Hi! Apa kabar kalian? Udah lama banget aku gak update cerita ini. Aku lagi sibuk banget selesai-in tesis aku nih, Peeps... mohon doanya ya supaya bisa cepat selesai (demi masa depan yang lebih baik >.<)
Masalahnya... aku kangen nulis. So, aku persembahkan ini untuk kalian :)
Tatiana tersenyum-senyum menatap layar hp-nya, yang menampilkan berita kedekatannya dengan Abimanyu. Sesekali perempuan itu akan menggigiti kuku ibu jari kirinya, sebelum kemudian tertawa malu-malu. Baru kali ini dia menyukai skandal yang diatur manajemennya. Biasanya dia hanya akan disandingkan dengan selebritis pria yang baru naik daun, atau sudah kehilangan pamor, menawan bagi semua orang tapi tidak untuk Tatiana.
Abimanyu memang termasuk ke golongan selebritis yang baru naik daun, namun pamornya sejak mulai terkenal selalu konstan, memiliki imej yang baik, dan menawan bagi Tatiana. Pria itu tidak hanya sekedar tampan, dia memiliki kelebihan-kelebihan yang Tatiana cari untuk menjadi pendamping hidupnya kelak.
Pipi Tatiana merona. Pendamping hidupnya kelak? Ah... apakah mungkin Abimanyu akan tertarik padanya? Abimanyu dikenal sebagai sosok yang menutupi kehidupan pribadinya dengan rapi. Tidak ada yang tahu apakah dia masih lajang, atau jangan-jangan sudah memiliki kekasih. Beberapa kali bahkan ada berita tentang dirinya yang adalah penyuka sesama jenis. Hmm, Tatiana sendiri tidak percaya dengan kabar burung yang satu itu.
Tatiana menutup laman website yang sudah selesai ia baca, lalu berganti membuka Instagramnya. Baru hari ini Abimanyu mengikuti akun Tatiana, setelah Tatiana mengikuti akun pria tersebut dua hari yang lalu. Yah, dengar-dengar juga, Abimanyu bukan seseorang yang gemar mengurusi akun Instagramnya.
Tatiana membuka satu per satu foto yang Abimanyu unggah, dan menyimpan beberapa di galeri hp-nya. Mungkin kali ini dia benar-benar jatuh cinta, bukan sekadar menganggap Abimanyu sosok yang menarik. Pria itu adalah pria pertama yang fotonya disimpan di dalam galeri hp Tatiana.
Tatiana memeluk hp-nya di dada, sembari merebahkan tubuhnya yang semula setengah duduk bersandar di kepala kasur, menjadi berbaring menyamping. Betapa Tatiana tidak sabar menantikan hari esok saat syuting kembali dimulai. Perempuan itu sudah memutuskan, dia akan mendekati Abimanyu secara terang-terangan.
***
Abimanyu menatap nasi padang bungkus yang dibelikan Sana dengan tatapan bersalah. Ia melihat ke sekeliling, para kru dan pemain sedang menikmati nasi padang bungkus dari Sana dengan lahap. Sana mengirimkan nasi bungkus padang itu melalui layanan pesan antar. Tentu saja untuk Abimanyu, karena pria itu meminta dibelikan nasi padang bungkus untuk istirahat siangnya.
Sayangnya, Abimanyu tidak bisa menikmati nasi padang bungkusnya, karena Riko memakan nasi bagiannya. Bukan karena Riko tidak cukup hanya makan satu bungkus nasi padang, tapi karena Tatiana sengaja membawakan bekal makan siang untuk Abimanyu.
Sebuah kotak bekal berwarna kuning cerah yang tutupnya sudah terbuka sedikit, tergeletak di atas meja di hadapan Abimanyu, menunggu untuk dibuka. Di samping Abimanyu, duduk Tatiana yang sedang mengoceh menceritakan pengalamannya memasak pertama kali demi Abimanyu.
"Mungkin bentuknya gak begitu menarik, tapi rasanya aku jamin enak." Tatiana akhirnya berinisiatif membuka tutup kotak bekal, menunjukkan nasi uduk buatannya lengkap dengan lauk pauk berupa ayam goreng, sambal, telur dadar yang diiris tipis-tipis dan potongan timun.
Dalam hati Abimanyu bersyukur Sana tidak jadi berkunjung ke lokasi syuting hari ini. Bagaimana reaksi istrinya itu jika mengetahui Tatiana memasakkan bekal makan siang untuknya?
Abimanyu tidak ada pilihan lain selain memakan masakan Tatiana. Kalau bukan karena Pak Nahran yang memaksa Abimanyu, dan Riko yang berjanji tidak akan membocorkan perihal ini kepada Sana, Abimanyu sudah sedari tadi menolak bekal makan siang dari Tatiana itu.
Abimanyu mulai memakan masakan Tatiana. Terlihat Tatiana menunggu dengan antusias untuk mendengar respons tentang masakannya dari Abimanyu.
"Gimana?" tanya Tatiana, menumpukan dagunya di atas kedua tangan yang saling menjalin di atas meja.
"Enak," jawab Abimanyu. Abimanyu sama sekali tidak berbohong. Meskipun penampilannya tidak begitu menarik, tapi rasanya memang enak. Bahkan nasi uduk buatan Sana tidak segurih ini.
"Kalau gitu sampai syuting terakhir nanti, aku bakal masak terus buat kamu ya, Mas? Itung-itung jadi ajang aku latihan masak buat suami."
"Eh? Jangan lah... ngerepotin."
Tatiana tertawa. "Ngerepotin? Gak sama sekali. Justru aku seneng ngelakuinnya buat Mas." Tatiana beranjak dari kursinya. "Aku ambilin minum ya, Mas?" tanyanya, lalu berlalu dari sisi Abimanyu tanpa menunggu jawaban pria itu.
Abimanyu menghela napas berat. Ini bukan pertama kalinya ada lawan main yang dengan terang-terangan mendekati dirinya. Tapi berurusan dengan Tatiana sepertinya akan lebih menyulitkan dibanding perempuan-perempuan terdahulu yang mendekati Abimanyu.
***
Sana terdiam begitu melihat unggahan terbaru akun gosip yang muncul di explore Instagram Gea. Gea yang melihat penulisnya itu tiba-tiba terdiam begitu saja di saat mereka sedang mengobrol seru, langsung merebut hp miliknya dari tangan Sana.
Gea melirik seraya meringis ke arah Sana yang masih mengatupkan kedua belah bibirnya rapat-rapat. Berita tentang kedekatan Abimanyu dan Tatiana adalah penyebabnya. Gea menyodorkan buku menu kafe kepada Sana. "San, pesen makanan lagi yuk? Biasanya lo kan gak cukup makan sepiring doang."
Sana merespons tawaran Gea dengan senyuman hambar. "Tumben nih? Biasanya kalau lo yang giliran bayar, lo cuma bolehin gue makan seporsi doang." Perempuan itu kemudian membuka satu per satu halaman buku menu. Tentu saja Gea menyadari Sana hanya sedang berpura-pura tegar.
"Besok gue mau ke Bandung nih, San. Ikut yuk?" tanya Gea, mengalihkan pikiran Sana yang pasti sedang dipenuhi bayangan Abimanyu dan Tatiana.
"Besok?" Sana menekuk kedua belah bibirnya ke dalam. Abimanyu mengajak Sana ke lokasi syuting besok. Tapi melihat foto candid Abimanyu yang sedang memakan makan siang yang bukan kiriman darinya, membuat Sana jadi malas ke lokasi syuting. Sana takut, takut kalau dia akan melihat hal-hal yang lebih memperburuk suasana hatinya, atau bahkan menjadi pemicu pertengkaran antara dirinya dan Abimanyu.
"Ikut aja, San. Gue sendirian, nih...."
Sana mengulum senyumnya. "Gue ijin Abimanyu dulu, ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Once Upon A Secret
Roman d'amourSana Mahira, 27 tahun, seorang penulis novel terkenal. Baru saja menerima tawaran untuk memfilmkan novel pertamanya. Tapi, impian yang akan segera menjadi nyata itu malah menjadi awal masalah rumah tangga Sana dengan Abimanyu Kendrata--suami yang d...
