3-6 | Another Dead End

2.6K 520 683
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, Dylan dan Chloe melangkah masuk ke dalam Glen Cove, restoran bergaya classic retro yang cukup terkenal di Kota Moorevale

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, Dylan dan Chloe melangkah masuk ke dalam Glen Cove, restoran bergaya classic retro yang cukup terkenal di Kota Moorevale. Pandangan Chloe menerawang ke seluruh penjuru restoran untuk mencari sosok yang dicarinya.

"Seperti apa orangnya?" tanya Dylan.

"Tingkahnya agak menyebalkan dan sembrono," jawab Chloe cuek.

"Maksudku, seperti apa penampilannya?"

"Oh, kulitnya agak pucat, kurasa wajar karena ia orang Asia. Rambutnya hitam dan tebal. Agak sedikit ... ya, tampan."

Tidak lama kemudian, gadis itu melihat presensi seorang pemuda berambut hitam dengan warna kulit pucat sedang asyik menyesap secangir americano. Tidak sulit mencarinya malam ini, berhubung di dalam restoran hanya beberapa meja saja yang terisi.

"It's him," bisik Chloe pada Dylan.

Pemuda berambut cokelat itu mengikuti pandangan Chloe. Kedua alisnya bertaut ketika menyadari bahwa sosok yang dimaksud adalah orang yang pernah ditemuinya di minimarket.

"Quentin?" tanya Dylan.

"What?" Chloe mengernyit.

"Aku pernah berkenalan dengannya, namanya Quentin!" ujar Dylan.

"No, no, no. Namanya Q!" Chloe bersikeras.

"Yeah, mungkin Q adalah singkatan dari Quentin?"

Perdebatan dua remaja itu terhenti ketika pandangan mereka bertemu dengan Q. Mereka berdua melangkah cepat menghampiri pemuda itu.

Pemuda berambut hitam itu juga sedikit terkejut ketika Chloe datang membawa Dylan Grayson bersamanya, tetapi ia menjaga mimik wajahnya agar tetap tenang. Seringai tipis terulas di wajahnya. Rupanya, Chloe sudah melakukan perannya dengan baik dengan membuat Dylan ada di pihaknya.

"Quentin? Kau ingat aku?" tanya Dylan.

"Yeah. Semua orang di Amerika tahu kau," jawab Quentin santai.

"Oh, yeah, kau benar," jawab Dylan gugup, "sorry."

"What the hell?" Chloe protes. "Namamu sebenarnya adalah Quentin? Mengapa harus memakai nama samaran 'Q'? KIRA tidak akan menulis namamu di Death Note!"

Avenir [REPUBLISH]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang