6. Dia dan Alva bangsat!

3.8K 109 3
                                    

Aca berjalan melewati koridor sekolah dengan perasaan yang campur aduk,karena 'dia' mengirim pesan singkat kepada Aca.

Flashback

Matahari masuk ke dalam celah kamar Aca. Aca mengerjap dan......

Ting!
Satu notifikasi dari orang dan nomer yang sama masuk ke dalam handphone Aca.

+062834569787
Gue gak bakal ganggu hidup Lo.

Apa maksudnya?- batin Aca.

+062834569787
Kalo gak salah kita sekelas jadi gue mau bicara serius sama Lo.

Aca bingung? Bukannya bagus jika dia tak mengganggu hidup Aca? namun ada satu perasaan aneh yang ada di diri Aca.

Flashback end

Aca menggeleng pelan sampai sebuah teriakan membahana dari Intan mengacaukan lamunannya.

"ACAAAAAA!" teriak intan sehingga mengakibatkan mereka menjadi tontonan warga sekolah.

Sedangkan Aca kalian tahu lah apa responnya?
Dingin,datar,dan mata yang menyiratkan kesedihan.

"Hosh hosh hosh" Intan mengatur nafasnya dan kembali bicara.

"Katanya di kelas kita  bakal ada murid baru cowok lagi pasti ganteng" bisik Intan kepada Aca yang sedang berjalan seperti semula ke kelas.

"Udah tau." singkat Aca.

"Loh?" Intan menaikan sebelah alis nya bingung.

"Liat aja nanti."

Bel masuk berbunyi menandakan pelajaran akan segera di mulai.

Bu Ani, wali kelas yang menggantikan Bu Sulastri 2 Minggu kemarin masuk  ke kelas sambil tersenyum ramah dan membawa satu murid yang tampan dan tinggi tegap itu. Dengan mata coklat terang, hidung mancung mencerminkan ketampanan yang di atas rata-rata.

"Anak-anak,ibu membawa murid baru. Silahkan perkenalkan diri kamu"ucap Bu Ani sambil menoleh ke arah lelaki itu.

"Nama gue Regantara Zylo,panggil aja Rega" ucap Rega tersenyum manis sangat manis kepada Aca yang membuat semua kaum hawa menjerit melihatnya.

"Ada yang ingin di tanyakan?" Tanya Bu Ani

Semua murid menggeleng.

"Rega kamu bisa duduk di belakang Salsa" ucap Bu Ani.

Dan Rega langsung saja duduk manis di belakang Aca dengan  matanya yang tak lepas dari Aca.

"Mohon jangan ribut, hari ini semua guru rapat jadi kelas free. Saya permisi" pamit Bu Ani lalu keluar kelas.

"Aca?" Panggil Rega,ya Rega memanggil Aca dengan sebutan Aca karena ia kenal betul dengan Aca.

Aca menoleh ke belakang dengan malas dan menaikkan alisnya sebelah seolah mengatakan 'apa?'

"Ke belakang taman yuk? Ada yang mau gue omongin." ajak Rega kepada Aca.

Aca mengangguk kecil "Tan gue pergi dulu ya." pamit Aca kepada intan yang hanya di angguki saja oleh intan.

Skip Taman belakang.

"Kenapa?" Tanya Aca to the point saat ia dan Rega telah sampai di taman belakang.

"Lo lagi Deket sama Alvaro ya?"tanya Rega balik.

Aca yang tak mengerti pun menoleh sambil mengerutkan keningnya.

"Maksud Lo?"

"Gue cuma mau bilang jangan terlalu terlena dengan pesona dan orangnya karena gue gak mau Lo sakit lagi" jawab Rega menepuk pundak Aca dan berlalu pergi.

Aca mencerna kata-kata Rega barusan dan hanya mengedikkan bahu acuh.

Ting!
Dua notifikasi masuk bersamaan ke handphone Aca.

Intan (1)
Rega(2)

Aca mengernyit heran karena intan mengirimkan pesan.

Intan
Gue di kantin. Ke sini aja oke?

                                                           Ok.

Lalu ia membuka notifikasi Sebelumnya dari Rega.

Rega

Bukannya gue mau ngerusak hubungan kalian tapi gue tau betul siapa Alva.

Gue harap Lo milih seorang yang benar-benar suka sama Lo.

                                            Read.

Hufftt .

Aca menghela nafas pelan.

Lalu mulai beranjak ke arah kantin dan benar saja seperti apa yang di bilang oleh Rega.

Disana ia lihat Alva sedang berbicara dengan orang lain di telpon.

"Hahaha Lo pikir gue mau apa sama  Si Salsa? Gue tuh benci tau gak sama perempuan yang sok-sok an."

"......."

"Lo tenang aja saat Aca udah mulai suka sama gue, gue bakal ngehancurin dan morotin uang nya lalu pergi. Gampang kan"

"Dan sepertinya itu gak bakal terjadi dan Lo yang akan hancur" ucap Aca sambil tersenyum miring ke arah Alva. Dan mengeluarkan Aura mematikan seorang pyschopath dari dalam tubuhnya.

Alva gelagapan dan langsung mematikan teleponnya dengan cepat.

"E-eh Sa-salsa l-l-lo dari kapan di sini?" Tanya Alva berpura-pura tidak terjadi apa- apa, tapi sayangnya Aca sudah mendengar semuanya.

"Saat Lo bilang bakal ngancurin gue." ucap Aca dingin tanpa menghilangkan aura nya.

"Gue bisa jelasin" balas Alva ragu.

"No, Alvaro Negredo Adisson. Big no!" Aca berusaha terlihat tenang dan santai seperti santai-santainya kek di pantai.

"Gue gak nyangka Al ternyata Lo gini. Anggap aja kita gak pernah kenal." Lanjut Aca dan berlalu ke arah parkiran karena mood makannya sudah hilang.

My secret life-

Sekarang, Aca berada di perusahaan nya. SLA CORP. Perusahaan ke 1 milik Aca.
Untuk menghilangkan stres dan membuang jauh pikirannya tentang Alva karena kalian tau? Aca sang pembunuh berdarah dingin bisa luluh dan mencintai seorang Alva yang dengan mudah nya mencampakkannya!

Ia mengambil handphone nya dan mengirim pesan singkat kepada Rega

Rega


                                 Makasih buat semuanya.

Apa sih yang gak buat Aca.

Aca geli melihat tingkah Rega yang seolah-olah menghiburnya.

________________________________
______________________

Halo guys gimana nih kalian lebih senang kalo Aca sama Rega ato Aca sama Alva?

Di chapter selanjutnya gue bakal buat siapa Rega sebenarnya.

Jadi ikutin terus cerita Aca.
Oke?

So vote teman teman✨



1: My Secret Life[✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang