Seingat Xabara, ia sudah memperingatkan untuk tidak mengganggu orang terdekatnya. Tetapi, dengan lancangnya gadis tak tahu malu itu melukai dan menculik Chika atas dasar pembalasan dendam pada Xabara. Akuilah, gadis bodoh itu menyerahkan nyawanya sendiri.
Chika, kondisi gadis itu sangat mengenaskan. Mulutnya disekap dan dirinya diikat di kursi usang. Jika saja ia menerima tawaran Xabara untuk membawanya bersama ke supermarket, mungkin Intan tak kan pernah berani berbuat senekat ini.
Di ruangan gelap dan pengap, Chika membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah, seorang gadis yang duduk di sofa usang. Chika tertawa sinis, Intan si gadis tak tahu malu.
Intan berdiri dari duduknya, ia menatap Chika meremehkan. "Tuan putri udah bangun ternyata." Intan mendekat.
Chika menatap intan dengan tatapan sinis. "Tuan putri? Cih, ga ada sejarah tuan putri diculik nenek lampir."
Chika merasakan gadis didepannya tengah tersulut emosi. Chika menghentakkan kakinya. "oh iya lupa! Cinderella!"
"Apanya yang Cinderella?" Intan menautkan alisnya bingung.
Dalam hati Chika tertawa, apakah gadis ini tidak tahu sejarah Cinderella?
Tatapan Chika berubah meremehkan. "Lo ga tahu cerita Cinderella?"
"Gak usah bertele-tele!" Intan membentak.
Chika mengangguk-anggukan kepalanya dengan mulut yang terbuka meremehkan. "Ah gue lupa, Lo cuma tahu cerita hamil di luar nikah kan?"
Plak
Tamparan keras di terima oleh Chika. Saking kerasnya pandangannya teralih, dan sudut bibirnya terluka. Chika tertawa lantang.
Intan mendelik, ia mencengkram erat dagu Chika. Sedangkan balasan yang didapat Intan adalah Chika yang masih tertawa lantang.
Intan tersenyum sinis. "Udah mau mati, masih aja ngelawan!"
Sedangkan di lain tempat—
Panik melanda Xabara, ia bolak-balik mondar-mandir sambil menggigit kukunya. Starla berusaha menenangkan Xabara, tapi tak mempan. Saking paniknya Xabara, Starla sampai-sampai memanggil Rega untuk menenangkan Xabara. Namun, jauh dari kata tenang justru kepanikan Xabara bertambah.
Chika telah hilang selama 2 jam, gadis itu bilang kalau cuma mau ke supermarket yang hanya berjarak 15 menit dari apartemen mereka. Sempat Xabara menawari untuk menemani Chika, tapi gadis keras kepala itu menolaknya.
Rega memegang tangan Xabara. "Udah, mungkin Chika ada kerjaan mendesak."
Xabara terdiam, ia menggeleng.
Xabara mengambil handphone dan menelepon tangan kanannya. Tidak bisa dibiarkan, Chika tak pernah menghilang tanpa kabar. Pasti ada sesuatu yang terjadi padanya.
[Lacak keberadaan Chika sekarang. 5 menit atau kepalamu jadi taruhan]
Xabara memutuskan telepon. Ia duduk di sofa samping Starla. Xabara menyadari sedari tadi Starla melamun.
"Jangan melamun Starla." Datarnya.
Starla terhenyak. "Xa, ga ada yang terjadi kepada Chika kan?" Ia hampir menangis.
Xabara menggeleng tanda tak tahu. "Jangan menangis."
Lama terhanyut dalam pikiran masing-masing, Sebuah telepon masuk membuyarkan lamunan mereka.
[Chika di culik. Gedung Utara perbatasan hutan]
Rahang Xabara mengeras. [Siapa yang menyuliknya?]

KAMU SEDANG MEMBACA
1: My Secret Life[✓]
Genç Kurgu[TAMAT] [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] [CEK SQUEL KELANJUTAN : ALL ABOUT XABARA] Ini kisah tentang Salsa, Salsa Tasya Spiky. Gadis kecil yang menyimpan beribu rahasia. Gadis yang diusir oleh keluarga kandung nya itu. Satu persatu masalah mulai muncu...