🏆 Reading List WIA Indonesia Periode 1
Setelah selamat dari ledakan di sebuah laboratorium Kota Moorevale, Chloe Wilder dihantui dengan penglihatan-penglihatan yang tidak bisa dimengertinya.
Dylan Grayson, putra semata wayang dari seorang ilmuwan t...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dylan Grayson melangkah cepat memasuki laboratorium komputer sekolah, pemuda itu duduk di salah satu meja. Setelah menyalakan komputer, ia mengetuk-ngetuk meja dengan tidak sabar. Tanpa sadar, kakinya bergerak dengan sendirinya.
Setelah komputernya memasuki Windows, pemuda itu membuka Google Chrome dan mengetik sebuah nama di search engine.
"Amelia ... Langford ...," gumam pemuda itu.
Setelah pemuda itu menekan enter, terdapat banyak sekali portal berita online yang memuat nama Amelia Langford. Pemuda itu membuka salah satu website yang berjudul 'Daftar Korban Ledakan Vortex Laboratory 2019'dan membacanya.
"She's on this list." Dylan meneguk salivanya. "I killed her."
Pemuda itu terdiam sejenak sambil mengulum bibirnya. Apakah teori film sci-fi yang biasa ia tonton benar? Bisakah kita mengendalikan waktu secara penuh, bahkan pergi ke masa lalu atau masa depan? Jika ya, dapatkah ia menyelamatkan Amelia Langford dan ayahnya?
"Well, ini konyol. Tetapi, aku harus tetap mencari tahu, 'kan?" Dylan kembali mengetik. "Dapatkah ... kita ... melakukan ... penjelajahan ... waktu?"
Terdapat teori-teori yang mendukung apa yang ditanyakan pemuda itu. Dylan tersenyum, mulai menggerakan kursor dan membuka satu persatu jurnal ilmiah yang muncul di search engine.
Berdasarkan teori relativitas khusus Albert Einstein, semakin cepat sebuah objek melaju, maka waktu akan bergerak semakin lambat pada objek tersebut.
Menurut perhitungan Fisika, untuk menciptakan mesin yang bisa mengantarkan kita menjelajahi waktu, kita harus menemukan objek yang bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya.
Dylan membelalak, ia mengingat apa yang pernah dikatakan ayahnya sebelum Vortex Laboratory meledak. Pemuda itu menatap kedua telapak tangannya. Perlahan, cahaya putih kebiruan muncul di sana.
"Jika partikel Neutrino tidak bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya karena masih memiliki massa, bagaimana dengan partikel yang ada di tubuhku? Dad bilang, partikel ini tidak memiliki massa, apa itu artinya benda ini dapat bergerak melebihi Neutrino? Apakah benda ini juga dapat melebihi kecepatan cahaya?" gumamnya, "aku bisa mempercepat waktu sebuah benda baik ke masa lalu atau masa depan. Apakah aku bisa membawa diriku pergi ke masa lalu juga dengan partikel ini?"