🏆 Reading List WIA Indonesia Periode 1
Setelah selamat dari ledakan di sebuah laboratorium Kota Moorevale, Chloe Wilder dihantui dengan penglihatan-penglihatan yang tidak bisa dimengertinya.
Dylan Grayson, putra semata wayang dari seorang ilmuwan t...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Siang ini, Chloe mendengar bel masuk berbunyi, gadis itu berjalan di koridor bersama Kelsey menuju kelas masing-masing.
"Aku akan mengantarmu pulang," ujar Kelsey.
"Baiklah, jika kau tidak keberatan," jawab Chloe
"Sebenarnya ...." Kelsey menjeda perkataannya. "Temani aku pergi ke mall, please? Temanku bilang MAC sedang diskon. Aku tidak bisa melewatkan diskon dari brand kosmetik favoritku!"
Chloe mengernyit. "Jadi itu tujuanmu yang sebenarnya?"
"Kau ini perempuan atau bukan, huh? Bagaimana kau bisa tahan dengan diskon-diskon itu?"
"Baiklah, terserah," jawab Chloe cuek.
Kelsey terkekeh. "Aku akan membelikan banana waffle favoritmu!"
"Deal!" seru Chloe. "See you after school, Kelsey!"
Chloe berpisah dengan Kelsey di persimpangan koridor, mereka berjalan menuju kelas masing-masing. Meskipun masih banyak murid yang berlalu lalang di koridor, Chloe tetap tidak ingin terlambat memasuki kelas. Ia benci mendapatkan kesan buruk dari guru-gurunya.
Di persimpangan koridor, ia mendengar seseorang berteriak.
"Sisakan bangku di sebelahmu!"
"Kau gila, Dylan Grayson! Kau harus membuat essay sebanyak tiga ribu kata! Kau tidak mungkin menyelesaikannya sekarang!"
Langkah Chloe terhenti, dengan cepat ia bersembunyi di balik tembok ketika melihat Dylan berbicara dengan salah satu temannya. Atensinya tertuju pada pemuda yang sedang berjalan berlainan arah dengan ruangan kelas murid tingkat pertama.
"Mengapa ia berkeliaran di koridor ketika bel masuk sudah berbunyi?" gumamnya.
Setelah melihat kehancuran Kota Moorevale di dalam mimpinya tempo hari, gadis itu semakin penasaran dengan Dylan Grayson. Pasti ada alasan yang valid mengapa pemuda itu selalu datang ke mimpinya.