3-20 | The Warlock is Born

2.5K 447 667
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dylan Grayson melemparkan sebuah kerikil ke tengah danau

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dylan Grayson melemparkan sebuah kerikil ke tengah danau. Riak air di permukaan perlahan lenyap, menandakan benda kecil tersebut sudah tenggelam ke dasar. Pemuda itu melakukannya berkali-kali, lemparannya semakin kuat seiring dengan emosinya yang semakin meluap.

"Stupid dream!" geramnya.

Riak air kembali terlihat di permukaan danau. Lagi, Dylan mengambil kerikil di sekitar kakinya, kemudian melemparnya kuat-kuat.

"Mau membunuhku katanya?" geramnya lagi. "Fuck you!"

Pemuda itu melakukannya sekali lagi. Kali ini, ia melemparkan kerikil tersebut sekuat yang ia bisa, berharap benda tersebut terlempar lebih jauh.

Terdengar suara kerikil yang bersentuhan dengan permukaan air untuk terakhir kalinya. Tidak puas dengan melempar benda, Dylan menendang pembatas danau dengan kaki kanannya beberapa kali. Pemuda itu mengerang ketika alas Converse Chuck Taylor Low-nya mengenai besi tersebut dan menghasilkan bunyi yang cukup keras.

"Stupid fucking dream!" erangnya.

Dylan menegakkan tubuhnya, mengambil napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya lewat mulut sambil menyibakkan surai cokelatnya ke belakang. Kaki kanannya berdenyut, tetapi ia merasa puas.

Berjalan-jalan sendirian di malam hari untuk meredakan emosinya adalah hal yang sempurna! Di taman kota, tidak ada seorang pun yang menyadari presensinya, mengingat hari sudah sangat larut dan tidak ada satu pun CCTV di sekitar lokasi tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Berjalan-jalan sendirian di malam hari untuk meredakan emosinya adalah hal yang sempurna! Di taman kota, tidak ada seorang pun yang menyadari presensinya, mengingat hari sudah sangat larut dan tidak ada satu pun CCTV di sekitar lokasi tersebut. Waktu menunjukkan pukul sembilan malam.

Avenir [REPUBLISH]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang