Suara teriakan kesakitan itu masih terdengar dari luar ruangan tempat Seungmin menunggu. Sudah hampir satu jam sesudah mereka sampai di Rumah Sakit, namun Yeungmin masih meraung-raung kesakitan. Para dokter dan perawat sampai kewalahan mengurus satu pasien itu. Seungmin yang sedaritadi mondar-mandir di depan ruangan itu tak henti-hentinya menggigiti jarinya, resah.
"Duduk dulu, nak," ucap Omnya Yeonjun, sebut aja Om Suga, yang sedaritadi pusing melihat Seungmin mondar-mandir.
"Itu para dokter gak kasi obat penenang apa ya? Kasian adik saya pak," jawab Seungmin malah semakin panik. Pasalnya suara teriakan Yeungmin semakin terdengar kesakitan. Seungmin bingung, tadi yang terluka parah itu Hyunjin, tapi kenapa Yeungmin yang sakit? Sebenernya apa yang sakit?
"Tadi saya cek badannya dia gak ada luka, tapi dia kesakitan banget, kenapa ya?" tanyanya dengan muka sangat, sangat, sangat, khawatir.
Om Suga menepuk kursi kosong di sebelahnya, memberi isyarat Seungmin untuk duduk. Seungmin menurutinya. Kemudian Suga menepuk pelan punggung Seungmin, menyalurkan energi ketenangan.
"Mentalnya Yeungmin itu sakit, dia gak luka fisik, tapi dia ngerasain sakit lebih parah daripada terluka fisik," jelas Suga pelan. Seungmin mengangguk-angguk. Sebenernya ia paham, tapi si Yeungmin ini masalahnya teriaknya tuh kenceng banget.
"Nah udah tenang tuh?" ucap Suga, lagi. Tak lama perawat keluar dan mencari wali dari pasien Yeungmin.
"Kami mohon maaf, atas kelalaian kami, pasien Yeungmin sudah meninggal,"
Deg
Tubuh Seungmin membeku, seluruh bulu kuduknya berdiri, darahnya berdesir semakin kencang. Mencoba mencerna sepuluh kata yang diucapkan perawat di depannya.
"Saat pasien mengamuk, ada pasien serupa yang datang, jadi kami bagi tugas, tersisa saya dan satu dokter yang menjaga Yeungmin, jadi saat saya mengambil beberapa obat penenang lagi, dokter tak melihat Yeungmin turun dari ranjang dan mengambil cutter yang ada di meja jaga kemudian menyayat tangan serta lehernya," jelas perawat.
SEREM BANGET SI ANYING INI CERITA GENRENYA APA SI?:'
Badan Seungmin merosot, dadanya terasa sesak. Ingin sekali Seungmin menangis menumpahkan semua kesedihannya, namun semua tertahan. Tatapannya sangat kosong, seolah tak mempercayai semua musibah yang menimpanya. Suga mencoba merangkul bahu Seungmin, menenangkannya.
"Kenapa?" gumam Seungmin.
"Kenapa harus keluargaku?" lanjutnya.
"Apa Tuhan sebenci itu sama garis keluargaku?"
"Pertama Mama, Kedua Papa, sekarang Yeungmin,"
"Apa sih salah aku? Apa salah Papa? Mama? Kenapa harus ngelalui ini semua?"
"Kenapa kalian tinggalin aku sendiri? KENAP—"
"AARRGHHHHH!" teriak Seungmin akhirnya. Seolah mencoba kuat menahan semua, namun pada akhirnya terlepas. Badannya terasa bergejolak, nafasnya tercekat, keringat dingin mulai bercucuran.
Seungmin Ambruk.
Iya. Pingsan. Seungmin pingsan di pelukannya Suga (Anjir wkwkwk).
Suga dengan sigap mengangkat tubuh Seungmin, dibantu oleh para petugas yang melihat.
— A b s u r d c h a t —
"Yeungmin udah gak ada," ucap Changbin setibanya di kamar inap Hyunjin. Ryujin yang sedang mengelap lengan Hyunjin, Yeji dan Chaewon yang sedang nonton tv, sekita menghentikan aktivitas mereka dan menatap Changbin tak percaya.
"Ha?" jawab Yeji bingung.
"Gimana bisa?" lanjut Chaewon.
Namun bukannya membalas ucapan kedua makhluk hidup itu, Changbin malah melihat ke arah Ryujin dan bertanya, "Lo oke?" sambil berjalan mendekati Ryujin. Yeji dan Chaewon ikut melihat ke arah Ryujin.
"Seungmin gimana?" balas Ryujin pada akhirnya. Sebenarnya Ryujin lagi bersusah payah untuk mencoba tenang.
"Seungmin gak papa kan?" lanjut Ryujin.
"Pasti dia terpuruk sekali," lanjutnya. Kemudian ekspresinya berubah sedikit sendu. Changbin paham, pasti Ryujin merasa terkejut dan kahawatir. Biar bagaimanapun Yeungmin itu pernah hadir di hidupnya.
"Seungmin pingsan, tapi udah mendingan, dia masih belom bisa ikhlas," jawab Changbin.
Ughhh... Aghhhh...
Suara seseorang yang sedang terbaring itu mengalihkan fokus orang-orang yang ada disana.
"MAS?!" —Yeji
"HYUNJINNNN!" —ChangBChae
"Kak Hyunjin?" —Ryujin
Teriak mereka bersamaan setelah melihat mata Hyunjin terbuka.
"Sakit," ucapnya. Belum sepenuhnya sadar, tapi udah ngeluh sakit, Ryujin kan jadi sad:(
Ryujin pegang tangan Hyunjin, bermaksud nenangin pacarnya.
"Sakit banget ya?" tanya Ryujin tak tega. Hyunjin mencoba melihat sang empu suara.
"Loh Ryu?"
Ryujin tersenyum.
"Iya, sayang?" balas Ryujin lembut. Hyunjin kemudian tersenyum. Namun tiga makhluk yang tersisa itu menatap pemandangan di depan mereka dengan tatapan tak percaya.
"Percuma khawatir," ucap Changbin, kemudian beranjak menuju sofa dan menonton tv, diikuti Yeji dan Chaewon.
"Loh kalian ngapain? Nungguin gue? Ah so—"
"Ahhh sakit," rengeknya saat mencoba untuk duduk.
"Tiduran dulu, gausah banyak tingkah," ucap Changbin ketus. Ketus ketus sebenernya Changbin tadi nangis paling kenceng lho.
Hyunjin melihat sekeliling kamarnya.
"Nyari apa kak?" tanya Ryujin.
"Gue laper, hehe," jawab Hyunjin cengengesan. Changbin kemudian melempar satu buah chitato berukuran jumbo ke arah Hyunjin.
"Makan itu dulu, gue udah pesen makanan, masih otw," ucap Changbin singkat, namun penuh makna.
Duh pacar gue galak jutek tapi sweet juga. —Chaewon2K20
— A b s u r d c h a t —
Huh akhirnya ini terpublish:') Susah banget nyelesein konflik, atau masuk tahapan perbaikan suasana habis konflik:') ga sabar mau buat cabsurd chat mereka lagi dan mereka nikah dan selesai:')
Doakan author supaya mood nulis lanchaaarrrr :'v
See you, jangan lupa vote!:')))))

KAMU SEDANG MEMBACA
Absurd Chat | Hyunjin Ryujin ✓
Fanfiction[COMPLETED] Hyunjin Ganteng : sabi lah itu siapa cha? kenalin bisa kali Changbean : sabi lah drpd lo ngejomblo mulu Chaewon : temen kelasnya yeji tuh Yeji Cantik : gue bagi kontak, tp beliin gue kinder joy sepack! - A b s u r d c h a t - ✓ Update ra...