Lupakan seseorang pengkhianatan yang merangkup menjadi sahabat.
-Chika Anastasya-Happy Reading 🍁
Aca, Chika dan Starla melangkahkan kaki mereka dengan langkah panjang, dibuat bingung karena mereka disuruh berkumpul di mansion Aca oleh Alvaro dan Intan.
Aca membuka pintu rumahnya pelan. Tersenyum getir dengan bola mata yang memerah. Chika dan Starla menggenggam erat tangan nya. Memberi dukungan entah apa yang akan terjadi kedepannya. Saling tersenyum tipis melihat genggaman tangan Alvaro dan Intan.
Mereka menduduki sofa di depan Alvaro dan intan. Semuanya berkumpul di satu ruangan, keluarga Aca, Alvaro, dan Intan. Ada apa?
"Kenapa, mukanya kok tegang?" Ucap Aca memulai percakapan sambil menatap mereka satu persatu.
"Gue minta maaf Sal." Balas Alvaro melepas genggaman tangan intan kemudian mengusap wajahnya kasar.
"Anjing lo, gak tau diri!" Maki Starla tepat di wajah Alvaro.
"Lo gak tau apa-apa mending diem!" Bentak Intan kepada Starla.
"Hah? Lo pikir kita gak tau? Lo ngekhianatin Aca demi lelaki kayak dia?lelaki berengsek yang membuat ulah menjijikkan di belakangnya, dan Lo tau yang lebih menjijikkan? Lelaki berengsek menjijikkan itu melakukan hal menjijikkan dengan sahabat pacarnya sendiri! Harusnya Lo mikir bangsat. Dasar tidak tau malu!" Semprot Starla sambil menunjuk ke arah Alvaro dan intan.
"Cukup!" Teriak Aca. Ia menghapus air matanya kasar yang entah kapan sudah mengalir deras.
"Sal, gue bisa jelasin semuanya." Frustasi Alvaro.
Aca diam dan mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Alvaro.
"Gue khilaf waktu itu sal." Ucapnya benar-benar menyedihkan.
Aca yang semula memejamkan mata, membuka matanya dan tertawa jahat.
"Haha, khilaf? Khilaf maksud Lo? Mana ada khilaf yang ngebuat anak orang hamil, bangsat!"
Semua orang terdiam tak berkutik tanpa terkecuali.
"Lo sampah Al, Lo lebih kotor dari sampah. Lo udah ngekhianatin gue sama sahabat gue sendiri. Pasti Lo berpikir bakalan bebas kemana aja sama intan kalo ga ada gue? Lo salah bedebah. Bahkan gue tau kalo kalian sahabatan sejak kecil, yang bahkan menjanjikan harus menikah satu sama lain. Dan satu lagi Lo salah melakukan hal menjijikkan di SLA Cafe karena tempat itu dalam pengawasan gue! Dan ini buat Intan. Lo lupa siapa gue? Gue orang yang bahkan bisa ngebunuh Lo sekarang juga. Tinggal tembak, dor! Mati deh." Kekehnya di akhir kalimat.
Ia berdiri dan duduk di samping intan, membelai rambut intan pelan kemudian menarik nya kasar.
"Awhh! Sakit Ca, tolong maafin gue." Mohon intan sambil menangis.
"Cup, cup, cup, masa yang udah berani berkhianat nangis sih?" Ledek nya.
Ia kembali ke tempat semulanya, mengambil jus jeruk yang ada di meja depannya kemudian meminumnya santai.
Ia tertawa jahat yang lebih menyeramkan lagi, mengambil pistol di pinggang nya kemudian menyodorkan pistol itu tepat di kepala Alvaro. Di ikuti Chika dan Starla. Sasaran Chika di kepala Intan, dan sasaran Starla tepat di jantung Intan.
"Ca, stop! Gara-gara ini Lo mau ngebunuh mereka? Lo ga punya hati ca, Lo brutal. Lo bukan adik gue lagi!" Bentak Alex.
Aca menoleh ke arah Alex sambil melemparkan smirk andalannya. "Jika saya bukan Aca, apakah kalian masih mau menghentikan saya?"

KAMU SEDANG MEMBACA
1: My Secret Life[✓]
Novela Juvenil[TAMAT] [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] [CEK SQUEL KELANJUTAN : ALL ABOUT XABARA] Ini kisah tentang Salsa, Salsa Tasya Spiky. Gadis kecil yang menyimpan beribu rahasia. Gadis yang diusir oleh keluarga kandung nya itu. Satu persatu masalah mulai muncu...