RUNAWAY

1.9K 144 17
                                        

       Mr. Axciel berjalan mendahuluiku, menaiki tangga, dan keluar dari gedung. Dia berjalan dengan mantap di dalam kegelapan. Aku merasa bisa melihat sedikit lebih jelas dari pada waktu masuk tadi, tapi itu mungkin karena mataku sudah terbiasa dengan kegelapan, bukan karena ada darah vampire di dalam tubuhku. Begitu sampai diluar, dia menyuruhku untuk naik ke punggungnya

"peluk leherku! Jangan melepaskannya atau membuat gerakan secara tiba-tiba."

       Aku mengangguk dan menaiki punggungnya. Ketika aku sudah berada dipunggungnya, dingin. Dan aku baru menyadari ternyata aroma citrus yg sering berlalu lalang di hidungku dari tubuhnya, aku mendekatkan hidungku diam diam ke lehernya itu menghirupnya lagi dan lagi. Ah ini benar benar memabukan, rasanya hanya seperti ini saja sudah membuatku mabuk seperti orang gila. Mr.axciel berdeham pelan ketika menyadari apa yg ku lakukan, dia memberi tahu kalau dia akan mulai berlari, aku balas mengangguk dari belakang entah dia merasakannya atau tidak, aku jadi malu atas apa yg kulakukan tadi dasar bodoh. Awalnya aku merasa tidak ada hal yg aneh tapi kemudian aku menyadari betapa cepatnya gedung-gedung berkelebat disekitar kami. Kaki-kaki mr.axciel sepertinya tidak bergerak secepat itu. Malah, seakan justru dunia yg bergerak lebih cepat dan kami sedang meluncur melintasinya!. Dan kemudian kami sudah tiba luar rumah sakit hanya dalam beberapa menit. Hebat!.

"bagaimana kau melakukannya secepat itu?" tanyaku
"kecepatan itu relatif," ujarnya, kemudian dia merapatkan jubahnya ke sekeliling bahu dan bersembunyi didalam kegelapan sehingga kami tidak bisa terlihat.
"temanmu ada dikamar yg mana?" tanyanya. Aku memberitahunya nomornya dia balas mengangguk, lalu menyuruhku untuk naik ke punggungnya lagi. Kemudian dia melompat melawati jendela-jendela diluar gedung itu. Ketika sudah sampai di jendela yg tepat, dia meletakan jari tangan dan kaki nya di dinding. Lalu dia memasukan kuku-kukunya ke tembok gedung itu, dan menembus batu batanya!

"hmm, batu batanya rapuh tapi masih bisa menahan kita. Jangan panik kalu kita tergelincir. Aku bisa mendarat dengan baik di atas kakiku. Vampire hanya akan mati jika jatuh dari tempat yg sangat amat tinggi." Ujarnya. Sontak aku langsung memeluk lehernya dengan erat. Dia bergerak dengan cepat, dalam sekejap kita sudah berada di dalam kamar jer.

       Untungnya di kamar sedang tidak ada siapa siapa. Ini akan terlalu mengejutkan jika ada seseorang selain jer di kamar. Aku tidak tahu jam berapa saat itu, tapi yg pasti sudah sangat larut malam. Napas jer tesengal sengal dari pada sebelumnya dan ada banyak selang-selang baru di sekujur tubuhnya, yg terhubung ke mesin mesin yg tampak mengerikan.

 Napas jer tesengal sengal dari pada sebelumnya dan ada banyak selang-selang baru di sekujur tubuhnya, yg terhubung ke mesin mesin yg tampak mengerikan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"racunnya telah bekerja dengan cepat. Kita mungkin sudah terlambat untuk menyelamatkannya."

       aku merasa seluruh isi tubuhku membeku mendengar kata-kata mr.axciel itu. Mr.axciel membungkuk dan membuka kelopak mata jer. Selama beberapa detik yg panjang dia menatap bola mata jer dan memegang pergelangan tangan kanan jer. Akhirnya dia menggeram

"kita tepat waktu. Tapi untunglah kau tidak menunggu lebih lama lagi untuk menemuiku tadi. Beberapa jam lagi mungkin dia sudah jadi almarhum." Ujarnya dengan santai lurus menatap mataku. Aku merasa hatiku jadi lebih ringan setelah mendengarnya.

My Damn MasterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang