Te Amo🍕

320 37 6
                                    

"I love you,"



Setelah acara dramatis antara Hyunjin dan Ryujin di stasiun, dan berakhir Ryujin makin gak bisa jalan, akhirnya mereka berempat kembali lagi ke rumah sakit.

"Duh kalo kaki Ryujin ilang sebelah gimana?" tanya Hyunjin panik. Mendengar ucapan sang pacar Ryujin malah menangis. Yeji menoyor kepala kakaknya itu.

"Lambemu,"

"Pak cepet pak, nanti kalo telat bisa-bisa kaki adek saya dipotong," ujar Chaewon pada bapak supir taksi. Mendengar ucapan Chaewon semakin membuat Ryujin menangis.

"Ih kalian itu disini yang tua, tapi malah nakut-nakutin, turun aja sana kalian!" murka Yeji. Hyunjin dan Chaewon langsung terdiam. Ryujin masih menangis kecil.

"Gak papa ih, gak usah nangis nanti malah makin sakit," ujar Yeji menenangkan. Ryujin kemudian menaruh kepalanya di atas dada Hyunjin. Hyunjin mengelus kepala sang pacar dengan lembut, sesekali memainkan rambutnya.

Dengan kecepatan maksimal, akhirnya mereka sampai di rumah sakit, Hyunjin segera menggendong Ryujin menuju UGD.

Dokter yang kemarin menangani Ryujin sampe heran, kenapa Ryujin bisa balik lagi dengan kondisi kaki yang memburuk.

"Kalo sakit itu gak boleh dipaksa, nanti bisa-bisa tulangnya gak bisa nyatu kembali," tegur sang dokter, Ryujin hanya menatap Hyunjin meminta pertolongan.

"Iya kamu sih bandel banget," ujar Hyunjin ikut-ikutan menegur. Ryujin menatap Hyunjin kemusuhan.

"Rawat inap dulu, nanti gipsnya dilepas dulu, terus besok pagi kita ct scan,"

Setelah kepergian dokter, Hyunjin mendekati Ryujin untuk mencubitnya, itu adalah salah satu kebiasaan Hyunjin yang selalu gemas dengan pacarnya. Namun tangan Hyunjin ditepis kasar oleh Ryujin, "Apa? Kan aku bandel, sana sama yang gak bandel!" ucapnya yang malah membuat Hyunjin tertawa.

"Ih ngeselin!"

Hyunjin masih tertawa, ia kemudian memegang tangan kecil Ryujin, lalu ia usap pelan, dan kemudian ia cium lembut tangannya.

"Mau bandel mau enggak, aku udah cinta sama kamu, dan gak bakal pernah berubah. Jadi kamu harus tetep jadi diri kamu sendiri," ucap Hyunjin dengan wajah serius tapi senyuman di wajahnya tak hilang. Ryujin yang dalam mode kesal kembali ke mode manjanya. Ia membangunkan dirinya dan duduk menghadap Hyunjin.

Ryujin merentangkan tangannya, bermaksud meminta pelukan. Tetapi Hyunjin malah menurunkan tangan Ryujin dan menahannya di kasur. Hyunjin menyapu jarak antara dia dengan Ryujin. Saat wajah mereka semakin dekat dan mata Ryujin sudah tertutup, tirai tempat Ryujin terbuka.

"Sungguh pemandangan ini," ucapnya.

"Gue dateng-dateng malah zina mata, anjing," lanjutnya. Kemudian dia tertawa dan segera menuju Hyunjin untuk memeluknya. Ryujin hanya mengusap wajahnya malu.

"Diliat dari posisi kalian tadi, sepertinya kalian udah gak berantem,"

Hyunjin cengar-cengir, kemudian mengangguk.

"Terus ngapain ya gue kesini?" tanyanya pada dirinya sendiri.

"Cari pacar kamu lah," jawab Chaewon yang baru datang. Melihat pacarnya itu, Changbin langsung memeluk Chaewon dengan erat. Bibit kebucinannya mulai bergerak. Sudah lama ia tidak membucin secara langsung.

"Ah kalian mah, gue cari Yeonjun dulu deh," ucap Yeji yang merasa tertinggal melihat kedua pasangan itu saling berpelukan melepas rasa kangen mereka.

Absurd Chat | Hyunjin Ryujin ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang