21 | Twenty-first Dream : New Plan

443 99 71
                                        

Ini hari kedua aku di dalam penjara bawah tanah. Tak banyak yang bisa kulakukan, hanya termenung, memikirkan cara keluar, melatih kekuatanku dan kadang mencoba keluar dari pagar besi menyebalkan ini yang mengakibatkan tubuhku terpelanting ke tembok bebatuan kasar penjara.

"Aakhh ...." Aku meringis tertahan dan mengusap lenganku. Entah sudah keberapa kali aku mencobanya tapi selalu berakhir seperti ini.

"Dasar pagar menyebalkan!" sungutku. Aku menyenderkan punggungku, dan memikirkan cara lain.

Ahh ... teleportasi!
Kenapa ide itu tidak terpikirkan olehku!

Aku segera memfokuskan seluruh pikiranku agar tubuhku bisa berpindah ke luar pagar penjara tanpa melewatinya.

Satu

Dua

Ti-

BUUMM!

Lagi-lagi aku terpental dan jatuh tersungkur ke lantai penjara. Aku meringis dan mengusap-usap pantatku lalu segera bangkit.

Ini teknik teleportasiku yang gagal atau memang pagar ini tidak bisa dilewati dengan sihir apapun? Baiklah, aku akan mencoba teleportasi dua langkah ke kanan!

Aku memejamkan kedua mataku, memfokuskan seluruh pikiranku agar berteleportasi ke kanan dua langkah. Dan begitu aku membuka mata ....

"Woahh!" Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku.

Aku benar-benar berteleportasi!
Sebenarnya seberapa kuatkah diriku yang dulu hingga bisa menghancurkan Negeri Wonderous?

Aku mendesah panjang dan menggeleng. Bukan saatnya memikirkan hal itu. Yang harus kupikirkan sekarang adalah bagaimana aku bisa keluar dari penjara ini. Aku menyenderkan punggungku dan memejamkan kedua mataku. Beristirahat sejenak.

Jika saja aku bisa mengulang waktu ....

Aku membuka kedua mataku segera.
Ya! Kenapa kita tidak coba kembali ke masa lalu dan mengentikan perbuatanku yang dulu? Sepertinya itu patut dicoba. Tapi bagaimanaa ....

"Ssstt ... Faraahh ...."

Aku menoleh begitu mendengar namaku dipanggil. Tapi tak ada sosok siapapun di luar sana. Kosong.

SRIINGG ....

Tiba-tiba sosok Pangeran Alex muncul di depan sel penjaraku diikuti kerlap-kerlip cahaya emas yang berterbangan di sekelilingnya.
Aku melotot kaget dan segera bangkit, mendekati pagar penjara.

Apa yang baru saja ia lakukan?Berteleportasi? Bagaimana bisa tiba-tiba tubuhnya muncul di sana?

Pangeran Alex tersenyum melihatku yang kebingungan dan mengeluarkan kunci perak dari sakunya lantas memasukkannya ke lubang kunci.
Begitu ia membukanya ia langsung masuk berjalan mendekatiku.

"Kau ... tidak apa-apa?" tanyanya.

Aku tersenyum tipis dan mengangguk. Keadaanku sudah lebih baik dari kemarin malam yang sangat kacau. Pangeran Alex ikut tersenyum dan mengelus pucuk kepalaku. "Kau cantik saat tersenyum."

Aku mendelikkan mataku tajam.
Sejak kapan Pangeran Alex seperti ini?

Pangeran Alex hanya terkekeh geli dan mengacak-acak rambutku yang sudah berantakan. Aku berdecak kesal dan merapihkan rambutku yang makin berantakan. Aku menatap Pangeran Alex bingung yang ia balas dengan senyuman tipis.

"Bagaimana caranya kau pergi ke penjara bawah tanah? Dan kenapa tubuhmu tiba-tiba muncul di sana? Apa yang kau lakukan?" tanyaku bertubi-tubi.

Pangeran Alex terkekeh lagi dan kembali mengacak-acak rambutku. "Aku mencuri mantra sihir dari ruangan penyihir kerajaan secara diam-diam agar tubuhku bisa berteleportasi ke sini," jelasnya.

Alana : That Dream Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang