Psikopat #02 Kepo

92 4 0
                                        

Jangan terlalu mencintai Jika sudah kehilangan kenangannya akan selalu membekas.

****

Hari Minggu biasa nya Raline kencan dengan Marcel,namun berbeda untuk Minggu Ini Raline memilih untuk  ini

Minggu
Belajar,Foto Endrose.

Raline saat membaca Schedule nya meskipun hanya 2 tapi sangat menyita waktu nya jika sudah mencangkup foto Endrose. Dia sengaja mengatur waktunya mulai dari aktifitas biasa aja di tambah aktifitas yang sangat Sibuk  begitulah Raline dari kecil Mendiang Ayahnya selalu mengajarkan nya untuk menghargai waktu. Karena bagi mendiang Ayahnya Waktu itu bisa di katakan lebih dari Emas,dari waktu bisa menjadi Emas dari Emas belum tentu bisa menjadi Waktu. kata2 itu yang menginspirasi Raline untuk lebih bisa menskala prioritas waktu nya.

Seandainya saja Ayah Raline masih ada,sudah pasti dia akan bangga dengan Raline anak satu-satunya yang saat ini berkiprah di dunia penulis.Karena,dulu Ayah Raline selalu menginginkan Raline untuk mengikuti jejak Ayahnya.

Ia mulai menyiapkan alat-alat apa yang harus ia siap kan seperti Kamera, Tripod, dan beberapa Produk yang akan dia Review. Di Teras rumahnya di depan Kolam renang,di temani Jus Jeruk kesukaannya.

"Hallo Guys pasti kalian Salfok kan sama baju yang aku pakai. Nah,aku beli baju di Shirt Shop,karena di sana banyak banget baju-baju harga nya murah mulai dari 35.000 an aja lo."

Kata Raline yang sedang mengendrose  beberapa baju dari sebuah Online Shop,di depan kamera,dengan senyum manis ciri khas Raline.

"Raline." Marcel datang tiba-tiba, Raline mengkerut kan dahi nya,dari mana Marcel bisa masuk.

"Apa." Sahut Raline singkat,biasa nya jika Marcell datang Raline selalu senang.Namun, berbeda dengan kali ini Raline merasa kesal dengan perlakuan Marcel kala itu. Marcel yang terlalu posesif membuat Raline jera akan hal ini, terkadang Raline ada keinginan untuk meninggalkan Marcel.Namun, karena Raline terlalu mencintai Marcel. Jadi berulang kali niatan itu di tepis oleh Raline.

"Sini aku yang Videoin." Marcel merebut kamera di depan Raline

"Gak Perlu ada Tripod kan." Merebut Kamera yang di pegang Marcel, Sambil meletakan kembali Kamera di tripod nya.

"Dari mana bisa masuk?"Raline mengalihkan pembicaraan Marcel. Karena Raline tau Marcel akan kepada nya, Marcel terlalu Tentramen masalah kecil di perbesar.

Jika ingat hal itu Raline merasa takut akan sosok Marcel, Raline Ingat pasti sewaktu Raline berangkat sekolah bersama dengan Agam ketua kelas di kelas nya. Marcel yang kebakaran jenggot, dia menampar Raline keras. Bahkan nyaris putus,Jika Marcel sewaktu itu Marcel tidak berjanji untuk tidak mengulangi nya.

"Ada Mama,tadi terus aku suruh masuk ke sini,Mama mau ke Toko ya."

"Iya,Udah bilang tadi sama aku."

"Ini Parfum yang aku pake, ada Varian baru juga Lo. Kaya Green tea wangi nya Seger banget. Sumpah aku suka banget."

Raline kembali membuat Video Endrose nya.Dan Marcel fokus ke Handphone nya,Raline. Marcel terlalu Posesif sampai Handphone Raline pun selalu di Chek oleh Marcel.

"By,kamu hapus akun Instagram kamu ya." Bujuk Marcel setengah Memohon.

"No, sayang kalo aku hapus IG gimana aku promosi buku-buku aku.Lumayan kan lagian Uang Endrose nya buat tambah-tambah uang jajan, sekarang kan Papa udah ga ada jadi aku harus bantu Mama, berhubung aku masih belum Lulus. Aku membantu Mama dengan hal-hal yang kaya gini dan aku juga nyaman jalanin nya." Jelas Raline panjang lebar

"Tapi, aku ga suka liat cowok-cowok komen di IG,liat cowok-cowok pada suka sama kamu,aku cemburu." Jawab Marcel mencoba menjelaskan kepada Raline, dengan sedikit membujuk Raline.

"Cel,kamu percaya aku."

"Susah di atur emang." Celetuk nya, membuat Raline menoleh kearahnya.

"Udah ya,aku lagi ga mau debat,aku ga mau kita berantem lagi,udah cukup pokoknya."

"Kenapa sih,aku bisa biayain semua nya. Apa yang kamu mau aku bisa kasih,tinggal sebutin mau apa iPhone sebelas atau apa aku bisa kabulkan semua nya.Permintaan aku cuman satu hapus akun doang By."

Begitulah Marcel terlalu over jika dia tidak suka,dia akan bilang transparan.Kepala Marcel yang sangat batu,di tambah Kepala Raline yang sangat Batu.Sering terjadi perdebatan, tapi ga sampai putus.

"Ga akan Marcel,aku sebisa mungkin ga minta apapun dari kamu,aku mau mandiri. Dengan cara aku sendiri,aku ga mau menggantung sama kamu, pokonya gimana pun caranya aku gak akan minta apapun dari kamu,dan aku akan berusaha." Jelas Raline panjang lebar.Perhalus kata-kata nya,Raline tau Marcel adalah orang yang keras.

"Tapi ada keinginan kan buat hapus akun?" cecar Marcel sedikit memaksa.

"Iya tapi, ga sekarang." Jawab Raline tersenyum mengelus pipi Marcel.

***

Raline meminum coklat hangat,suasana dingin di luar membuat Raline memesan Coklat Hangat,tidak seperti biasanya Raline yang kurang suka dengan Coklat Hangat,biasa nya jika Raline sedang berkumpul dengan Teman-teman nya atau pun Marcel Raline selalu memesan Coklat Dingin. Namun,berbeda dengan hari ini.Raline ingin mencoba sesuatu hal yang baru.

"Hai,Gue duduk sini ya." Sapa Aneth perempuan Tomboy sering di bilang adik nya Marcel.

Raline mengadahkan kepalanya,Karena posisi Aneth berdiri.  "iya silahkan?" Raline berdiri mempersilahkan Aneth Duduk.

Melihat itu Aneth memberi kesimpulan bahwa Raline adalah perempuan yang sopan,cantik,dan berbakat. Jelas sudah tidak di ragukan sekali,karena Raline sangat berbakat,entah itu di bidang menulis,musik,dan Ilmu pengetahuan lainnya.

"Gimana sama Marcel,dia cemburu an parah ya,semua nya terlalu Over ya,tapi perhatian nya Pake banget." Ujar Aneth membuka obrolan setelah di persilahkan duduk.

"Iya Neth,tadi aja dia minta gue hapus akun IG." Jawab Raline enteng.
Padahal dengan kedua temannya dia tidak terbuka,berbeda dengan Aneth,Raline melihat Aneth bisa menjaga rahasia.Buktinya Marcel saja sangat betah bersama Aneth.

"Marcel selalu bilang Dia sangat mencintai Lo.Wajar,dalam hidup nya dia pernah pacaran sama Kaka Kelas nya berbeda tiga Angkatan gitu,Ka Tara namanya, jadi Tara cinta pertamanya Marcel dan suatu ketika Ka Tara mau di jodoh in sama orang tua nya,Ka Tara sendiri ga bisa nolak itu." Cerita Aneth panjang lebar, menceritakan rapuh nya Marcel dulu sebelum ada Raline. Sengaja Aneth ceritakan agar Raline tidak meninggalkan Marcel.

"Lalu?" tanya Raline penasaran jiwa keingintahu an nya meronta.

"Lalu,beberapa hari sebelum Ka Tara menikah dia meninggal."

Raline terkejut, ini benar-benar Sad Ending yang sangat Sad menurut nya.

"Ka Tara Bunuh diri dia menggantung kan dirinya.Itulah yang ngebuat Marcel sangat amat ga mau kehilangan Lo."

Angguk Raline mengerti. Imajinasi nya mulai muncul seketika ide-ide cerita muncul.Raline ingin tahu lebih dalam lagi kisah Marcel bersama Ka Tara.

"Buat Lo,jangan terlalu mencintai seseorang karena jika pergi kenangannya akan selalu membekas.Itu kisah yang dapat kita petik dari kisah Marcel dan Ka Tara."Sambungnya lagi.

Cerpen pad (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang