Hayy readers-readers aku😆 apa kabar nihh kalain semua, semoga baik selalu ya. Apa masih ada yang nungguin Kontrak cinta nggak? Pertama-tama autor mau minta maaf yah karna udah fakum lamaaaa dan baru bisa up lagi sekarang. Sebensrnya nggak ada alasan serius sih kenapa autor nggak up, up, tahun-tahun kemarin cuma agak malas nulis karna banyak tugas kuliah bertumpuk-tumpuk. Selain itu juga, autor lagi garap cerita baru yang segaja belum di up karena belum selesai danrencananya bakal di up kalo emang benar-benar selesai supaya nggak ngegantung readers. Nanti juga bakal aku spill di sini yah..
Autor udah nggak berharap lebih sih, tapi semoga masih ada yang nungguin dan masih ingat kontrak cinta yah hehe... selamat membaca😍😍
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Happy reading.......
Baru saja Frans dan sekertarisnya keluar dari restoran setelah bertemu dengan infestor yang akan bekerja sama dengan perusahaan miliknya. Ia melihat jam tangan, waktu telah menunjukkan pukul dua lewat tiga puluh menit.
"Bagas!"
Panggil Frans pada sekertarisnya yang duduk di bangku depan samping pengemudi.
"Ya pak?"
"Apa jadwal saya setelah ini?"
"Setelah ini, bapak sudah tidak memiliki jadwal pertemuan atau rapat apapun dan hanya ada beberapa berkas yang harus bapak periksa di kantor"jawab Bagas sekertarisnya sigap.
Frans mengangguk mengerti "baiklah, kita kembali ke kantor"
"Baik pak" kini sang sopir yang menjawab
Setelah beberapa menit perjalanan menuru arah kantor, Frans hanya menatap pemandangan di luar sana. Matanya tiba-tiba memicingkan melihat kearah samping, tepatnya di pinggir jalan, di sana terliaht sebuah mobil dan seorang pria paruh baya yang tidak asing sedang membuka kap mobilnya.
"Arman, putar balik! Kita kearah mobil di belakang"
Sejenak Arman yang merupakan sopir pria itu menatap spion, mencari yang di maksud bosnya itu.
"baik pak"
Arman melaksanakan perintah yang diberikan Frans, ia memutar balik mobil menuju kearah yang di maksud.
Frans keluar dari mobil dan langsung medekat ke arah pria paruh baya yang masih terlihat sibuk dan kini masih membelakanginya nampak tidak sadar dengan kehadirannya.
"Om!"
Pria paruh baya yang di panggil om langsung olehnya menoleh ke arahnya. Frans tersenyum, ternyata ia benar pria itu benar Pranata ayah Amel.
"Frans?" Pratama sedikit kaget.
Frans mengangguk dan menyunggingkan senyum pria.
"Mobilnya kenapa om?"
"Biasa lah Frans mobil tua suka mogok" jawabnyabsambil terkekeh.
Frans mengangguk mengerti "ya sudah biar om ikut saya, masalah mobil om biar supir saya yang urus ke bengkel.
"Ahh tidak usah repot-repot, tadi om sudah memanggil orang bengkel sepertinya beberapa menit lagi akan datang"
"Tidak masalah, ini permasalahan biasa"
"Benar tidak apa -apa Frans, om tidak mau merepotkan. Apalagi ini masih jam kantor, sepertinya kamu masih sibuk"
"Jangan sungkan, hari ini semua jadwal rapat dan pertemua sudah selesai jadi tidak ada hal yang mendesak lagi" jawab Frans meyakinkan "Arman tolong urus mobil ini, bawa ke bengkel"
"Baik pak"
"Silahkan pak!" Bagas mempersilahkan Pranata dan Frans masuk setelah pria itu membuka pintu penumpang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kontrak Cinta
RomanceAmel Natasya seorang gadis biasa, sederhana, dan cantik yang terlahir dari keluarga sederhana. Dia bekerja di sebuah play group, dia sangat menyukai anak-anak yang menurutnya semua anak- anak itu lucu dimatanya. Kisah cinta Amel tidak seindah yanga...
