2-11 | Riddle [Part 2]

2.9K 572 1K
                                        

Setelah melakukan pencarian secara online tempo hari, Dylan Grayson tetap tidak menyerah untuk mengetahui segalanya tentang Partikel 201X

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah melakukan pencarian secara online tempo hari, Dylan Grayson tetap tidak menyerah untuk mengetahui segalanya tentang Partikel 201X. Sayangnya, tidak ada hasil apa pun di internet. Satu-satunya cara untuk menyelidikinya adalah melalui data internal sang ayah.

Waktu menunjukkan pukul enam sore, Dylan membuka kunci pintu ruang kerja sang ayah, kemudian melangkah masuk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Waktu menunjukkan pukul enam sore, Dylan membuka kunci pintu ruang kerja sang ayah, kemudian melangkah masuk. Atensinya tertuju pada rak buku di belakang meja kerja Sean, pemuda itu mengambil beberapa buku literatur dan meletakkannya di atas meja.

Dengan cepat tangannya menelusuri lembar demi lembar, kedua netranya bergerak cepat memindai kata demi kata. Ketika data yang dicari tidak ditemukan, Dylan melakukan hal yang sama dengan buku-buku lain.

"Fisika kuantum, elektromagnetik, sub-atom. Yeah, yeah, aku tahu, but no, not helping." Pemuda itu bergumam sambil membolak-balik halaman.

Setelah mencari data di buku literatur, Dylan membuka laci kerja ayahnya dan beralih pada arsip-arsip milik Sean, baik ketika pria itu masih melajang maupun setelah menikah dan mendirikan Vortex Laboratory. Pemuda itu membaca seluruh map arsip yang dimulai dari huruf A hingga Z.

Dylan membuka satu per satu map di laci kerja Sean, kedua netranya kembali bergerak cepat untuk memindai label tulisan di arsip tersebut.

Kedua alis Dylan bertaut ketika menemukan beberapa berkas dengan bahasa selain Inggris. "What the hell is this?"

Di antara semua itu, terdapat dua map yang kosong. Pemuda itu mengerutkan dahi, kemudian memisahkan map-map itu. Kedua map yang kosong berawalan dari huruf C dan I. Dylan membaca labelnya.

"CRONOS ...." Pemuda itu bergumam. "ICARUS ...."

Dylan berdecak kesal. Selain tidak ada data mengenai Partikel 201X, kedua map yang ada di tangannya ini juga sangat mencurigakan. Untuk apa Sean memiliki map yang tidak berisi berkas apa pun? Bagaimana dengan arsip dengan bahasa asing? Pemuda itu tidak paham apa maksudnya.

"Well, aku berani bertaruh kau menyimpan sesuatu di dalam laptopmu, Dad."

Pemuda itu beranjak, merapikan kembali arsip-arsip di map yang sudah ia baca kemudian berkeliling ruangan untuk mencari laptop milik Sean. Setelah membuka beberapa laci dan lemari, pemuda itu menemukannya.

Avenir [REPUBLISH]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang