part 10

37.6K 591 0
                                    

"Jauhi Velo dari sekarang !" Ucap Azka dingin . sembari menyesap sampagne yang telah di pegang nya dari tadi.

Ia menatap tajam pada sepupunya secara terang-terangan.

"Apa hak kamu melarang ku. ? Kenapa tidak kamu urus saja mantan calon istrimu yang tidak rela kau putusi itu dari pada mencampuri urusanku" Ucap Devan menyindir dan meminum  vodca nya sekali teguk.

Azka menaruh sampagne nya dan menatap tajam pada devan. devan pun melakukan hal yang sama dengan membanting gelasnya keras di atas meja.

"Selagi aku mengingatkan kamu baik-baik Devan. ! Jika sampai kamu tidak mendengarkan aku. aku bisa membuat keluargamu hancur tanpa sisa. Tidak peduli kamu dan orang tuamu adalah saudara dari ibuku. berani kamu mengusik hubunganku, berarti kamu juga mencari mati denganku "Sahut azka dingin dan tegas dengan rahang yang sudah mengeras. ia menatap tajam penuh permusuhan pada devan.

Devan sedikit menciut. terlebih lagi memang keluarga tante nya sangat luar biasa. tapi ia menetapkan hatinya. ia juga mencintai velo. dan perempuan itu tidak bisa di jadikan bahan lelucon seperti ini oleh azka.

"Kamu mengancamku seolah kamu berhak atas segala velo. jika kamu mencintai perempuan itu. kamu tidak akan mungkin Menjadikan velo perempuan simpanan dan menyuruhnya membunuh anak kalian." Bentak devan sinis sembari terus menatap tajam pada azka.

"Memang aku bangsat. tapi kamu tidak tahu apa-apa tentang keputusan itu. Jika kamu mencintai Velo. biarkan dia bersamaku. kamu tidak tahu apa-apa tentang kami. " ucapnya tajam.

"Semalam dia mengigau dan menangis terus menerus di dalam tidurnya akibat kelakuan bodoh kamu itu. jika kamu berpikir kamu akan berhasil masuk kedalam hubungan kami. kamu sangat salah, seharusnya kamu berpikir dulu sebelum bertindak" ucap azka kemudian berdiri dari duduknya. 

"Aku tidak peduli sekalipun kamu akan mengatakan hubunganku dengan velo pada nita atau tidak. tapi itu sama saja kamu membuat velo tersakiti" Lanjutnya sinis dan menatap sepupunya tajam.

"Nita jauh lebih tersakiti  brengsek!. di mana pikiran kamu sebelum menjadikan velo sebagai simpanan kamu hah".  Sentak devan ikut berdiri.

"Aku tidak peduli... " ujar azka santai . "Dan Velo bukan simpananku devan. dia... kekasihku..".Lanjutnya tak terbantahkan.

"Kamu benar-benar bajingan azka. aku tidak bisa membayangkan velo bisa terikat dengan monster gila sepertimu".

Azka menganggukan kepalanya.
dan bergerak acuh tidak peduli.

"Ingat peringatan ku devan. jauhkan tanganmu dari seluruh hidup velo. Aku tidak main-main". Ucap azka, sebelum beranjak keluar dari bar meninggalkan devan yang mengepalkan kedua tangan nya kuat di belakang nya.

Devan mengepalkan tangan nya . ia mengejar azka keluar dan menarik jas laki-laki itu saat ia sudah sampai di hadapannya.

Anak buah azka sempat akan menghajar devan tapi azka menyuruh mereka untuk diam di tempat.

"Jelaskan dulu kenapa aku harus merelakan velo untuk pria bajingan seperti kamu".Bentak devan keras kemudian menghempaskan cengraman nya di jas azka kasar.

"Kamu ingin tahu dari mana! " Jawab azka santai dengan tangan yang mulai merapihkan jas nya.

"Sial...Jawab saja brengsek..." Bentak devan.

Azka menganggukan kepala.

"Karena Velo memang mencintaiku. kami berhubungan dari satu bulan setelah aku bertunangan dengan nita.
dan aku menerima pertunangan itu pun karena aku ingin dekat dengan velo. aku bangsat. ya benar. tapi aku hanya melakukannya pada velo. tidak terhadap perempuan lain. dan untuk anak kami yang aku paksakan nyawanya, itu memang kesalahan fatalku. jika kamu ingin tahu lebih jelas bagaimana mulanya. sampai besok pagipun tidak akan pernah selesai."

Devan tertegun dan terdiam.

Jadi sudah selama itu .

Devan merasa sendi-sendi ototnya mati seketika. tubuhnya kaku tidak bisa ia gerakan.

"Apa bibi dan paman tahu?" Tanya devan lemas tanpa melihat azka.

"Tentu. dari awal mereka sangat tahu"
Balas azka langsung.

Devan menganggukan kepalanya.

"Baiklah. Tapi aku tidak akan pernah menyerah terhadap velo. aku hanya akan membiarkan dia bebas bahagia. jangan sakiti dia. jika kamu menyakitinya. maka aku akan langsung merebut nya darimu secara paksa. Tidak peduli apa yang akan kamu lakukan nanti..." Tuntut devan penuh peringatan dan langsung pergi meninggalkan azka.

Azka menyeringai dan menggelengkan kepala . ia masuk kedalam mobil kemudian pergi meninggalakan bar.




-----------------





"Azka... Kenapa kesini.!"

Tanya Velo saat melihat azka masuk kedalam apartemennya. ia melihat jam sudah jam dua belas malam. ia mengerutkan keningnya bingung menatap azka.

Azka duduk di samping velo dan menganggkat tubuh velo untuk di dudukan di pangkuannya.

"Aku merindukanmu?" Ucap azka mencium leher Velo dan menghisap nya keras.

"Eungh..Tapi ini sudah malam. kamu juga bau alcohol..." Velo melepaskan kepala azka di leher nya dan menatap tepat di matanya.

"Kamu dari bar..?"Tuduhnya. azka menganggukan kepalanya.

"Iya. aku tidak macam-macam Vel. Aku kangen kamu. kita bicaranya nanti saja.." Bisik Azka langsung menggendong Velo ke dalam kamar dan menurunkan nya di atas kasur. ia  melucuti semua pakaian nya dan melucuti pakaian velo.





**********






enibahri
15-10-19.

affairTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang