_BITSORI_
Thursday, 21/11/2019
Heejin mengikuti Jaemin yang sedang berkeliling di rumahnya. “Katakan padaku, kenapa kau membawa kopor? Jangan bilang kau bermaksud tinggal di sini?” kata Heejin meyangsikan yang lalu segera menambahkan, “Dan dimana Seohyun Eonni sekarang?”
Jaemin menutup kembali pintu toilet dan berbalik, sontak Heejin menghentikan langkahnya. Jarak mereka hanya tinggal tiga puluh centi meter saat dengan cepat Heejin menekap mulut, salah tingkah. Sementara Jaemin semakin mempersempit jarak hingga menyisakan sejengkal saja, ia tersenyum tipis.
Sesuatu telah menggelitik perasaan Jaemin, selanjutnya ia mengecup punggung tangan Heejin. Gadis itu membulatkan matanya, berkedip normal seraya menurunkan tangan dari membekap mulutnya sendiri yang terkatup rapat.
“Apa yang kau pikirkan?” senyum Jaemin terkesan nakal, “Kau menciumku dan memintaku untuk menggendongmu. Bagaimana… kau juga pernah berbuat lancang, bukan? Jadi kita impas!”
Segera Heejin mendorong Jaemin agar menjauh, tapi rasa gugupnya belum juga hilang. Ia melihat Jaemin terjengkang ke belakang tepat memasuki kamar mandi yang pintunya tidak tertutup dengan benar, jatuh terduduk di lantai yang syukurnya tidak basah.
“Appo (Sakit),” rintih Jaemin memegangi pinggangnya. “Bantu aku!” lanjutnya mengulurkan tangan pada Heejin.
“Sirheo (Tidak mau)! Makanya kau jangan dekat-dekat denganku! Cepat pergi dari rumahku!” usir Heejin.
Akhirnya Jaemin berdiri sendiri, dia merapihkan asal bajunya yang mungkin kusut. “Sirheundae, naega wae, eolma jogeundae (Tidak mau, kenapa harus, memangnya berapa kau akan bayar)?!” tolak Jaemin bertingkah manis.
“NA JAEMIN!” Heejin telah kehabisan kesabaran, ia mulai mengejar Jaemin yang entah kenapa berlari menghindarinya, mengitari sofa di ruang serbaguna.
“Seohyun Noona yang menyuruhku untuk tinggal di sini dan mengawasimu, dia, dia… sedang pergi ke Jeju!”
Heejin mengerutkan dahi, alis matanya bertautan. “Apa maksudmu? Memangnya dia mau apa ke sana? Kenapa pula menyuruhmu untuk mengawasiku?!”
Jaemin semakin suka berbicara lebih lama dengan Heejin. Ia tidak segera menjawab, kakinya melangkah memasuki kamar yang ia yakini kamar itu milik Heejin.
“Ya, jawab aku!” desak Heejin.
“Akh, rupanya ini kamarmu,” ujar Jaemin melihat-lihat kamar Heejin dan menemukan sebuah bingkai foto yang memperlihatkan Heejin tengah tersenyum sambil menunjuk sebuket bunga yang dipegang oleh wanita di sebelahnya. “Ini bukan Seohyun Noona, siapa dia?” tanya Jaemin menunjukkan bingkai yang ia pegang pada Heejin.
“Aish,” desis Heejin merebut bingkai foto yang Jaemin pegang, dan kembali menyimpannya di tempat semula. “Pergi dari sini!” kesal Heejin mendorong Jaemin untuk keluar dari kamarnya.
“Bukankah tadi kau bertanya padaku, aku akan menjawabnya sekarang.” Barulah Heejin berhenti mendorong Jaemin. “Seohyun Noona dan Kyuhyun Samcheon pergi ke Busan, mungkin setelah itu akan ke Pulau Jeju. Dan mungkin akan berkeliling Korea Selatan, bisa saja mereka ke luar negeri,” jelas Jaemin pantas diragukan.
“Sebenarnya mereka kemana? Apa yang mereka lakukan? Berapa lama? Dan kenapa menyuruhmu untuk mengawasiku?!” sabar Heejin, menuntut penjelasan yang lebih dapat dimengerti.
“Untuk sekarang mereka ke Busan, mereka sedang melakukan misi jadi kau tidak boleh mengetahuinya, mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena aku keponakan Kyuhyun Samcheon sekaligus murid Seohyun Noona, jadi mereka memintaku untuk membantu mengawasimu.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain Sound
Fanfiction[END] Na Jaemin baru saja jatuh dalam pesonanya hanya dalam tiga detik. Gadis itu bernama Jeon Heejin, pendiam, jarang bicara dan dengan sengaja mengasingkan diri dari sebuah ikatan yang disebut pertemanan. Heejin terus menghindarinya. Sampai ia men...
