WWC - 16

6.4K 403 39
                                        


------

"Pulang sekarang?" ajak Abram pada Kyna yang sedang duduk santai di salah satu sofa. Pria itu tiba-tiba muncul di depan Kyna setelah ia menutup obrolannya dengan Anja dan mendapatkan kartu nama wanita itu.

Kyna mengangkat wajahnya dan melihat Abram yang mengulurkan tangannya, "Gue pulang bareng Arga. Lo duluan aja," jawabnya.

"Yakin?"

Kyna mengerutkan dahi dan menjawab Abram dengan malas, "Kenapa gue nggak yakin? Gue kan ke sini bareng dia..."

Abram tidak tahu ingin membalas apa. Ia kemudian duduk di samping Kyna -menemani wanita itu.

...

...

"Lo kenapa duduk? Nggak jadi pulang?" Kyna bertanya.

Abram tersenyum, "Mau nemenin lo nungguin Arga. Sudah jam 12 malam, Na. Kasihan lo sendirian, entar digangguin sama cowok-cowok.
Kan berabe-"

"Lebay lo! Ini kan private party. Masuk sini aja pakai barcode, ya kali bakal ada yang gangguin gue. Ada-ada aja lo!"

"Ya mana tau kan laki..."

Kyna tertawa hambar, "Yang ada itu lo gangguin gue, Tehandradja. Sana deh mendingan lo pulang dan tidur ketimbang di sini nungguin gue. Nggak jelas banget sih..."

"Gue nggak ngantuk," kata Abram dengan datar.

"Terserah lo deh," timpal Kyna malas.

Abram menggeser tubuhnya -lebih dekat dengan Kyna dan berkata, "Anyway besok Pak Damara minta kita buat datang ke acara tunangan sepupu lo. Berangkatnya jam 6 pagi. Yakin lo nungguin Arga sampai subuh? Dia lagi ngobrol sama temen-temennya. Pasti lama. Lo mau jadi kambing congek di sini?"

Kyna menarik tubuhnya dan membalas, "Dateng telat nggak apa-apa kali. Lo aja yang berangkat sendiri. Gue entar diantar sopir. Pokoknya, gue mau nungguin Arga. Titik dan tanpa koma."

"Besok sopir dipakai semua..."

"Ya udah. Kalau dipakai, gue berangkat sendiri. Simpel. Saran gue, lo lebih baik pulang daripada di sini . Atau nggak ngobrol sama cewek lo -siapa itu gue nggak paham temen lo ngobrol tadi. You're truly bugging me, Tehandradja."

"Namanya Anja. Udah ya gue tungguin sampai si Argantara Sjarief selesai ngobrol sama teman-temannya," ujar Abram.

"Nggak jelas lo!" kata Kyna dengan sinis. Perempuan itu kemudian berkutat dengan ponselnya dan mengabaikan keberadaan Abram.

*
45 menit berlalu, namun tidak ada tanda-tanda Arga menghampiri Kyna. Abram pun kembali berinisiatif mengajak Kyna pulang. "Na, balik yuk?" ajaknya sekali lagi, "Sudah hampir jam satu pagi. Pikirin kesehatan lo. Arga sibuk sama teman-temannya. Dia mungkin lupa kalau lo nunggu dia di sini," jelasnya.

"Can you stop talking, Tehandradja. Lo bisa nggak sih lihat gue seneng dan berhenti ikut campur dengan kehidupan pribadi gue? You're not involved..." balas Kyna dengan sinis.

"Gue tau. Tapi, Pak Damara minta kita pulang sekarang. Terlalu malam, Na. Acaranya David juga sudah kelar dari tadi. Lo nggak mungkin di sini terus sedangkan yang lain sudah pulang..."

"Bodo', Abram. Gue mau di sini tungguin Arga."

"Ya udah, gue temenin," kata Abram, "gue bakal temenin nunggu Arga, Nona Damara, princess yang super duper keras kepala..."

"Apasih lo! Mau nemenin, tapi dikomenin," Kyna menjawab Abram dengan sinis.

"Abis lo..." Abram mendesah panjang, "...lo itu terlalu rumit."

When Women Commanded (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang