Selamat tinggal bila kau ingin pergi, tak mungkin lagi ku memaksamu disini. Lupakan aku bila tak cinta lagi. Doakan saja, ku mendapatkan pengganti lebih dari mu.
-Xabara-Happy Reading 🍁
Mereka turun dari mobil dengan tatapan mata Aca yang tajam dan menusuk, berbeda dari sebelumnya. Tatapan ini lebih tajam, dan lebih menusuk. Bibir yang semulanya selalu menampilkan senyuman tipis, kini sudah sirna. Hari itu, detik itu, menjadi saksi bisu berubahnya sosok Aca. Hidupnya yang dulu berwarna, berubah menjadi gelap. Nyaris tanpa warna. Salsa Tasya sudah hilang seiring dengan rapuhnya sosok Aca. Karena yang ada hanya sosok kejam Xabara, mungkin.
Chika menepuk bahu Aca pelan. "Forget it."
Tatapan tajam Aca melunak. "Why not?"
"Kuy kelas." Ajak Starla.
"Jadi gue udah sekelas sama kalian kan?" Tanya Chika di sela-sela perjalanan mereka.
Aca mengangguk pelan.
Tambah cantik si Salsa, tapi kemana intan?
Palingan juga marahan
Aca menatap murid yang berbisik tentangnya. Mengucapkan satu kalimat singkat dengan dingin. "Diam atau mati."
Kedua Murid itu terhenyak lalu menatap lawan bicara di depannya. Starla, Chika dan sosok kejam Aca.
Aca menyeringai menyeramkan, koridor sekolah hening. Semua siswa yang memperhatikan mereka terdiam, bernafas pun takut. "Jangan natap mata gue, kalo Lo masih mau hidup."
Starla mengalihkan pembicaraan. "Udah ayo masuk."
Aca, Starla dan Chika memasuki kelas namun terhadang oleh mantan sahabatnya, Intan.
Intan memandang mereka sinis. "Masih berani juga Lo sekolah."
Ga kebalik neng?
Seluruh siswa memusatkan perhatian ke arah Aca, menunggu perdebatan menyenangkan antar sahabat secara langsung.
"Ga kebalik? Bukannya Lo yang masih berani ke sekolah?" Balas Aca dingin dan tajam.
Muka intan memerah, entah karena malu atau marah.
"Berani lah dia ke sekolah, kan baru 2 Minggu?" Ledek Chika, membuat Starla tertawa sedangkan Aca memaksakan tawanya, karena Xabara adalah orang yang kaku.
"Masih rata!" Ledek mereka lagi, tertawa keras lalu melewati Intan dan duduk di bangku mereka.
"Aduh!" Ringis Intan pelan.
Ketiga orang itu mengalihkan perhatiannya kepada intan yang terduduk di lantai. Alva berlari tergopoh-gopoh ke arah intan.
Aca, Starla dan Chika menghampiri intan sambil tersenyum miring."Drama queen and action." Ucap Chika sambil menatap Aca dan Starla. Pasti kalian berfikir, jika Aca, Starla dan Chika sudah tau itu adalah drama lalu mengapa mereka menghampiri intan? Jawabannya simple, biar lebih memungkinkan.
Alva membantu intan berdiri lalu menatap Aca, Starla, Chika dengan horor. Mereka membalas menatap mata Alva lebih horor lagi. Suasananya begitu menegangkan, hawa panas dan dingin menjelajar ke seluruh tubuh siswa yang menjadi saksi atas apa yang sedang terjadi.
Alva berteriak lantang, membentak lebih tepatnya. "Lo apa-apaan sih! Ga ada otak tau gak?"
"Emang kenapa, lagipula intan cuma jatuh kok." Balas Aca datar namun tersirat memancing emosi Alva.

KAMU SEDANG MEMBACA
1: My Secret Life[✓]
Teen Fiction[TAMAT] [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] [CEK SQUEL KELANJUTAN : ALL ABOUT XABARA] Ini kisah tentang Salsa, Salsa Tasya Spiky. Gadis kecil yang menyimpan beribu rahasia. Gadis yang diusir oleh keluarga kandung nya itu. Satu persatu masalah mulai muncu...