Labuhan Kemang, kisah kedua tentang petualangan Haricatra ini mulai saya tulis di Amlapura, di awal Januari 2020.
Setelah berpisah dengan Wahyuni, Haricatra menghilang bagai ditelan Bumi. Tiada satu pun kawan seangkatannya tahu ke mana bocah itu pergi. Epsilon gerimutan. Dhira Tanuja telah menyembunyikan anak semata wayangnya dengan begitu apik.
Satu setengah tahun berlalu setelah terbakarnya hutan Nagapuspa. Epsilon masih menguasai Gunung Sanghyang dan membangun pusat produksi. Akibatnya, hutan ditebangi dan pasokan air menipis di tiga kabupaten. Demo besar-besaran berlangsung di hampir seluruh desa. Epsilon menghadapi krisis parah. Di sisi lain, korporasi itu menghadapi tuntutan keluarga sepuluh pegawai sekuriti yang tewas di Gunung Sanghyang dan jenazahnya tidak berhasil ditemukan.
Tak cukup sampai sana. Yang paling memukul Epsilon adalah wabah SALCON. Mutasi kanker itu berada di luar kendali akibat kenaikan suhu global dan intensitas polusi. Ini membuat seluruh rencana Epsilon untuk mengembangkan antikanker tetraprofen varian 5 terancam gagal total.
Demi mengatasi semua masalah itu, Epsilon mesti bertindak cepat dan cerdas. Apa yang dilakukannya sungguh di luar dugaan semua orang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Haricatra: Labuhan Kemang (Trilogi Kedua)
AventuraUntuk mengatasi pandemi SALCON di Indonesia, pohon Nagapuspa harus ditanam lagi. Sayangnya, Haricatra justru menghadapi masalah selain teror Epsilon... masalah pelik menyangkut rasa hati seorang remaja. Selamat membaca.