-3-

8.1K 843 35
                                        

Aw >.< so sowwy, aku darikemarin hectic tugas huweee :'( maaf jadi ngaret sekali update-nya. Jangan lupa vote dan comment ya! PLus, follow Instagram aku zeeyazeee (follow for follow back)


Sesuai dengan ucapan Sana beberapa hari lalu. Sana benar-benar datang ke lokasi syuting di hari ke-dua. Lokasi hari ini berada di bandara Soekarno-Hatta di terminal A bagian kedatangan. Di sini adalah tempat dimana Bayu dan Rana pertama kali bertemu.

Sana membawa nasi padang bungkus untuk seluruh kru dan pemain. Begitu mendekati kerumunan kru dan pemain yang sedang beristirahat, Sana disambut oleh Rayhan yang segera membantu perempuan itu membawa dua kantong besar nasi padang bungkus.

"Eh, ya ampun... makasih, ya!" seru Sana.

Rayhan tersenyum lebar. "Sama-sama, San. Pas banget nih kamu datang bawa makan siang. Katanya katering yang urusin makan siang lupa anterin pesenan ke lokasi."

Rayhan adalah aktor yang memerankan Dika, sahabat Bayu—tokoh yang diperankan Abimanyu. Dibandingkan Abimanyu, Rayhan jauh lebih lama berkecimpung di dunia peran. Dia sudah berakting sejak kecil, dan popularitasnya juga lebih tinggi daripada Abimanyu.

"Harusnya kami yang makasih dong." Rayhan menaruh dua kantong besar nasi padang bungkus di atas meja. Pria yang rambutnya sedikit gondrong itu lalu membagikan satu per satu nasi ke kru dan pemain, dibantu oleh Maharani. Sementara itu, Sana mendekati Pak Nahran yang tampak serius menonton adegan-adegan yang sudah diambil.

"Siang, Komandan!" Sana menirukan sikap hormat kepada Pak Nahran.

Pak Nahran tertawa. "Ceria banget kamu kayaknya! Eh, mau lihat adegan yang sudah diambil?"

Sana mengangguk dengan antusias. Ia lalu membungkuk di samping Pak Nahran yang sedang duduk. Ketika perempuan itu tengah asyik menonton adegan-adegan yang sudah diambil, Tatiana datang menghampiri.

"Halo, Sana." Tatiana membuat Sana terpukau dengan senyum cantiknya. "Eh, gak apa-apa kan aku panggil nama aja?"

"Gak usah formal-formal lah. Nama aja juga udah cukup."

Tatiana mengulurkan tangan. "Tatiana. Semoga aktingku gak mengecewakan."

Sana menyambut jabat tangan Tatiana. "Oh, sama sekali gak kok! Aku udah liat nih—kece parah!"

Tatiana tertawa. "Kapan-kapan kita jalan bareng ya? Ngobrol seputar peran yang aku mainkan."

Sana membuat tanda 'oke' dengan ibu jari dan telunjuknya. "Hubungi aku kapan aja."

Sana tidak melepaskan pandangannya dari Tatiana yang berjalan menjauh, lalu mendekati Abimanyu yang sedang menikmati nasi padang bungkus yang Sana bawakan. Pria itu tampak lahap menikmati makan siangnya; nasi, ayam pop ditambah perkedel, lengkap dengan sayur nangka dan rebusan daun singkong, serta sambal. Itu adalah menu wajib Abimanyu kalau makan nasi padang. Karena tidak mungkin bagi Sana memisahkan nasi pesanan untuk Abimanyu, perempuan itu sengaja membeli menu serupa untuk seluruh kru dan pemain lain. Yah, meskipun dia harus merogoh kocek lebih dalam. Demi suami tercinta, kan?

Sana mengernyit tidak suka begitu menyaksikan Tatiana membersihkan bibir Abimanyu menggunakan tisu. Tidakkah itu agak berlebihan untuk teman sesama pemain di film yang sama?

"Kenapa, San?" Pak Nahran keheranan melihat Sana menepuk-nepuk kedua pipinya sendiri sambil menggelengkan kepala kuat-kuat.

"Ha? Ah—anu, gak apa-apa, Pak."

Pak Nahran melihat ke arah Abimanyu dan Tatiana, lalu tertawa. "Duh, iri ya sama Tatiana? Yang kayak gitu mah biasa di lokasi syuting. Paling ujung-ujungnya cinlok."

Once Upon A SecretTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang