[COMPLETED]
Hyunjin Ganteng : sabi lah itu siapa cha? kenalin bisa kali
Changbean : sabi lah drpd lo ngejomblo mulu
Chaewon : temen kelasnya yeji tuh
Yeji Cantik : gue bagi kontak, tp beliin gue kinder joy sepack!
- A b s u r d c h a t -
✓ Update ra...
Hyunjin segera menyambar jaketnya yang ada di belakang pintu kamar. Ia segera melajukan motornya menuju rumah calon. Tak lupa mampir untuk membeli jamu.
"PERMISI!" teriaknya ketika sudah berdiri di depan pintu rumah Ryujin. Tak butuh waktu lama, seorang bapak-bapak membukakan pintu. Bapak-bapak itu melihat Hyunjin sambil memperbaiki kacamata yang melorot, menggaruk keteknya yang tidak tertutup lengan kaos dalam, dan memperbaiki sarungnya yang mau jatuh.
"Bapak siapa ya?" tanya Hyunjin.
"Kamu yang siapa? Ini rumah saya,"
"Ini kan rumah Ryujin,"
Bapak-bapak itu melirik Hyunjin dari atas sampai bawah.
"Kamu tukang kerok?"
Hyunjin baru sadar, ini Bapaknya Ryujin?
"Om? Bapaknya Ryujin ya?" tanya Hyunjin sembari mencium tangan bapak itu. Tangan yang bekas garuk ketek :')
BAU BANGET ANJIR DAHLAH MO PINGSAN AJALAH GUE! —Hyunjin
"Ohiya ini om oleh-oleh jamu, dagang martabak belom buka, jamunya baik buat orang tua loh om, hehe,"
"Kamu ngeledek saya tua?"
"Lah om masih muda ya ternyata? Saya gak tau mau beli yang mana, tadi kata mas jamunya, adanya jamu buat lansia sama jamu buat menstruasi, masa saya mau beliin om yang buat menstruasi?" lah goblok juga Hyunjin ini :)
Bapaknya Ryujin mendelisik, kemudian tertawa,
"Yasudah ayo masuk, kebetulan saya lagi masuk angin," ucapnya sembari merangkul Hyunjin.
Hyunjin nurut, ia memasuki rumah sederhana tapi tampak mewah itu. Niatnya Hyunjin mau pinjem uang seribuannya Ryujin, tapi si Bapak udah nyerahin duluan uang limaratusan emas.
Hyunjin mulai mengerok punggung Bapak itu.
"Makanya om,"
"Apa?"
"Kalo makan itu ya nasi, jangan angin,"
Diem. Diem. Hening. Krik. Krik.
"Gak lucu, kamu gak lolos," ucapnya.
Hyunjin bingung.
"Gak lolos apa om?"
"Kamu suka kan sama anak saya?" tanyanya telak, Hyunjin mengangguk dalam diam.
"Sa.. saya.. mau ajakin anak om jalan-jalan ke lomb-"
"Gak boleh!"
"Ta.. tapi o... om.. saya udah pesen tiket,"
Hening sejenak.
"Yaudah boleh,"
Hyunjin melotot, apaan nih orang tua kok ngijinin segampang itu?
"Se.. serius.. s om?"
"Tapi saya ikut,"
Kemudian Hyunjin reflek menumpahkan minyak kayu putih ke punggung Bapak Ryujin dan membiarkannya meleber kemana-mana.
TIDAK! —Hyunjin
HAHAHAHAHAHA (KETAWA EVIL) —BAPAK
— A b s u r d c h a t —
Ihiyy chapter depan mau Lombok In luv hehehe, jadiin gak ya? Buat diganggu sama Bapak gak ya?:v