12 | Twelfth Dream : Destiny

593 133 20
                                        

Suara dentingan pedang saling beradu di dalam hutan. Semua pasukan pangeran melawan serigala itu yang jumlahnya sangat banyak, mungkin mencapai belasan. Sementara aku hanya duduk di atas kuda melihat pertarungan itu.

Sebuah serigala meloncat ke arahku, aku memekik pelan, tapi serigala tersebut langsung tumbang ketika pangeran menusukkan pedangnya dan menghancurkan tulang-tulang yang menyusun kerangka tubuhnya.

Aku meringis melihat tulang-tulang serigala tersebut sudah berserakan di tanah. Sementara baju pangeran yang dilapisi besi sudah dihiasi oleh cipratan hitam. Untung saja belum ada luka yang tergores di tubuh pangeran. Kemudian pangeran loncat dari kudanya, dan melawan serigala itu di bawah. Aku hanya menatap pangeran dengan perasaan khawatir dari atas.

Tiba-tiba kuda yang kunaiki meringkik membuatku terlonjak kaget, ternyata sebuah serigala berhasil menancapkan cakarnya pada kuda ini, dan dalam sekejap kuda tersebut oleng dan jatuh bersamaku.

Serigala di sana menyeringai setelah berhasil melumpuhkan si kuda. Ia berjalan ke arahku bersiap untuk loncat dan mencakarku.

"Kau mempunyai kekuatan yang besar nak, aku bisa merasakannya." Suara tetua desa berdengung di kepalaku.

Aku mencoba memejamkan kedua mataku, membayangkan serigala tersebut tersungkur, kuarahkan kedua tanganku ke arah serigala tersebut yang sedang bersiap meloncat ke arahku.

BUUMM!!

Ketika aku membuka kedua mataku, serigala tersebut sudah tergeletak menabrak pohon. Aku masih terdiam mencerna apa yang sedang terjadi.

Tapi dua serigala yang lain langsung meloncat ke arahku saat melihat temannya tergeletak di tanah. Aku melakukannya lagi, kuarahkan masing-masing tanganku ke dua serigala tersebut sambil membayangkannya tersungkur dan-

BUUMM! BUUMM!

Dua serigala tersebut terpental. Aku terpana oleh apa yang baru saja kulakukan.

Saat aku menoleh ke arah pangeran, dan mendapati tubuhnya sedang ditimpa oleh sebuah serigala besar. Segera saja kuarahkan sebelah tanganku ke serigala tersebut dan ia terpental menabrak serigala lain.

Pangeran menatapku sambil mengulas senyum tipisnya dan kembali menyerang serigala dengan pedang dan teknik bertarungnya. Begitu juga aku yang kembali mengeluarkan kekuatanku membuat serigala-serigala tersebut terpental ke berbagai arah.

Setelah serigala-serigala tersebut hancur, aku langsung menyembuhkan luka kuda yang kunaiki tadi. Kemudian kami langsung melanjutkan perjalanan kami keluar dari hutan, karena berlama-lama di dalam hutan ini tidak baik, masih banyak monster-monster hewan berbahaya lainnya di sini.

"Kau tak apa Yang Mulia," bisikku di tengah perjalanan, yang dibalas gumaman oleh pangeran.

"Kekuatanmu boleh juga," bisiknya. Aku tersenyum bangga, aku sendiri masih takjub bahwa aku memiliki kekuatan seperti itu.

"I'm glad I found you," bisiknya kembali.

Setelah keluar dari hutan yang lebat itu, aku disuguhi oleh padang rumput hijau yang membentang sepanjang aku memandang.

Kini pikiranku kembali terputar kembali, saat-

Ahh ... Aku selalu bermimpi tentang ini, Ini pasti padang rumput itu!

Padang rumput dimana pasukan kuda mengejarku hingga aku jatuh ke jurang yang berada di hutan yang kulalui tadi saat aku bermimpi.

Tepukan di bahuku berhasil menyadarkanku dari segala persepsi yang sedang kupikirkan, pangeran menyuruhku menghampiri beberapa pasukannya untuk kuobati. Aku melihat pasukan-pasukan sang Pangeran sudah duduk melingkar disana.

Alana : That Dream Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang