Happy reading 💕 jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
"Kei bangun!" Teriak Kirana dengan menggedor-gedorkan pintu kamar Keisha sangat keras. Karena memang sedari tadi Kirana sudah membangunkan anaknya satu ini, dengan cara yang sangat lembut bahkan cara yang keras sekalipun.
Namun Keisha masih tak menyahut juga. Dan Kirana sudah geram melihat tingkah anaknya yang selalu saja susah untuk di bangunkan. Padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh,tapi Keisha tetaplah Keisha,gadis cantik yang pemalas.
Masih tak ada sahutan dari dalam kamar Keisha. Akhirnya Kirana memutuskan untuk mengambil kunci cadangan di kamarnya. setelah itu Kirana segera membuka pintu kamar Keisha.
Dan benar saja saat memasuki kamar anaknya. Keisha masih tertidur pulas di balik selimut tebalnya. Kirana yang melihat anaknya seperti itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tanpa menunggu waktu lama,Kirana langsung menarik selimut Keisha dari tubuhnya. Kemudian menggoyang-goyangkan tubuh Keisha agar segera bangun. Sehingga membuat Keisha yang merasa tidurnya terganggu langsung berdecak kesal,dan perlahan membuka matanya, dengan mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali.
"Cepet mandi,nanti kamu telat!" Perintah Kirana saat melihat Keisha sudah membuka matanya.
"Jam berapa sih mah, perasaan masih gelap deh." Tanya Keisha dengan nada serak khas bangun tidurnya.
"Masih gelap matamu,liat tuh sekarang udah jam setengah tujuh! Matahari juga udah muncul dari tadi!" Sahut Kirana dengan menunjukkan jam beker pada Keisha.
Sejenak Keisha melihat ke jam Beker yang ada di sampingnya. Beberapa kali matanya ia kedipkan agar lebih jelas melihatnya, namun setelah sudah jelas melihat arah jarum jam, Keisha langsung membelalakkan matanya saat melihat jam setengah tujuh.
Dengan segera Keisha mengibaskan selimutnya, lalu turun dari atas kasur,namun baru saja ia menginjakkan kakinya. Keisha langsung meringis kesakitan,dan Keisha lupa kalau saat ini kakinya masih belum sembuh.
"Aws!" Ringis Keisha.
Melihat anaknya kesakitan seperti itu, langsung saja Kirana menghampiri Keisha.
"Biar mamah bantu." Ujar Kirana pada Keisha,dan segera membawanya ke kamar mandi.
"Nanti kalo udah selesai mandinya bilang Mamah." Ucap Kirana saat sudah sampai di kamar mandi,dan di balas dengan anggukan dari Keisha.
Beberapa menit kemudian Keisha sudah siap dengan seragam sekolahnya. Setelah itu Keisha menuruni anak tangga dengan sangat perlahan dan di bantu oleh Kirana.
Sesampainya di ruang makan Keisha mengernyitkan dahinya bingung,saat melihat punggung laki-laki yang memakai seragam sama seperti yang Keisha kenakan saat ini.
Dan yang lebih membingungkan lagi,cowok tersebut tengah asik berbicara dengan Papahnya. Namun saat ia teliti lebih detail lagi Sepertinya Keisha mengenal punggung cowok itu. Tapi siapa?
Dengan rasa penasaran Keisha segera menghampiri meja makan, untuk mengetahui siapa cowok itu.
Saat sampai di meja makan, betapa terkejutnya Keisha saat melihat cowok menyebalkan ada di sini. Ya,siapa lagi kalau bukan Kano.
Tapi mengapa dia memakai seragam sama seperti Keisha? apakah dia satu sekolah? Lalu kalau memang benar ia satu sekolah dengannya,mengapa ia datang ke sini? Begitulah pikir Keisha.
"Ngapain lo ke sini?" Tanya Keisha sinis, dengan nada yang terdengar sangat tak suka,jika cowok menyebalkan seperti Kano datang ke rumahnya lagi.
"Numpang makan. Kebetulan nasi di rumah gue abis." Jawab Kano asal. Sehingga membuat Keisha mendelik tajam ke arah Kano.

KAMU SEDANG MEMBACA
KEISHA (Promise)
Fiksi Remaja"Kamu harus janji, jangan pernah tinggalin aku. Bagaimanapun keadaannya kita harus hadapi masalah ini sama-sama." Bagaimana jadinya jika gadis yang bernama KEISHA tengah menghadapi masalah percintaan yang cukup rumit. Di saat ia baru saja resmi jad...