🏆 Reading List WIA Indonesia Periode 1
Setelah selamat dari ledakan di sebuah laboratorium Kota Moorevale, Chloe Wilder dihantui dengan penglihatan-penglihatan yang tidak bisa dimengertinya.
Dylan Grayson, putra semata wayang dari seorang ilmuwan t...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Quentin membawa Chloe ke area belakang motel, tepatnya sebuah gang yang cukup sepi, tetapi cukup luas untuk dijadikan tempat berlatih.
"Aku lupa apakah aku pernah cerita padamu atau tidak, tapi aku pernah dirampok di gang sepi seperti ini," ujar Chloe. "Apa kau tidak salah memilih tempat? Bagaimana jika di sini ada preman atau sejenisnya?"
"Well, you have me," jawabnya enteng. "Asyiknya lagi, tempat ini tidak dilengkapi CCTV, mengingat ada kemungkinan kita akan jadi buronan."
"Semoga saja kepolisian kota ini menganggap kita hanya sedang melakukan prank. Kau bisa bayangkan bagaimana jika kita jadi buronan sungguhan?" Chloe menghela napas.
"Bukan kah itu seru? Hari-harimu akan penuh dengan adrenalin. Kita akan hidup berpindah-pindah untuk menghindari kepolisian!"
Chloe memelototi Quentin, kemudian memukul lengan pemuda itu kasar.
Gadis bersurai merah itu masih memelototinya. Melihat wajah menggemaskan Chloe, Quentin hanya menjawab dengan tawa kecil. Chloe kemudian memutar bola matanya, merasa jengkel atas candaan Quentin. Pada akhirnya, mereka berdua berhenti di tengah gang dan berdiri berhadapan.
"Jadi, apa yang akan kita pelajari malam ini?" tanya Chloe.
Quentin mengeluarkan Glock 43 dari sakunya. "Kita berlatih dengan ini."
Chloe tak menjawab, ia menatap senjata di tangan Quentin selama beberapa saat. Ajaibnya, sejak berbicara dengan Dylan beberapa jam lalu, gadis itu tidak lagi merasakan ketakutan yang hebat seperti apa yang dirasakannya pagi tadi.
"Kau harus menghilangkan ketakutanmu terhadap benda ini terlebih dahulu," terang Quentin.
"Sebenarnya ... aku sudah tidak terlalu takut dengan benda itu," jawab Chloe jujur.
"Bagus. Lalu, mengapa ekspresi wajahmu seperti itu?" tanya Quentin.
Chloe menoleh ke sekitar sebelum kembali pada Quentin. "Bagaimana bisa kita berlatih dengan pistol? Tempat ini adalah pemukiman penduduk. Orang-orang akan keluar jika mendengar suara tembakan!"