🏆 Reading List WIA Indonesia Periode 1
Setelah selamat dari ledakan di sebuah laboratorium Kota Moorevale, Chloe Wilder dihantui dengan penglihatan-penglihatan yang tidak bisa dimengertinya.
Dylan Grayson, putra semata wayang dari seorang ilmuwan t...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Langit Kota Moorevale sudah menggelap, Chloe memutuskan untuk pulang dan melanjutkan kembali penyelidikan besok. Ya, penyelidikan harus terus berjalan hingga menemukan titik terang. Inilah satu-satunya cara agar Sean Grayson bisa hidup kembali. Mungkin Amelia Langford juga?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesampainya di kediaman keluarga Wilder, Dylan dan Chloe berhenti berjalan dan mengobrol di depan gerbang.
"Terima kasih sudah mengantarku pulang, by the way," ucap Chloe sungguh-sungguh.
"It's okay. Aku kebetulan ingin mampir ke minimarket setelah ini dan pulang menggunakan Uber." Dylan mengedikkan bahu. "Jika kau bermimpi sesuatu yang berkaitan dengan ini semua, aku ingin kau langsung menuliskannya dalam selembar kertas! Mimpi-mimpimu bisa jadi petunjuk yang berguna jika kita berhasil memecahkannya."
Chloe mengangguk. "Aku akan sediakan pensil dan kertas di nakas samping ranjangku."
"Good."
"Kau tahu, kurasa kita harus mencari data di perpustakaan. Mungkin sesuatu tentang Neutrino ada di sana?" tanya Chloe, "pertama-tama, mungkin kita harus mengunjungi perpustakaan sekolah?"
Dylan mengernyit. "Yeah, itu masuk akal, tapi tujuan kita yang sebenarnya adalah 201X, bukan Neutrino. Partikel 201X tidak ada di internet, kau berharap informasi seperti itu ada di perpustakaan?"
"Ah, kau benar. Tapi tidak ada salahnya mencoba, 'kan?" jawab Chloe, "sekecil apapun data yang kita temukan, akan berguna nantinya."
"Baiklah, jika kau penasaran. Kita cari di perpustakaan sekolah."
"Kurasa kita juga perlu fokus pada CRONOS dan ICARUS."
"Jadi, kita tetap harus membobol laptop ayahku?"
Chloe mengangguk lagi. "Itu satu-satunya cara yang bisa kita usahakan."
"Apakah ayahmu kenal seorang hacker yang dapat membantu kita?"
Chloe tertawa. "Kalaupun iya, apa yang harus kukatakan pada Dad? Kita harus menjaga penyelidikan ini tetap rahasia, 'kan?"
"Well, kukira ayahmu tidak akan bertanya hingga sejauh itu."