contrition

6.7K 552 50
                                        

Kau duduk disampingku, dibangku yang tengah kita duduki di sebuah taman.

"Aku pergi mendatangi pengacaramu waktu itu, aku mendatangi surat itu seperti yang mungkin sudah kau lihat. Tapi sebelum aku mendatangi nya aku benar-benar terus menggali info tentangmu dan menanyakan keberadaan mu. saat itu lah aku tahu kau sudah tidak ada dikorea pergi bahkan tanpa pamit padaku"

"jika aku pamit mungkin aku tidak akan jadi pergi"

Dia melihatku sebentar dan terkekeh.

"Kau benar, jika saja waktu itu kau datang hanya untuk sekedar pamit padaku mungkin segala sesuatu nya akan berubah sekarang. Aku tidak akan menandatangi surat salinan palsu itu hanya untuk dilihat olehmu"

Aku menyeritkan keningku karna bingung dengan perkataan nya.

Setelah mencerna cukup baik aku sedikit mengerti kenapa pengacaraku hanya memperlihatkan sebuah foto surat cerai itu yang telah Jennie tanda tangani. Tapi ketika aku datang ke korea pengacaraku selalu beralasan aku tidak perlu lagi memerlukan surat itu dan sampai saat ini aku memang tidak pernah melihat surat itu secara langsung. Jadi apa ini yang ia maksud?

"Apa yang kau katakan?" aku bertanya untuk memastikan.

Kini dia menatap mataku. Dia mengambil nafas dan mulai berkata padaku.

"Kau pasti bingung hingga saat ini kau tidak melihat surat itu ada di tanganmu, ya karna aku masih menyimpan surat itu dan aku belum mendatangi nya. Yang kau lihat hanya lah salinan palsu karna aku yang memaksa pengacaramu untuk membuatkan salinan yang palsu, aku tidak tahu bagaimana cara nya pada saat itu tapi aku tidak ingin berpisah denganmu. Dan kau jangan menyalahkan pengacaramu atas semua ini karna aku lah yang memaksa"

Dia tersenyum namun tak menyampai ujung matanya.

Aku diam dan bingung atas semua ini.
Jadi aku belum sepenuhnya bercerai dengannya?

"Kenapa kau melakukan ini?"

Dia belum menjawab dan hanya masih menatapku.

"Kau tahu, surat itu bukan permainan-"

"Aku tahu, sebab itu aku benar-benar ingin memastikan nya darimu bukan dari surat itu. Mari kita bicara lisa"

..........

Hembusan angin menyebabkan helaian rambut sedikit menutupi wajah mereka.
Senderan Jennie di bahu milik Lisa tak pernah lepas sejak setengah jam yang lalu.

"jadi kapan kita akan makan bersama?" Tanya Jennie dengan menutup mata nya di bahu lisa kala menikmati angin hembusan angin.

"aku akan mengabarimu nanti." Jawab Lisa padanya.

Jennie kini bergeser sedikit dan mengangkat kepala nya dari bahu lisa.

Lisa masih enggan menatapnya dan hanya diam menatap kosong taman itu.

"Lisa..." Panggil jennie lirih.

"Lis.. Apakah kau masih mencintaiku? "

Perkataan Jennie berhasil membuat Lisa kini menoleh ke arahnya.

"Maafkan aku berbicara seperti ini, tapi aku telah berjanji pada diri sendiri ketika aku melihatmu lagi aku akan mengatakan semua nya apa yang kau tinggalkan tanpa berpamit padaku"

"Hentikan omong kosong itu jennie"

Kini jennie mengeluarkan sebuah Map dan isi nya yang telah Lisa ketahui bahwa itu adalah surat yang ia kirim pada jennie setahun yang lalu.

"Kau lihat surat ini, ini yang kau kirim padaku dan aku belum menyeselaikan ini sama sekali! Aku masih ingin tetap ada disisimu dan aku akan melakukan segala nya untukmu termasuk meninggalkan Kai"

Lisa terkejut dengan kalimat terkakhir yang jennie lontarkan. Dia masih tidak percaya apa yang jennie katakan.

"Tidak. Apa yang kau bicarakan Jen? Aku memaafkanmu tapi tolong hentikan semua kosong ini-"

"Aku tidak bohong lisa. Aku masih mencintaimu"

Lisa terdiam ketika dia mendengar itu dari mulut jennie, kalimat yang dulu ingin selalu ia dengar.

"A-aku masih ingin denganmu, tolong beri aku kesempatan untuk membuktikan nya lagi"

Lisa menghela nafas panjang dan menatap wanita bermata kucing yang kini tertunduk sedang menangis itu.

Lisa perlahan menarik tubuh Jennie dalam pelukan nya. Dia menutup mata dan memeluk erat wanita itu.

............

Chahee hanya menatap sedih sahabatnya itu. Ketika Jennie hanya menonton TV dihadapannya namun dengan pandangan yang kosong.

"Jen.." Ucap chahee yang mengusap pundak Jennie.

"Aku sudah terlambat" Ujar jennie yang kini masih menatap TV yang ada di hadapan mereka.

"Aku- aku akan memutuskan Kai. Kau dengar itu Cha. Tapi aku sudah terlambat Cha, Lisa-"

Chahee hanya diam dan menenangkan sahabatnya itu. Jennie bercerita tentang bagaimana dia dan lisa bertemu di taman hari ini.

Aku memintamu bertemu untuk hari ini.
Aku ingin mengatakan ketika kau sudah pergi tanpa aku. Lisa katakan padaku bisakah kau percaya kali ini saja?

Andaikan waktu bisa aku putar kembali
Aku ingin dirimu tetap ada di sini
Melewati kisah yang kita jalani.

Namun kini aku tahu lisa, aku terlambat sudah menyadari setelah hatiku kini terluka.

Bagaimana aku harus memutar langkah lagi untuk mengulang cinta kita.
Andainya ini adalah pembalasan
Akan aku relakan. Kini aku mulai menyadari.

Aku terluka Lisa.

Aku- aku merasakan sakitnya.
Ini seperti meremukkan hatiku secara langsung. Aku salah dan aku terluka.

Lisa andainya kau tahu
Betapa penyesalan ini sekarang bersarang dalam hebat dijiwa ku.

Namun aku tahu itu sudah terlambat.

Lisa katakan pada ku
Masih ada ruang untuk diri ku kan?
Apakah aku masih bisa memadamkan api marahmu?

Bisakah kau selam lagi dasar hatimu? Masih adakah aku disitu?

Aku hanya ingin kau percaya kali ini saja. Lisa aku menyesal. Tapi aku sudah terlambat.

.............

"Lis.. Maafkan aku" Isakan itu terus berlanjut. Jennie dalam pelukan lisa.

Mereka memeluk erat satu sama lain. Mereka masih berada di taman itu.

"Aku dan Kai sudah putus, aku-"

"tidak jennie"

Perlahan lisa melepaskan pelukan Jennie dan menatap mata kucingnya dengan lekat.

"Aku tidak bisa"

"Kenapa lis? Aku akan memperbaiki semua nya aku-"

"Aku tidak bisa meninggalkannya"

Ujar lisa yang kini membuang muka pada jennie.

"Kau hanya berhutang budi padanya. Aku sudah mendengar tentangnya semua dari irene, jangan menjadikan nya pelarian kau hanya akan menyakitinya lisa"

Lisa mengepalkan tangan nya dan kini kembali menghadap Jennie.

"Lisa-"

Lisa tersenyum lemah dan mengusap lembut pipi mandu milik jennie.

"Aku sudah tidak mencintaimu"

"kau bohong lisa!"

Jennie kini menepis tangan lisa dengan air mata yang mengalir di pipi nya.

"Aku mencintai Miyeon"















-gimana gue up lagi kan ini wkwk

-bab ini sedikit diambil dari lirik lagu *terdiam sepi(nazia marwiana) and andai nya kau terima (new boyz)

*Di scene terkakhir*

Hold Me TightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang