Week1- Kunjungan ke Balikpapan, Kalimantan Timur
"Gue pertama kali ke Balikpapan dan ternyata Bandara Sepinggan sebagus ini," komentar Kyna saat ia dan Abram keluar dari Bandara.
Abram tersenyum mendengar komentar wanita itu. Ia lalu membalas, "Sure. Kalau lo bisa muji begitu, tandanya lo harus keliling Indonesia biar tahu kalau sebenarnya tempat-tempat di Indonesia itu bagus. Jadi, lo nggak banggain Negara orang melulu."
"Gue overseas juga for business trip kali," timpal Kyna dengan sinis.
Abram tertawa lalu berkata, "Iya, Ibu Kyna Damara. Kan gue cuma menyarankan. Mau dilakukan ya silakan. Nggak juga nggak apa-apa."
Kyna berdehem dan membalas, "Hmm, iya."
"Gue harap lo nggak sebel dan marah gara-gara perkataan gue. Karena kalau sampai lo marah, cantik lo bisa hilang dan Pak Damara bakal marah sama gue," jelas Abram.
"Apa sih Tehandradja, lebay banget deh lo," jawab Kyna dengan kesal.
Abram menghentikan langkahnya, memutar arah, memegang kedua bahu Kyna dan menatap mata wanita itu sambil berkata, "Gue nggak lebay. But it's true. You're so beautiful. You should know that. Hurting you will be a mistake and the last thing that men want to do."
Hah? Maksud lo apa, Abram? Kok dari Timur ke Barat begini bicaranya? Kyna membatin sembari memandangi wajah Abram dengan serius.
...
"Sorry, ucapan gue nggak nyambung."
Memang.
"Oke..." kata Kyna dengan canggung. Abram kemudian melepaskan cekalan tangannya yang berada di bahu Kyna.
Tak lama, keduanya menaiki mobil yang menjemput mereka di Bandara. "Pak, langsung ke IC ya," pinta Abram pada Pandu, sopir yang menjemput mereka.
"Baik, Pak Abram," sahut Pandu.
"Jadi Pandu, sekarang saya bersama Ibu Kyna Damara, anak Pak Hardjanto Damara. Selama site visit di sini, kamu yang akan menemani Ibu Kyna. Mengerti?"
"Mengerti, Bapak," jawab Pandu.
Kyna melirik Abram dengan berkata, "Lo nggak nemenin gue?"
"Ya kalau kerja nemenin. Kalau pas luang ya lo punya waktu bebas. Lo punya hak untuk kemanapun yang lo mau," Abram menjelaskan.
"Dan lo bakal biarin gue pergi sendirian? Di Negeri antah berantah ini?"
"In case you need me time."
"Jawaban yang menyebalkan." Kyna memalingkan wajahnya karena kesal.
Abram hanya tertawa melihat tingkah Kyna. Cepet banget ngambeknya. Seperti selalu.
...
...
...
"Gitu aja ngambek..." goda Abram pada Kyna yang menghiraukannya selama beberapa menit.
Lo itu sangat menyebalkan, Tehandradja.
Abram memegang tangan kiri Kyna yang terbebas sambil berkata, "Gue paling nggak bisa lihat perempuan cuekin gue. Apalagi ngambek gara-gara gue. Am I that cruel?"
Kyna menarik tangan kirinya dan menjawab Abram, "Lo-sangat-kejam."
Abram tertawa kecil. "Kata Pak Hardjanto, pria tidak boleh kejam pada perempuan." Menanyakan kepastian pada Pandu, "Bukan begitu Pandu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
When Women Commanded (On Going)
Chick-LitKyna Damara adalah anak perempuan satu-satunya Hardjanto Damara, seorang pengusaha Indonesia yang bisnisnya bergerak di bidang energi dan pertambangan. Pada mulanya, kehidupan keluarga Kyna baik-baik saja hingga ia merasa kalau kehadiran Abram Tehan...
