15.Kejar-kejaran!

236 8 2
                                    

"Sakit gak?" Tanya Kano lembut dengan tangan yang masih mengelus wajah Keisha.
______________________________________

"Menurut lo!" Sahut Keisha dengan memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan Kano yang tidak bermutu itu. Untung saja jalanan yang mereka lewati sedang sepi, jadi Keisha tidak merasa malu ketika jatuh tadi.

"Menurut gue sih sakit." Jawab Kano dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sambil cengengesan tidak jelas.

"Terus kenapa pake nanya?" Tanya Keisha dengan mendelik tajam ke arah Kano.

"Ya gue cuma mastiin ajah, takutnya jalanan jadi rusak gara-gara kesentuh wajah lo." Sahut Kano dengan mengelus-elus jalanan dengan sangat lembut. Keisha yang melihat Kano seperti itu langsung naik pitam, bisa-bisanya Kano lebih perduli jalanan di bandingkan dengan dirinya, sungguh Keisha merasa tak terima jika harga dirinya lebih penting di banding jalanan ini. Dan lagi, sejak kapan wajah Keisha bisa merusak jalanan?

Dasar Kano si monster! Batin Keisha geram.

"Heh! Lo kira wajah gue apaan? sampe bikin rusak jalanan!" Marah Keisha dengan mendorong bahu Kano dengan sangat kencang, sehingga membuat Kano terhuyung kebelakang dengan posisi terlentang di jalanan. Dan Keisha yang melihatnya tertawa puas.

"Dasar cowok lemah! Gitu ajah jatuh." Gumam Keisha, namun dapat di dengar oleh Kano. Sedangkan Kano terlihat seperti biasa saja saat di dorong seperti itu oleh Keisha. Bahkan saat ini Kano malah menjadikan kedua tangannya sebagai bantal di kepalanya, seakan jalanan tersebut adalah kasur yang sangat empuk,dan nyaman.

Sontak membuat Keisha membelalakkan matanya tak percaya, bisa-bisanya Kano dengan santainya rebahan di jalanan, sungguh cowok yang sangat aneh. Keisha menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya, jika ia bisa bertemu dengan cowok semacam Kano ini. Bahkan saat ini banyak orang yang melintas,dan melirik ke arah mereka.

Tak mau di buat malu oleh cowok aneh ini, Keisha buru-buru bangkit dari duduknya dan segera pergi menjauh dari Kano, sebelum orang lain berpikiran aneh padanya.

Namun sebelum Keisha melangkahkan kakinya, Kano sudah mencekal tangan Keisha sehingga membuat Keisha berhenti. Keisha melirik sekilas ke bawah yang dimana Kano masih belum merubah posisinya dari rebahan itu.

"Mau kemana?" Tanya Kano santai, dengan tangannya yang tak lepas menggenggam tangan Keisha.

"Pulang! Gue malu kenal sama cowok gila kaya lo!" Jawab Keisha ketus, dengan memasang wajah juteknya.

Kano menaikan alisnya sebelah, lalu kembali menatap Keisha yang saat ini sudah memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Di sini ajah temenin gue." Ucap Kano dengan menepuk-nepuk jalanan yang ada di sampingnya.

"Ogah!" Jawab Keisha cepat.

"Di sini Kei!" Suruh Kano dengan menaikkan nada suaranya sedikit.

"Gue bilang gak mau ya gak! Maksa banget sih lo!" Kesal Keisha sambil berusaha untuk melepaskan tangannya dari Kano. Namun sepertinya usaha Keisha hanya sia-sia saja karena kekuatan Kano lebih besar di bandingkan dirinya.

Sejenak Kano menghembuskan nafasnya kasar. Tak ada cara lain selain memaksa gadis keras kepala ini. Langsung saja Kano menarik tangan Keisha dengan sangat kuat, sehingga membuat Keisha terjatuh tepat di atas tubuh Kano.

Seketika Keisha terdiam mematung menatap wajah Kano yang sangat dekat ini, pikirannya ingin memberontak dan memarahi cowok menyebalkan seperti Kano, namun entah mengapa tubuhnya mendadak kaku dan sulit untuk di gerakan. Karena saat ini Keisha terhipnotis oleh tatapan teduh dari Kano.

KEISHA (Promise)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang