🏆 Reading List WIA Indonesia Periode 1
Setelah selamat dari ledakan di sebuah laboratorium Kota Moorevale, Chloe Wilder dihantui dengan penglihatan-penglihatan yang tidak bisa dimengertinya.
Dylan Grayson, putra semata wayang dari seorang ilmuwan t...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Q membawa Chloe ke sebuah taman kecil, tak jauh dari Moorevale High. Pemuda itu berjalan di depan dengan kedua tangan di dalam saku jaket, pandangannya lurus ke depan, sedangkan Chloe yang mengikutinya berjalan sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling.
Chloe mempertaruhkan keselamatannya dengan berjalan mengikuti orang asing, semua ini demi Dylan Grayson dan teka-tekinya. Untunglah, Q membawanya ke tempat ramai. Jika pemuda itu berniat macam-macam, Chloe hanya tinggal berteriak saja, 'kan?
"Kau mengajakku ke taman kota?" tanya gadis itu, "semua ini tidak cocok dengan kepribadianmu. Kukira kau akan mengajakku ke sebuah gedung rahasia atau semacamnya."
"Jika aku membawamu ke sana, Theo Wilder akan menyangka aku menculik putrinya dan seluruh Amerika akan gempar," ujar pemuda itu dingin, "aku hanya ingin berbicara denganmu, bukan menculikmu."
"Tapi itulah yang kau lakukan padaku tempo hari, 'kan?"
"Yeah, itu sebuah kesalahan. Menculik seseorang sebenarnya bukan gayaku. So, I won't do that again."
"Mengapa kau penasaran sekali dengan Dylan Grayson? Apakah kau naksir pemuda itu?" tanya Chloe polos.
Hening. Pemuda itu tidak merespons perkataan Chloe.
"I'm into girls," jawab Q singkat, "can you shut up?"
Chloe menggigit bibir. Berjalan mengikuti pemuda misterius di depannya adalah hal yang benar-benar bodoh.
Pada akhirnya, Q berhenti dan bersandar di salah satu pohon. Pemuda itu melipat kedua tangannya di dada dan menoleh ke kanan kirinya, memastikan tidak ada yang mengikuti atau menguping pembicaraan mereka. Sedangkan Chloe, gadis itu berdiri tepat di hadapannya.
"Apakah kau sudah memutuskan untuk memercayaiku?" tanya Q.
"Aku percaya padamu." Bohong, aku sama sekali tidak percaya padamu!
"Good."
"Jadi, mengapa kau sangat tertarik pada pemuda itu?" tanya Chloe.
"Apakah kau tidak merasa aneh, bagaimana bisa ia hidup kembali dari kematian setelah dinyatakan tewas dalam suatu ledakan?" tanya Q.