Ini Akhir Kita🍕 {2} (End)

619 37 5
                                    

Setelah sampai di bandara, Hyunjin menghampiri orang-orang yang ramai berkumpul. Sepertinya itu juga para keluarga yang mencari info. Beberapa dari mereka ada yang sudah menangis tersedu-sedu bahkan tak sedikit yang pingsan.

"Mbak saya mau cek daftar nama penumpang," ucap Hyunjin pada seorang perempuan yang nampak kelelahan.

"Pesawat Qantas jurusan Jakarta transit Sydney, Singapur?" tanyanya. Yeji yang ada di sebelah Hyunjin langsung mengangguk, "Atas nama Ryujin,"

Perempuan tadi langsung mencarikan nama yang disebutkan Yeji.

"Kami mohon maaf atas masalah ini, saudari Ryujin ada dalam pesawat ini,"

Mendengar dua belas kalimat itu, Hyunjin ambruk. Kakinya lemas. Air matanya mengalir lagi. Ia menangis tanpa suara. Yeji memeluk Hyunjin erat, mencoba menenangkan.

"Brengsek,"

"Gue brengsek,"

"Ninggalin Ryujin sendirian,"

"Pasti dia lagi ketakutan,"

Hyunjin memukuli dirinya sendiri, ia sangat kesal terhadap dirinya.

"Gue harus gimana dek?" tanyanya putus asa.

"Tenang mas, info pasti belum ada kan, siapa tau bisa selamat,"

Hyunjin tertawa sumbang, "Apa lo pernah liat, pesawat hilang kontak bakal selamat?"

Yeji tertegun, benar juga.

"Tapi kita gak tau kehendak Tuhan gimana, kita berdoa aja dulu,"

Hyunjin mengelap air matanya. Ia bangun, kakinya masih lemas, ia berjalan dibantu oleh Yeji.

"Telpon Changbin, suruh cari info lagi," titah Hyunjin.

Yeji kemudian berjalan menjauh dari Hyunjin, hendak memberi info ke Changbin.

"Mas Changbin!"

"Kenapa?"

"Gue lagi di bandara sma mas Hyunjin,"

"Terus?"

"Ih pesawat Ryujin hilang kontak, ini Mas Hyunjin lagi nangis, katanya suruh Mas Changbin cari info lagi,"

"Tau darimana Ryujin naik pesawat itu?"

"Ih pake nanya, tadi pagi Ryujin nelpon gue, terus gue udah konfirm atas nama Ryujin emang ada,"

"Yaudah tunggu, nanti gue hubungin lagi,"

Yeji menghampiri Hyunjin yang menatap lantai bandara dengan tatapan kosong.

"Pesawat Qantas tujuan Sydney yang membawa penumpang tujuan Singapura dan Indonesia ditemukan jatuh di perairan Merimmbula setelah hilang kontak,"

Mendengar berita yang ada di tv dekat dengan keberadaanya, Hyunjin berdiri dan menatap nanar tv itu. Tanpa sadar lagi ia menangis.

"Ryu..." ucapnya dengan bibir bergetar.

"ENGGAK, PASTI BOHONG!" teriak Hyunjin tiba-tiba. Yeji langsung memeluk kakaknya itu mencoba membuatnya tenang.

"Ryujin janji bakal nunggu gue, kenapa? kenapa dia ngingkarin janji dan malah ninggalin gue?"

Mendengar itu, hati Yeji serasa teriris, ia ikut menangis. Sekelebat bayangan tentang Ryujin muncul di pikirannya. Ryujin yang hampir tiap malam galau karena Hyunjin tak kunjung melamarnya, sekarang malah ia harus pergi dengan impiannya yang belum terwujud.

"Tenang mas, mungkin emang sudah jalannya Ryujin disana,"

Hyunjin menangis semakin keras, tak bisa rasanya menerima kenyataan itu.

Absurd Chat | Hyunjin Ryujin ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang