[END] Na Jaemin baru saja jatuh dalam pesonanya hanya dalam tiga detik.
Gadis itu bernama Jeon Heejin, pendiam, jarang bicara dan dengan sengaja mengasingkan diri dari sebuah ikatan yang disebut pertemanan.
Heejin terus menghindarinya. Sampai ia men...
Suasana rumah berloteng dengan kesan sederhana sangat tidak baik saat itu. Seohyun membantu Heejin untuk menahan tubuh lemahnya agar tidak ambruk, dia berulang kali meminta Sooyoung untuk berhenti berbicara. Tapi suara lembutnya tak dihiraukan.
Heejin semakin tak mampu menatap mata Sooyoung, air matanya bahkan sudah membasahi wajahnya.
“Kenapa kau tidak mengajakku juga, tunggu... bagaimana jika aku ikut? Pasti aku juga akan berakhir seperti Eonni, Jahyeong (Kakak ipar laki-laki) dan Yeonwoo,” kata Sooyoung dengan suara keras.
“Sooyoung Imo apa yang kau bicarakan, seharusnya Heejin yang lebih sedih di sini, siapa yang tahu akan mengalami hal mengerikan! Kenapa kau menyalahkannya!” bentak Seohyun, ia segera menambahkan, “Imo, geumanhae, jebal (Bibi, aku mohon, tolong hentikan).”
Sooyoung menepis pegangan tangan Seohyun di lengannya, ia semakin mendekati Heejin sehingga membuat wanita itu mundur beberapa langkah.
“Tapi, kenapa hanya kau yang selamat?”
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♪♪♪
“Aku kejam sekali,” hela Sooyoung, kembali lagi ke rumah yang dulu sekali sering dikunjunginya membuat ia banyak menyadari kesalahannya.
Selama ini dia selalu memikirkan cara untuk meminta maaf, namun egonya terlalu tinggi. Sebenarnya Sooyoung sangat bersyukur Seohyun datang menemuinya. Berpura tidak menerima hanya untuk menjaga harga diri.
“Kau baru menyadarinya setelah sekian lama,” cibir Seohyun.
Entah disengaja atau tidak, Irene dan Suho berdehem secara bersamaan. Mungkin mereka merasa tersinggung.
♪♪♪
Pernikahan yang hanya tinggal satu hari itu terpaksa harus dibatalkan, karena mempelai wanita telah dinyatakan meninggal dalam sebuah kecelakaan beruntun. Banyak korban dan besarnya kerugian akibat supir truk yang teledor. Alih-alih menyalahkan si supir, Suho malah menunjuk Heejin sebagai penyebab Yeonwoo meninggal.
“Kau telah merenggut impian kakakmu!” pekik Suho sangat terpukul.
Irene sebagai teman terdekat kedua mempelai pengantin ikut memandang tajam Heejin. Gadis itu tahu selama kedua orangtua temannya pergi bekerja keluar kota, Yeonwoo selalu memprioritaskan Heejin di atas segalanya.
Heejin terus mengajak pergi ke pameran lukisan yang sangat disukainya. Dengan tegas Wonwoo menolak karena ada evaluasi bulanan untuk trainee, ia harap bisa lolos dan melakukan debut.