangi mereka bukan nya datang padaku seperti sekarang. Tapi jujur yang harus kamu tahu nita. Velo tidak sepicik yang kamu bayangkan karna dia merebut azka dari kamu. Kamu akan tahu sendiri saat kamu bertanya pada laki-laki itu nanti." Ucap Devan tenang.

"Alasan apapun itu Mereka tidak pantas menusukku seperti ini Devan. kamu tidak tahu rasanya ketika orang yang kamu cintai menusukmu dari belakang seperti aku."

"Aku tidak akan melarangmu untuk tidak Menyalahkan mereka. Tapi Kembali lagi, jika ini Sudah Terjadi kamu mau apa? Merebut azka kembali? Berarti itu sama saja kamu tidak ada bedanya dengan Velo.."

Nita Menggeleng. "Aku tidak akan merebut azka. karna dari awal dia memang tunanganku".

Devan Mengangguk. "Dan seperti yang kamu tahu. pertunangan itu hanya karna bisnis antar perusahaan. Sedangkan perempuan yang azka cintai itu sahabatmu sendiri."

Nita tertegun menatap devan. "Azka Mencintai Velo. Tidak. tidak mungkin" Nita menggelengkan kepalanya.

"Aku Sepupunya dan aku laki-laki. aku sangat tahu azka sangat mencintai velo, juga sebaliknya begitu. Mungkin terdengar kejam untuk kamu tapi memang itulah kenyataannya."

"Tapi aku Mencintai azka..." Ucap nita lirih.

"Akupun Mencintai Velo seperti yang kamu tahu. Tapi aku tidak akan memaksakan kehendakku padanya karena aku ingin melihat dia bahagia walaupun aku harus mengorbankan hati dan perasaanku. Dan aku bahagia sekarang melihat dia bahagia dengan azka. Aku pun yakin nita. jika kamu Mau Bertanya pada azka Kamu akan mengerti sendiri jika velo tidak bermaksud seperti itu. cobalah menerima Semuanya dengan lapang, Aku yakin kamu pun akan mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari pada azka" Ucap Devan Tulus. Kemudian berdiri dari kursinya.

"Aku akan pergi sekarang. Jika kamu sudah tahu jawabannya nanti dan Masih bersedih. kamu bisa datang padaku sebagai sahabat." Lanjutnya kemudian pergi meninggalkan cafe.

affairTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang